Ada Yang Terinisiasi Di Jalanan Coban Rais

Dan melanjutkannya menjadi aksi kecil, yang sedikit bermanfaat.

coban-rais-melintasi-sungai

Coban rais terletak di desa Oro-Oro Ombo, Kec. Batu, Kota Batu. Saya tiba dilokasi ini pukul 09.00 wib, setelah menghabiskan kurang lebih perjalanan 1 jam dari kota Malang. Membayar tiket dan parkir, selanjutnya kemudian melangkahkan kaki untuk menuju ke wisata coban. Banyak sekali hal yang berubah di lokasi ini. Mulai dari harga tiket masuk, jalan di lokasi wisata, hingga bermacam macam tempat yang biasa menjadi feed explore dalam instagram saya.

Jika boleh berbincang soal masa lalu, di pertengahan tahun 2012 ketika saya survey tempat ke lokasi ini. Saya harus berpikir 2 kali untuk menjadikan tempat ini lokasi outbound. Suasana singup, semak yang masih tinggi dan lokasi coban yang lumayan jauh, membuat saya terpaksa mencoretnya dari pilihan tempat. Tapi, kini semuanya berubah, lebih banyak fasilitas, lebih banyak pengunjung dan lebih banyak pembaharuan.

coban-rais-pemandangan
Jalan kaki menuju coban rais

Dalam kunjungan kali ini, kami tidak mengunjungi satupun wahana. Baik itu hammock yang bertingkat-tingkat, sepeda melayang, maupun taman bunga, juga tulisan i ❤️ you itu. Kami memilih langsung tracking menuju coban. Jalan sempit ini kurang lebih masih sama, tidak banyak perubahan berarti, hanya terdapat beberapa perbaikan jalan, dari awalnya tanah kemudian dilakukan pemasangan paving stone.

Jika ada yang belum tahu, mungkin ada baiknya menggunakan sandal ketika akan melakukan tracking ke coban rais. Dalam rute ini terdapat beberapa sungai yang harus dilewati, sehingga takutnya ketika nantinya menggunakan sepatu, dan kemudian basah akan menjadikannya licin. Selain itu, karena ada di lokasi pegunungan, air di lokasi ini lumayan dingin dibanding dengan kota Malang. Kalau dibandingkan dengan batu, ya 11:12 lah.

Karena perjalanan lumayan jauh, serta track yang sedikit naik turun. Bagi yang tidak biasa berjalan jauh, siapkan bekal secukupnya yah. Karena hampir sepanjang perjalanan, dan tiap bertemu pasangan muda mudi. Hampir selalu ada pertanyaan yang intinya seperti ini

coban-rais-pengunjung
makin siang, makin banyak pengunjung

Mas, cobannya masih jauh?

Dan jawaban dari kami, intinya kurang lebih “dekat kok mas/mbak, tinggal dua belokan lagi”. Yakan? Belokannya kan ada 2, kalau ndak ke kanan, pasti ke kiri. Jawaban ini semata-mata merupakan jawaban terpaksa, karena kata jauh atau dekat kan sangat menjadi pendapat pribadi masing masing. Nanti, kalau tak jawab dekat. Eh ternyata, dia merasa masih jauh, lalu kami dibilang pembohong. Padahal enggak, cuma perspektifnya aja yang beda. 😀

Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya pun saya sampai di lokasi. Foto sebentar, merenung yang banyak, dan kembali setelah kami bertiga merasa cukup dilokasi.

coban-rais-pemandangan
Lokasi coban, dari jauh
coban-rais-long-eksposure
salah satu sungai yang kebetulan dilewati

Terinisiasi.

Bisa jadi hal ini merupakan hasil perenungan di coban tadi, atau mungkin sekedar ide dari salah satu personil kami ketika melihat banyak nya sampah yang berceceran di sekitar perjalanan berangkat. Kami mulai untuk memungut sampah semampu kami sepanjang perjalanan pulang, yang notabene kebanyakan adalah botol aqua dan bungkus jajan.

Nemu satu, ya ambil satu. Nemu dua, ya ambil dua. Sampai kemudian terdapat satu bekas mantel plastik yang di biarkan begitu saja, hal ini otomatis mentrigger kami untuk menjadikan hal tersebut sebagai salah satu alternatif pengganti kantong sampah. Dan lumayan, sampah yang di pungut hampir bisa memenuhi bekas mantel tersebut.

coban-rais-melintasi-sungai
kerja bakti
coban-rais-terinisiasi-sampah
Nah, saya dibelakang sendiri

Begitu sampai di dekat lokasi keluar, kami pun menempatkan oleh oleh kami dari coban di tempat seharusnya yakni bak sampah di lokasi. Barulah setelah itu kami membersihkan diri seperlunya di air mengalir yang terdapat di sekitar lokasi.

Lalu pertanyaanya, darimana sebenarnya sampah dijalan tersebut? Padahal di lokasi coban tidak ditemukan toko serba ada?

 

One Reply to “Ada Yang Terinisiasi Di Jalanan Coban Rais”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *