Apa yang Berubah di Coban Watu Ondo?

Wisata coban tidak pernah bertambah, melainkan diperbaharui. Tatanan yang dianggap kurang aman, di pugar lalu diperbaiki. Tujuannya tidak lain agar semua elemen masyarakat yang berbeda umurnya bisa nyaman ada di wisata. Hal tersebut juga berlaku di Wisata coban watu ondo, yang kali terakhir saya kunjungi 5 tahun lalu.

Coban ini terletak di daerah Madiredo Pujon Malang (Google Maps). Coban ini sebenarnya terletak dalam satu wilayah dengan cangar yaitu di daerah Cagar Alam Raden Suryo, dimana jaraknya coban ini dari pemandian cangar sekitar 3 km. Tapi, tenang coban ini berasal dari sungai yang berbeda dengan cangar. Jadi, tidak perlu kuatir begitu main air, akan terkontaminasi air buangan dari cangar. Jika dihitung dari Malang lumayan jauh, tapi selama perjalanan pemandangan yang disajikan cukup menyegarkan mata. Belum lagi bagi penggemar apel, terdapat beberapa kebun dengan fasilitas petik langsung di kebun petani.

watu-ondo-pemandangan-sepanjang-perjalanan
Pemandangan sepanjang perjalanan

 

Coban ini menjadi tujuan secara acak, dengan rencana yang mendadak. Bersama dengan 3 orang lainnya, saya mengunjungi kembali tempat ini. Pukul 8 berangkat, dengan perjalanan sangat santai dan tiba disana jam 10 kurang. Jalannya bagaimana? Bagi yang mungkin pernah ke Cangar pasti akan tahu kalau jalannya naik turun, beberapa juga ada tanjakan lumayan curam. Jadi, bila merasa kurang tegen silahkan minta bantuan ke teman seperjalanan untuk menjadi pengemudi. Atau jika mobilnya agak rewel, lebih baik tidak dibawa kesini.

watu-ondo-coban-kecil
Ini coban yang lebih kecil

Begitu sampai yang dilakukan adalah, bayar tiket. Per orang Rp. 10.000,- ,kemudian motor di parkir dan mulailah berjalan. Di sini sepengetahuan saya hanya ada 1 warung saja, dekat loket karcis. lainnya ada 1 kamar mandi, juga dekat loket karcis. Ada juga beberapa gazebo, yang hanya dekat loket karcis, perengan di atas coban. Beberapa fasilitas yang ditambahkan antara lain adalah pagar pembatas, sehingga dengan memanfaatkan pagar ini pengguna bisa mengatur keseimbangan agar tidak jatuh maupun terpleset. Selain itu dibeberapa sudut pun telah diberikan kursi, meskipun sedikit tapi ada yang barangkali bisa membantu menghilangkan lelah dalam perjalanan menuju area coban.

watu-ondo-coban-lebih-besar
Coban yang lebih besar

Jika ditarik mundur 5 tahun lalu, kondisi ini jelas berbeda. Tarif masih Rp. 2000,-, parkir bebas, jalanan masih sepenuhnya tanah, tidak ada penjual, tidak ada pembatas, ya kalo nyungsep nyungsep dah. Sehingga diawal harus persiapan dulu, minimal air minum lah untuk keperluan dalam perjalanan. Tempat sampah pun hanya tersedia di dekat loket, dan kini semuanya sudah menjadi lebih baik. Alhamdulilah.

Di area coban ini sendiri, terdapat 2 coban. Dulunya dikatakan kembar, tapi kenyataannya berbeda. Yang satu alirannya lebih kecil dibanding lainnya. Tapi meskipun begitu, disekitar coban kecil ini anginnya lebih kencang dibanding yang lebar. Kenapa bisa begini? Saya juga tidak tahu. :D.
Bagi yang sekedar ingin berbasahan saja, barangkali coban ini bisa menjadi salah satu alternatif. Sekedar berendam di air dingin, dan lumayan jernih kecuali ketika banjir. Ya tentu saja, ketika hujan pengunjung lebih baik mengurungkan niat. Karena selain jalan menjadi licin, sungai pun di khawatirkan akan mengalami penambahan debit air.

Yak, diluar area ini sebenarnya di jalan menuju tempat ini terdapat jembatan yang biasanya digunakan untuk foto instagrammable. Saya sendiri tidak mengambil foto di jembatan tersebut, karena belum tertarik. Sehingga alasan untuk kesini antara lain adalah :

  • Perjalanan naik turun disertai pemandangan yang indah
  • Bisa mampir ke cangar
  • Feed instagram bertambah.

Sudah barangkali itu saja niat saya, kalau kamu memiliki keinginan lain. Temukan sendiri ya!

watu-ondo-long-exposure-on-river
Sungainya seperti ini dalam mode long exposure
watu-ondo-foto-lama
5 tahun sebelumnya

5 Replies to “Apa yang Berubah di Coban Watu Ondo?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *