Alternatif Wisata Petik Apel di Kota Wisata Batu

Salah satu wisata yang belum saya begitu kenal di batu adalah wisata bertema petik hasil bumi, Misalnya saja apel, strawberry maupun bunga atau madu. Hal ini menjadikan salah satu ide baru ketika beberapa teman mengajak jalan – jalan. Agro wisata hanya ada dipikiran saya sebelum melakukan kontak pada salah satu teman domisili batu. Pemikiran ini pun berubah setelah teman domisili batu mengkonfirmasi untuk lebih memilih wisata petik apel milik swadaya warga dibanding dengan Agro wisata. Sesuai dengan jadwal, bersama teman mengajak jalan kami berangkat menuju Kota batu dari Kota malang pagi hari.

Dari keterangan teman domisili batu, wisata petik apel milik warga ini terletak di sepanjang jalan menuju Selecta dengan tanda banner kecil sepanjang jalan. Sebenarnya sempat takut nyasar sih, tapi kenyataannya begitu menyusuri jalan banner ini sangat mudah ditemukan. Sekedar info, bahwa jalur ke selecta ini sebenarnya merupakan jalur menuju Cangar atau jalan pintas menuju Mojokerto.

Setelah melalui pilah dan pilih tempat petik, Saya memilih tempat bernama kebun lulu untuk dikunjungi. Jika dihitung dari kota, Kebun lulu ini adalah lokasi petik apel terakhir. Jaraknya lumayan lah dari kota. Lokasinya lebih masuk kedalam pedesaan sekitar 1km dari jalan raya, namun di pinggiran jalan raya terdapat calo yang mengantar kami. Dalam perjalanan 1km ini, kiri kanan kami merupakan kebun apel. Meskipun saya tidak tahu jenis varian apel tersebut, saya menyimpulkan secara brutal bahwa apel ini memiliki tipe yang sama. Sama sama enak dimakan. 😀

wisata-apel-tiket-sederhana
Tiket nya masih gini banget

wisata-petik-apel-gersang
gersang pohonya rumputnya enggak

Begitu sampai, kami membayar tiket petik apel seharga 30 ribu. Yap. dengan 30 ribu, bisa makan apel sekenyang perut asalkan ada dalam kebun dan berlaku hanya sehari. Jika dibawa keluar maka harus bayar, 2.5 kg harganya 30 ribu juga. Saat itu kami tidak ngobrol terlalu lama dengan penjaga, yah dalam bayangan sih lokasinya luas. Kenyataannya tidak seluas bayangan kami, namum masih tetap luas. Sesuai dengan penjelasan dari penjaga bahwa ada apel yang baru saja diberi pestisida untuk mencegah hama, sedangkan sisanya kebun apelnya itu sedang tampak gersang.

Karena memang ini bentuknya adalah kebun, maka fasilitasnya adalah kebun. Tidak ada kolam renang, tidak ada tempat duduk, bermacam serangga tersedia, setidaknya Saya sudah bertemu nyamuk dan ulat. Tapi alhamdulilah masih enak saja main ke kebun apel, maklumlah emang orang desa. Untuk memudahkan membawa apel, kami dibekali sebuah kantong kresek. Nyatanya benda ini menjadi alas duduk dalam kebun, bukan sebagai tempat membawa apel.

wisata-apel-apel-sendiri
apel sendiri, hijau.

Jika membahas jenis apelnya tersendiri, setidaknya ada 2 macam apel. Yang tidak terlalu besar, agak manis dan lebih sulit digigit. Saya tidak tahu dengan jelas apa namanya, tapi kurang lebih itulah kesimpulan saya setelah memakannya.

wisata-apel-apel-nana
ini agak kuning, keliatan kan kuningnya?

kemudian satu lagi menurut teman mengajak jalan namanya adalah apel nana, beberapa apel lebih besar, lebih empuk dagingnya, warnanya lebih kuning, serta lebih masam rasanya dibanding varian pertama.

Memang sih ndak ada apel yang sempurna, ada yang empuk tapi ndak begitu manis, ada yang lebih keras tapi manis. Tapi intinya perjalanan ini tetap menyenangkan, meskipun saya digigit nyamuk dan mules setelah keluar kebun karena kebanyakan makan apel. Anyway, ada saran lagi soal wisata petik petik hasil bumi di kota lain gak ya?

Efisiensikan Fase Transaksi Barang Menggunakan Aplikasi My JNE

Dari sekian banyak cara mencukupi kebutuhan, terkadang pilihan Saya adalah melakukan transaksi online. mulai dari memilih dan memilah sampai akhirnya menemukan kebutuhan Saya, setelah itu langkah selanjutnya adalah melakukan negoisasi dengan pemilik/penjual dalam toko online tersebut, Biasanya dalam negoisasi ini ditentukan pula bagaimana kami melakukan pengiriman barang dan pengiriman biaya.

Dalam negoisasi ini muncul kesepakatan, misalnya Untuk administrasi Saya dan penjual menggunakan layanan dari pihak marketplace, dimana marketplace menjadi pihak ketiga pembawa uang sementara dalam transaksi. Sedangkan untuk pengiriman barang, Saya menggunakan jasa JNE.

Ada yang tidak biasa dalam penggunaan JNE kali ini, jika sebelumnya saya hanya menggunakan JNE lewat Websitenya. Kini JNE sudah menerbitkan aplikasi my JNE di play store. Hadirnya aplikasi my JNE di playstore ini selain memudahkan aksebilitas transaksi, tambahan beberapa fitur menarik pun juga makin meningkatkan efisiensi pengiriman barang.

Misalnya saja, Ketika Saya dan penjual telah sepakat, langkah yang saya lakukan adalah mentransfer uang kepada pihak ketiga dalam hal ini marketplace tadi. Aplikasi my JNE sebenarnya telah memuat ini didalamnya, namun karena alur dari salah satu marketplace mengharuskan setiap pembeli menjadikan pihaknya sebagai pihak ketiga, saya belum sempat menggunakan fitur ini.

My COD

my-jne-profile
Profile setelah terdaftar di my JNE

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, my COD ini adalah fitur yang saya maksudkan. my COD merupakan kependekan dari Cash On Digital. Dimana Pihak JNE menjadi pihak ketiga dalam proses transaksi. Ketika penjual dan pembeli telah menyelesaikan proses jual-beli dengan baik, barulah biaya diberikan pada penjual. Namun, tidak hanya menjadi pihak ketiga, lewat fitur ini pula pengguna dapat melakukan transaksi dengan sesama pengguna Aplikasi my JNE menggunakan virtual account(Tech In Asia). Sehingga Anda tidak perlu repot lagi mencari cari ATM terdekat untuk melakukan transfer ataupun membuka aplikasi lain.

Dalam berbeda bedanya kesepakatan antara pembeli dan pengguna, satu hal yang pasti bahwa nantinya pembeli harus dikirimi resi oleh penjual untuk memantau paket barangnya. Dalam aplikasi my JNE, aktifitas ini pun juga bisa dilakukan. Bahkan lebih canggih dan lebih baik dibanding mengakses website JNE sendiri.

Search Airway Bill

Dengan fitur ini pengguna cukup dengan menginputkan nomer resi, maka status dari transfer pengiriman barang akan ditampilkan. Bahkan jika terdaftar dalam aplikasi ini, riwayat transaksi Anda pun akan tercatat dengan baik. Selain itu, jika terlalu malas menginputkan angka resi fitur lain berupa scan barcode pun disediakan dalam aplikasi ini. Untuk melakukannya cukup dengan mengetuk ikon kamera disebelah kolom input resi maka secara otomatis aplikasi akan menampilkan laman detail tracking dari aplikasi milik Anda.

my-jne-scanning-resi
Proses scanning barcode
my-jne-tracking-detail
Input resi manual

Nah, lalu kenapa saya bilang lebih efektif daripada menggunakan web? Jika menggunakan website Anda tentu harus membuka browser terlebih dahulu kemudian melakukan input secara manual dilanjutkan dengan mengisi captcha. Sedangkan jika menggunakan Aplikasi my JNE cukup hanya dengan 3 langkah, data transaksi Anda pun akan ditampilkan.
Waktu menunggu pun sesuai dengan kesepakatan antara Anda dan penjual. Nah, di aplikasi my JNE pun fitur ini juga Ada. My Tariff namanya

My Tariff

Fitur ini memungkinkan Anda untuk melakukan kalkulasi biaya dengan mudah dan nyaman. Untuk melakukannya, inputkan wilayah asal dan tujuan, serta volume barang (mencakup tinggi, lebar, dan berat). Selain itu tampilan daftar tipe pengiriman pun juga tersedia dan update secara otomatis ketika pengguna melakukan pengubahan pada nilai inputan wilayah atau volume.

my-jne-hitung-berat
Hitung berat barang pengiriman

Jika Anda sedang berada dilokasi yang tidak Anda kenali, fitur JNE Nearby bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah Anda menemukan lokasi JNE terdekat untuk bertransaksi.

my-jne-lokasi-terdekat
Ketika disekitar rumah belum ada JNE

Ini adalah cerita saya soal Aplikasi my JNE, kamu punya cerita lain? Tinggalkan saja di komentar.

Menggunakan gulp.js dan Bower Ala @elfarqy

Halo, Wasap gaess.. 

Alhamdulilah, ada tulisan baru yang berani Saya terbitkan lagi setelah memilah dan memilih dari beberapa draft.

Jadi, akhir akhir ini selepas dari project skripsi yang sangat menyenangkan. Saya memiliki kesibukan lain yang sebenarnya hampir sama, sama-sama ngetik depan keyboard.  Platform yang sama, bahasa yang hampir sama. Dulu menggunakan CSS, sekarang menggunakan preprocessor CSS-nya namanya SASS. Tapi untuk html dan javascript belum mengalami perubahan berarti.

Meskipun begitu beberapa hal tidak berubah, dunia tempat saya terjerembab memiliki situasi sangat dinamis. Sehingga mau tidak mau efektifitas dan fase optimalisasi alur kerja juga harus di upgrade dong. Beruntunglah bersama seorang teman sempat mengikuti salah satu sharing session  di Digital Lounge Telkom Malang,  Sehingga muncul salah satu pengetahuan baru soal task runner untuk meningkatkan alur kerja.

Mengambil keterangan dari website grunt, salah satu alasan utama menggunakan task runner adalah

In one word: automation. The less work you have to do when performing repetitive tasks like minification, compilation, unit testing, linting, etc, the easier your job becomes.

Yah.. bagaimana ya? Pengertian tadi menurut grunt, sedangkan Saya sejak dari awal menggunakan gulp, bukan Grunt. Baiklah, mari kita berbicara soal gulp saja.

Untuk melakukan instalasi gulp dibutuhkan NPM, Saya tidak menjelaskan secara panjang lebar soal npm. Bukan karena apa, tapi secara mendetail bisa Anda akses di laman resminya . Jelasnya saya sudah menginstallnya di perangkat komputer, langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi project sesuai dengan kebutuhan.

Jadi yang pertama adalah membuat direktori untuk project. misalkan

 

mkdir work/

cd work/

mkdir src

mkdir dist

 

Posisi Saya saat ini ada di folder work, dimana didalamnya terdapat folder src dan dist.

Kenapa src dan dist?

Rencana saya, dalam folder ‘src’ merupakan tempat untuk menyimpan file selama proses pengembangan. Sedangkan ‘dist’ merupakan tempat untuk menerbitkan file yang nantinya akan disebarkan kepada khalayak umum.

Selanjutnya adalah dengan melakukan perintah
 npm init -y 
Perintah ini digunakan untuk melakukan generate file package.json dari npm. Imbuhan ‘-y’ dibelakang perintah untuk meng-iya-kan seluruh pertanyaan. Jika tidak percaya silahkan lakukan tanpa ‘-y’. Jika Sukses maka akan ada file ‘package.json’ pada direktori folder yang digunakan.

Setelah selesai, lakukan instalasi gulp. Saya melakukan instalasi secara global pada komputer. Hal ini saya lakukan karena nantinya jika dibutuhkan saya tidak lagi perlu melakukan instalasi berulang-ulang pada project lain. ketikan
 npm install -g gulp 
‘-g’ artinya global. Oh ya, secara detail proses ini bisa dilihat link official npm tadi ya. Atau menggunakan ‘npm -h’ pada terminal.  Jika berhasil, ketikan ‘gulp -v’ pada terminal, maka akan ditampilkan versi gulp terinstall pada perangkat. Misalkan milik saya adalah
 # el @ x64_machine in ~ [13:36:34]
$ gulp -v
[13:36:40] CLI version 3.9.1
 
Sampai sini gulp seharusnya sudah bisa digunakan. Tetapi saya juga menyarankan melakukan instalasi bower, yaitu semacam package management. Untuk bower saya juga melakukan install global, tentunya dengan alasan yang sama.
 npm install -g bower 
# el @ x64_machine in ~ [13:36:44] C:1
$ bower -v
1.7.9
 
Sudah terinstall, seharusnya sudah siap untuk melanjutkan langkah sih. Konfigurasi.

Karena diawal tadi sudah di init npm-nya, maka Saya memilih untuk mengira-ngirakan beberapa paket bower yang dibutuhkan. Misalnya Bootstrap-sass dan font-awesome.
bower install --save bootstrap-sass components-font-awesome
‘–save’ digunakan agar paket yang terinstall juga tertulis di dependensi dari npm nya. Jika bingung dengan dependency apa yang akan di install, gunakan ‘bower search’. Cerita panjang soal bower baca di dokumentasi ya.

Setelah fase instalasi dependensi selesai, buat file gulpfile.js secara manual. Nantinya gulpfile merupakan konfigurasi dari gulp pada direktori ‘work’ tadi. Jika menggunakan UNIX, bisa dengan mengetikan
 touch gulpfile.js 
Dalam tutorial kali ini saya menggunakan beberapa plugin sesuai dengan kebutuhan saya, Antara lain adalah:

gulp-sass: fungsinya untuk meng-kompile SASS menjadi CSS. Bisa di-minify juga sih jika menggunakan plugin ini.

gulp-sourcemaps: meng-generate source maps baik untuk CSS atau pun untuk JS. Penjelasan agak detail soal sourcemaps ada di html5rocks.

gulp-uglify: Melakukan minify pada js. Udah tau kan ya minify? Jika belum, minify itu proses untuk menghilangkan spasi, paragraf atau hal yang dianggap tidak penting dan menjadikannya barisnya lebih sedikit.

browser-sync: melakukan auto reload browser ketika ada perubahan pada file yang di daftarkan pada konfigurasinya. Sekaligus bisa diakses lewat perangkat eksternal dalam satu jaringan lokal. Misal wifi pada router yang sama, jadi hape atau leptop lain bisa akses ke bagian project.

Kurang lebih beginilah konfigurasi gulpfile milik saya.
 

 

Untuk mengaktifkannya, tinggal panggil gulp pada terminal sesuai dengan task yang dilakukan.

Kelihatannya mudah kok, coba aja! Kalau punya config lain dan lebih keren atau dijalankan error. Tinggalin komentar deh 🙂

Merasakan Ubuntu 16.04.1, Si Bajing.

Akhirnya dalam waktu tidak cukup lama, Saya kembali menggunakan sistem operasi ubuntu. Tidak ada alasan lain selain aksebilitas dan ritme perkerjaan yang mengarahkan Saya mengambil keputusan ini. Sebenarnya sistem ini telah terinstall dalam perangkat komputer, namun karena sebelumnya aktifitas lebih dominan di Windows sehingga penggunaannya terhenti sesaat. Sistem terakhir yang saya gunakan adalah ubuntu 14.04.2 LTS.

2016-08-03_04-09-03
Ngga pake grub, make chameleon

Sudah rahasia umum bahwa Ubuntu akan melakukan rilis versi terbarunya tiap 6 bulan sekali dan 2 tahun sekali untuk versi LTS. Buat Saya, perbedaaan versi biasa dan LTS hanya di masalah support saja. LTS disupport hingga 5 tahun sedangkan untuk versi biasa hanya 2 tahun saja. Nah, karena saat ini sudah bulan Agustus 2016 sudah waktunya untuk update versi terbaru.

Sebelum upgrade Saya melakukan hal ini:

  • Backup data, menyimpan segala data penting di direktori bukan “/”. Hal ini sebenarnya bisa tidak dilakukan, tapi antisipasi kegagalan upgrade di beberapa kasus tidak bisa login dan tentu saja tidak bisa melakukan akses file dalam direktori “/” atau bahkan kehilangan. File yang Saya sarankan, tidak ada. Karena jelas Anda akan punya penempatan file yang berbeda.
  • Cek versi Ubuntu LTS, terbiasa menunggu stable version untuk perangkat komputer kerja sudah menjadi kebiasaan. Setidaknya nanti tidak usah takut sering-sering update patch dari bug versi belum stable. Toh juga saya tidak ikut mengembangkan sistem backend Ubuntu.
  • Keep update, hal ini harus Anda lakukan karena upgrade tidak bisa dilakukan jika tidak update terlebih dahulu. Update dalam artian adalah paket di komputer sudah sync dengan repo tempat Anda melakukan upgrade.

Oke ketika sudah melakukan 3 hal tadi, sesuai dengan anjuran dari salah satu website untuk melakukan upgrade Anda cukup menggunakan terminal dan mengetikkan
 
sudo update-manager -d
 
Secara otomatis ketika sudah update, Akan ada anjuran upgrade. Siapkan waktu cukup panjang, Saya melakukan upgrade dari 10.00 – 17.00 (Sebenarnya ini karena salah pilih wifi). Beberapa langkah akan dilakukan otomatis oleh sistem mulai dari download paket, install dan cleaning paket lama atau tidak terpakai.

Maka jadilah begini ubuntu 16.04

Screenshot from 2016-08-03 16-14-59
Tampilan default

Yang saya dapat setelah update adalah: Libre Baru, kernel baru, Nautilus baru. Everything baru. Ini saja sih secara umum yang Saya rasakan, karena belum melakukan pengecekan lebih lanjut sih memang. Hal penting:

 

  • Saya menggunakan php dan mysql default dari Ubuntu, bukan dari pihak ketiga (semisal LAMPP). Yang aslinya PHP masih versi 5 dan mysql versi 5.5 di upgrade menjadi php 7 dan mysql 5.7. Hal ini tidak nyaman buat Saya, karena beberapa penyedia layanan hosting masih menggunakan versi 5 pun dengan beberapa project ada sedikit crash. Sehingga Saya harus melakukan downgrade manual, dan bersyukurlah Anda jika menggunakan LAMPP.
  • Lewat Stackoverflow, sudah ada beberapa curhat soal ini. Misal tidak bisa sleep, atau gambarnya pecah. Tapi Alhamdulilah di perangkat komputer saya cuma bluetooth saja yang belum berfungsi setelah update.
  • Selain itu masalah bluetooth, bug kernel juga saya rasakan. Tapi untunglah sudah terselesaikan lewat tanya jawab di stackoverflow. Untuk mengetahui ada tidaknya bug, coba lihat di system monitor apakah proses kidle_inject menghabiskan resource cpu. Tapi masalahnya juga ada di system monitor sih, lebih baiknya ketik “top” di terminal.
  • Ada update baru di jockey-gtk, kini intel ada third-party nya. At least lebih nyaman sih buat Saya, kinerja prosesor lebih rendah.

    Screenshot from 2016-08-03 16-18-30
    masih unknown kok, tapi enak

Jika kamu pakai Ubuntu sudah upgrade apa belum? Apa kita dapet masalah yang sama?

Jadi Pilih #Ingress , #PokemonGo atau Saya?

Tulisan ini sekedar gaya-gayaan, dan mengikuti trend perkembangan mainan di sekitar Saya. Jadi awalnya 2 minggu lalu, sebuah permainan baru hasil kerja keras niantic diterbitkan di playstore di luar indonesia. Namanya Pokemon Go. Saya sendiri sih dapet banyak info via grup ingress, yaitu sebuah grup tempat berkumpulnya pemain game produksi niantic pada tahun 2012 lalu.

Ingress dan Pokemon Go ini menurut Saya menggunakan teknologi yang tidak jauh berbeda, yaitu sama sama menggunakan Location dan Augmented reality. Sehingga jika Anda mulai memainkan game ini lebih baik segera membeli power bank dan kuota internet yang cukup. Selain itu jika diperlukan pun, GPU yang digunakan juga harus baik.

Pokemon Go Loading Screen
Pokemon Go Loading Screen
Ingress loading screen
Ingress loading screen

 

Kamu yang mana?

Alhamdulilah 2 game ini sudah terinstall di perangkat pribadi. Untuk Ingress sudah Saya mainkan selama hampir kurang lebih 1 tahun, sedangkan Pokemon Go sudah berjalan sejak 2 hari lalu. Terhitung ketika posting ini diterbitkan. Daripada pengguna Android lainnya, Saya telat. Kendala keterlambatan menggunakan Pokemon Go tidak lain adalah kompatibilitas perangkat yang belum di dukung oleh pengembang, biasa.. pengguna perangkat Intelx86.

Sebelum akhirnya launching versi terbaru dengan support Intel, Saya turut serta menjadi unofficial release apk haters Pokemon Go dan menandatangani petisi. Tidak hanya itu sih, sebenarnya beberapa isu untuk “Lebih baik menunggu official” telah terkumpul, namun tidak jadi terbit karena Niantic sudah melakukan update. (Saya tahu dan sadar, jika tulisan itu terbit pun nggak bakal mempengaruhi Niantic. Apalah saya receh..).

Meskipun dalam teknologi yang sama tapi game ini memiliki konsep berbeda. Namun jika boleh membandingkan (meskipun agak sedikit sulit melakukannya) Antara Pokemon Go dan Ingress, Saya lebih memilih Ingress. Hal ini karena Pokemon Go itu:

Berat

Kombinasi render, GPS, dan AR, belum sepenuhnya bisa lancar jaya di perangkat yang Saya gunakan. Meskipun Intelx86, meskipun ram-nya 2giga, meskipun hapenya nggak pati mahal. Beberapa kali ketika digunakan stuck, force close, dan tetiba mati sering terjadi. Salah satu hal paling menjengkelkan adalah pas udah nangkep pokemon, ternyata stuck. Dan dibuka lagi pokemon nya ilang.

Berbeda dengan ingress, yang lancar jaya buat war sama faction sebelah dalam even First Saturday ataupun ketika nggak sengaja ketemu dijalan-walaupun-ga-ngerti-yang-main-sebelah-mana.

Random

Yup, Pokemon ini munculnya sangat random. Sehingga jika sebelumnya sudah berpengalaman Ingress sambil nyetir (tolong jangan ditiru, sangat berbahaya) pun sambil capture atau attack bisa dilakukan, tapi hal itu agak harus mulai beradaptasi lagi. Beberapa Pokestop yang notabene adalah portal Ingress sudah saya hafal, tapi ya itu tadi Pokemon munculnya random. Selain itu tambahan tak terdeteksi kecuali dalam jarak yang cukup dekat juga cukup menambah kesulitan memainkan Pokemon Go sambil nyetir.

#GBLK
#GBLK – Movement nya ganti Pokemon sih – dari tumblrnya mas embun

Chat dan Log

2 hal ini buat saya adalah hal yang cukup lumayan membantu untuk menemukan orang lain di sekitar pengguna, maklumlah kan game ini di dunia nyata. Sehingga lewat log ini diharapkan bisa diperkirakan “teman” yang ada disekitar kita. Hal ini sebenarnya merupakan fitur yang ada di Ingress sih sebenarnya, barangkali karena saya masih belum move on dari ingress jadi memaksakan fitur ini untuk ada di Pokemon Go. Tapi penting sih, tapi juga gak tahu harus taruh dimana di UI nya. Kebayang kan semisal ada Log dan chatnya… Kali aja juga dapet jodo lewat Pokeball.

Ketik tulisan ini diterbitkan untuk ingress saya masih level 12 pada faction Resistance, dengan perolehan AP sekitar 10 jutaan. Untuk badge yang sudah Black sementara ini adalah Fielding dan Guardian, Badge yang Black ini ibarat kata sudah Notok jedhog. Secara detail juga bisa dilihat pada gambar profile saya.

Ingress Profile
Perjalanan Ingress

Sedangkan untuk Pokemon Go masih level 3 dengan perolehan XP 1950. Jika Anda install game ini, Pasti tahu kalau saya belum boleh memilih tim. Cupu hina sekaligus belum pernah memperoleh Pokemon dengan CP Ratusan.

Pokemon Go Profile
Perjalanan Pokemon

Pokemon Go ini masih baru, masih sayang-sayangnya. Jadi kalau momenya seperti ini sudah wajar sih, namanya juga masih anu.. Kalo nanti sudah jalan agak lama pasti tau deh jeleknya dimana, ada yang falsify location-lah, ada yang rame lah, ada yang mainnya terlalu serius lah. Tapi ada juga yang sampe nikah.

eh btw udah pernah coba Ingress? Coba install dan pilih Resistance(warnanya biru), kalo dirasa bingung mention @defara yah.

Lebaran Tanpa Opor Ayam, Saya Memilih Makanan Alternatif Lain

Ketupat dan opor ayam, sudah di- include kan dalam damainya suasana lebaran. Ya bisa dibayangkan berkumpul bersama keluarga besar dari berbagai penjuru, kemudian kita makan opor ayam dan ketupat sambil bercengkrama. Setidaknya hal itu merupakan tampilan umum dalam suasana lebaran.

Continue reading “Lebaran Tanpa Opor Ayam, Saya Memilih Makanan Alternatif Lain”

Tantangan Skripsi itu Ada Berapa?

Skripsi barangkali adalah matakuliah paling sulit, sebenarnya nggak sulit sih kalau buat Saya tapi gimana ya? Semacam bikin males, jenuh, lelah, dan masa-masa meningkatnya cobaan dari segala arah. Baik cobaan dengan hal-hal baik maupun dengan cobaan dengan gayanya saja yang baik. Kalau buat Saya sendiri sih cobaan baik itu misalnya diajak untuk mengerjakan proyek receh, kan ada nilai ekonomis dan pengalaman sekaligus nambah teman. Sedang ajakan gayanya aja yang baik, misalnya ngajak naik gunung. Nah ini gaya aja yang baik, padahal kan kalau diturutin juga menghambat. Dan Saya tidak kuasa menolak beberapa kali ajakan “gayanya aja yang baik” ini.
Ah tapi sepertinya, menyelesaikan matakuliah 6 sks ini memang salah satu cara mahasiswa menemukan jalan ninja-nya sendiri. Terserahlah mau bilang apa! Sementara itu, alhamdulilah sidang skripsi telah terlewati. Ndredeg iya, gupuh iya, dan campur aduk rasa saat sidang berlangsung. Tapi lulus adalah mimpi yang bukan hanya boleh diimpikan, juga harus dikejar dan diwujudkan. Sehingga seterjal apapun jalannya, ya mau ga mau sih. (eits!)Emangnya seterjal apa toh? Hmm… jadi gitulah.Baiklah kalau boleh memetakan secara umum gangguan perjalanan skripsi Saya itu terbagi menjadi 3 bagian utama. Tidak ada alasan kenapa mengkotak-kotakan seperti ini sih, tapi Saya mengambil keputusan sepihak dan tanpa ada dasar. Kesimpulan lain mungkin berbeda dan hal itu sangat wajar terjadi. 3 itu antara lain adalah:

  • Saya Sendiri

    Yap, saya. bagaimanapun Saya adalah pemegang utama peran ini, berlaku manajer, berlaku karyawan, berlaku hrd, berlaku peneliti, dan berlaku menjadi segala peran dengan apa yang  sedang dikerjakan. Walhasil suasana kala itu membuat perasaan ini lebih cepat bosan dari rutinitas sebelumnya. Nganggur memiliki peran tambahan pula kenapa situasi ini terwujud, bagaimana tidak? Lha tidak ada lagi jatah mata kuliah yang sedang saya ampu.
    Kalau ada yang bilang mau fokus buat skripsi dengan ngambil satu mata kuliah ini di akhir, buat Saya itu bullshit. Mengerjakan sendirian mata kuliah ini lebih menjengkelkan, bukan karena sedang sendiri atau bagaimana. Tapi adanya teman berbagi itu lebih memudahkan proses pengerjaan, dan tentu saja tempat menemukan teman lebih mudah dalam satu tema adalah gazebo fakultas ataupun lab-lab jurusan yang cuma ada dikampus.

  • Constraints Skripsi-mu

    Ada keterkaitan antara satu hal dengan bagian lainnya, itu barangkali sudah mendasar. Begitupun skripsi, misalnya saja dalam constraint skripsi saya adalah pembimbing, penguji, objek yang diteliti, pegawai perpus, tukang printer, laptop, buku catatan dan pensil. Jika salah satu itu bermasalah, kadang berpengaruh dengan hal lain di skripsimu. Alkisah contoh, pembimbing dan objek yang diteliti sedang berpergian luar kota, tapi lupa ngabari kamu karena kesibukan masing-masing. Walhasil setelah lelah, Kamu memutuskan pergi ke perpus tapi ditolak karena menggunakan kaos polo berkerah saja. Akhirnya Kamu berusaha untuk mencetak jurnal, tapi printer-nya sedang rusak. Kamu memutuskan ke kantin, tapi belum sampai kantin ditengah jalan kehujanan. Sambil menunggu hujan, kamu berpikiran akan menulis ide di buku catatan. Tapi begitu dapat 1 paragraf pensilmu patah dan angin dari hujan membasahi kertas bukumu. Keputusan bulat untuk pulang, begitu membuka jok ternyata mantel ketinggalan. Laptop dan hape sudah habis baterainya, dan lupa membawa charger. Lalu bagaimana kamu menyelesaikan skripsi?

  • Environment-mu

    Ini sebenarnya masuk di-constraints tapi Saya anggap beda. Kenapa ya? Barangkali agak luas sih cakupannya. Ya meliputi tempat tinggal, tempat nongkrong, dan teman. Kalau suasana kurang mendukung terkadang mood juga menurun, itu saya sih.
    emang mau environment gimana Al? rahasia, yep.

Sesuai dengan urutan, cobaan terberat ada di daftar paling atas. bukan berarti Saya moody atau bagaimana ya. Lebih sering kehilangan fokus, paling sering Saya rasakan jika menyangkut ada hal baru. baik itu berhubungan ataupun tidak berhubungan dengan skripsi. Misalnya saja framework pengerjaan di tengah perjalanan tetiba upgrade, objek yang diteliti berubah karena peraturan berubah juga tidak bisa dihindari, pun seirama dengan itu adalah “Ayo ngopi” atau “Ayo ndota“. Hih!

Ada keyakinan sendiri buat Saya bahwa segala bagian ini tidak bisa dihindari, tapi harus dihadapi dan diselesaikan dengan cara masing-masing. Kan katanya menemukan jalan, jadi ya memang harus mbabat alas, urusan muterin nyasar, kena getah itu udah wajar. Mau apa gak itu masalahnya sih, tapi sebenernya juga nggak sesulit yang dibayangkan kok. Udah yuk.. udahin baca nya, buka lagi text editor-mu. *lalu buka Sublime dan Word bajakan

Dari Kopdar ke Kopdar

Hampir seminggu sudah dan Saya berdiam diri dirumah saja, tidak seperti biasanya yang lebih banyak menghabiskan waktu di kota atau di jalanan. Nganggur? Enggak juga sih, tapi emang kebutuhan di kota terpotong lantaran liburan. Sehingga mau tidak mau, rumah menjadi tempat persinggahan paling nyaman. Secara tidak sengaja dan juga memang bosan, Saya mengumpulkan beberapa jadwal acara untuk hari minggu. Yang rencananya akan saya ikuti sebagai salah satu cara refreshing sekaligus belajar dan tentu saja menjaring pertemanan.list acara tersebut berisi antara lain: Kopdar dengan komunitas tumblr(@KITAJatim), kelas netiquette (@AkberMlg), dan pagelaran seni topeng di pakisaji.

Dalam list yang Saya buat, ketemu jadwal acara yaitu dimulai pada jam 15.30. yaitu bertemu dengan teman-teman komunitas tumblr. Tidak ada acara resmi atau apa sih, cuma sekedar kopdar. misi saya di kopdar ini adalah belajar dasar seni menulis huruf, biasanya dikenal dengan nama lettering. Lewat guru besar lettering Malang mas @dimazfakhr, saya menimba ilmu dasar soal lettering yang secara umum bisa dijabarkan hingga 2 jam kurang lebih. Saya tidak berdua saja dalam kopdar ini, ada @geserdikit, @lutfiavilian, @tyasiyess, @ayisafarilah, @fwri, @koko, dan @temannya-geserdikit.

kopdar tumblr
Tim lengkap kopdar awal


Lewat kopdar ini Saya mengenal beberapa kosa kata baru, semisal serif type, sans type, script type, ascender, descender, swash dan lain sebagainya. Penjelasan demi penjelasan, Saya berusaha pahami dengan keras dan garuk-garuk kepala. Karena bagaimanapun dalam dunia persilatan ini Saya belum banyak membaca, lebih sering menggambar sekarepah dibik. Gambaran Saya memang nggak terlalu bagus sih, bahkan bisa dibilang jelek tapi setidaknya bisa menjadi wahana untuk tidak selalu berada di depan komputer. 😀

Inti dari pelajaran lettering adalah latihan, latihan, latihan! Selain itu juga seenggaknya tahu aturan dasar dari tipe huruf yang akan digambar, secara simpel bisa Saya katakan seperti itu. Sebenarnya dalam kopdar itu juga terdapat pembahasan lain semisal kaligrafi, lettering tools dan beberapa lainnya. Yang jelas buat awal penting harus ada niat, kalo tanpa niat bakal males kan buat latihannya. Saya mengakhiri pertemuan lebih cepat, semoga saja bisa disambung lain waktu. Dan berlanjut meneruskan agenda pada kelas Nettiquette-nya Akber Malang.

Saya cuma murid Akber saja, tapi karena kebetulan menjadi figuran untuk menyalakan proyektor walhasil saya hadir tepat waktu. Jam 18.25, Saya memparkir motor di lokasi kelas akber malang. Juara! Juara hadir nomer 5 lah setidaknya, sudah ada beberapa panitia di lokasi. Waktu berselang, satu persatu kemudian peserta datang dan tentu saja kelas dimulai. Dalam kelas ini terdapat beberapa praktisi sosial media di wilayah malang raya, tentu saja tidak dalam rangka komparasi follower. Tapi bagaimana membahas etika bersosial media, baik cara mengkritik, cara baper positif, lakukan dan jangan lakukan di sosial media.

Kelas Akber Malang
Udah jelas kan slide nya bahas apa?


2 jam, 4 pemateri. waktu yang terlihat panjang dalam tulisan, tapi dalam ruangan itu akan sangat berbeda. Beberapa peserta yang hadir pun juga merupakan admin dari akun-akun penting di Malang Raya. Wah, bagi saya yang bukan apa-apa, minder iya, sungkan iya, merasa bingung iya, tapi toh dalam rangka belajar kan semuanya sama? Iya nggak sih? 😀

Materinya emang apa Al? Bisa sih ditulis, tapi saat dikelas saya nggak mencatat pun juga nggak ngetwit. Tapi hal yang saya ingat dari pertemuan itu adalah:

“Media sosial itu berlaku seperti halnya dunia nyata, dianggap serius atau enggak itu keputusan masing-masing..”

Untuk yang pengen tahu maksudnya apa dan anu-nya gimana, kontak aja sama pembicara waktu itu. Bisa jadi lewat direct message(DM) atau lewat email. Salahnya sih gak hadir kemarin, kemana aja coba minggu malam? Kan udah tau besok Senin. Lho curhat.. Baiklah. Acara selesai hampir jam 10.00, tapi saya sampai di rumah hampir jam 11. Maklum, pemilihan jalan menjadi pertimbangan utama.

Kopdar ke kopdar
Dapet oleh oleh kaos, gantungan kunci, cd, dan ilmu baru.

Dua acara bisa saya hadiri, dua lainnya tidak. pertunjukan tari topeng malangan dan sarasehan pameran foto ngadas. ke 4 acara ini adalah acara asik buat diikuti tapi apalah daya hayati, andai bisa jadi Naruto atau Meepo. Ah, salam super! Kalo misal yang baca nanti punya acara, kabarin aku ya. Kali aja bisa ketemuan gitu. 😀

Silahkan bongkar bongkar blog nya akber ya buat tau apa aja materinya, kan saya nggak nulis materi disini

 

Apa Masih Perlu Merayakan?

Malang masih panas seperti biasanya, hujan jarang turun akhir-akhir ini. Barangkali musim akan berganti dari penghujan menjadi kemarau, Barangkali sih, Saya belum melakukan survey juga. Seperti biasanya ketika sore-sore dalam hari libur, Saya memilih leyeh-leyeh, sambil chatting atau browsing. Hingga aktifitas ini kemudian berubah menjadi flashback karena pemberitahuan achievement dari WordPress. Yap! Ngeblog via WordPress sudah tahun ke 4. Saya sudah boleh masuk TK besar rupanya.
Continue reading “Apa Masih Perlu Merayakan?”

Sumbertaman, Sumber Air Untuk Renang!

Lalu apa yang diharapkan setelah selesai merampungkan laporan ilmiah? Barangkali plesir atau berkumpul bersama keluarga. Apalagi suasana liburan agak panjang di akhir minggu ini, 4 hari dalam seminggu. Lebih dari separuh minggu ini dinikmati dengan lengang di luar kantor. Tapi cuplikan itu cuma bayangan saja sih, sejujurnya Saya tidak merasakan, karena Saya masih menyelesaikan pengejaran pada seorang penguji.

Sesuai dengan perjanjian sebelumnya dengan pembimbing, pukul 11 siang harus sudah ada di gedung A untuk bertemu beliau bersama beberapa orang lain. Rencana di awal membahas tentang bagian dari tanggung jawab Saya, yang nyatanya merembet pada pembahasan wisata di sekitar lokasi rumah “eh saya kemaren dari Gondanglegi, selain sumber maron katanya ada sumber air lagi ya?” tanya pembimbing pada kami
“Iya ada, Sumber Sirah dan Sumber Taman”
“Sumber Taman?”Menurut Saya pribadi, tanya terakhir sebenarnya mengharuskan bagi Saya untuk menjelaskan lebih detil soal sumber taman. Continue reading “Sumbertaman, Sumber Air Untuk Renang!”