Karena Ngetweet Adalah Sikap

Akun twitter saya masih tetap di @elfarqy, tidak terlalu aktif ngetweet tapi sejujurnya dalam sehari saya masih menyempatkan melihat timeline. Lewat fitur Twitter mobile baru “in case you missed it” , biasanya beberapa tweet dari akun pengguna lain muncul pada bagian tersebut. Terkadang salah satunya merupakan tweet dari akun pseudonim yang saya follow. Sebutlah saja @infomalang atau @PuspitaFm. Tidak semua tweet dalam tersebut adalah momen, bisa jadi muncul tweet berwujud retweet yang membuat saya bingung. Misalkan saja.

info arah
Tweet arus lalu lintas
Bukber dimana
Tweet mencari tempat buka bersama

Gambar pertama mempertanyakan perihal tempat buka puasa yang enak dimana. Sedang gambar kedua mempertanyakan perihal arus lalu lintas dari Malang hingga Surabaya.

Saya Sempat Bingung

Untuk kategori pertama, saya bingung di bagian ‘buka puasa yang enak’. Dari pengalaman hidup, saya belajar bahwa perihal makanan enak atau tidak itu relatif. Iya ndak sih? Mungkin jika suatu hari nanti saya ingin tahu makanan enak di Malang, sebelum bertanya pada infomalang. Saya akan melakukan hal ini:

  • Menentukan dulu makanan kesukaan saya apa, misal Makanan padang.
  • Lalu karena Kota Malang itu cukup luas, saya akan melakukan menentukan lokasinya. Misal Tlogomas.
  • Karena momen buka puasa sudah pasti macet, Jika berniat buka puasa di tempat maka saya mungkin akan menanyakan ketersediaan fitur pesan tempat.
  • Sehingga kurang lebih akan menjadi tweet “Min, tahu warung padang enak yang bisa dipesen buat bukber area tlogomas ndak?

Tapi, dibanding ngetweet, kenapa nggak memanfaat internet cepat dengan googling atau menggunakan aplikasi lain?

Untuk Kategori kedua, traffic. Padahal hampir semua orang yang menggunakan ponsel pintar, akan menemukan aplikasi maps di perangkatnya. Cukup hanya menyalakan koneksi internet mobile (lewat operator seluler atau menggunakan wifi mobile semacam MiFi Andromax dengan layanan smartfren 4G) maka akan segera didapatkan berita macet di google maps atau waze. Mungkin jika tidak percaya, saya sudah melakukan hal tersebut dan berhasil menemukan mana saja jalan macet yang lebih baik saya hindari.

Ataupun kalau memang benar benar ingin ngetweet dan bertanya pada infomalang. Saya sih menganjurkan seperti halnya cara di awal tadi, kurang lebih semacam ini:

  • Menentukan dulu lokasi yang akan saya lewati, misal dalam kasus ini ke surabaya. Maka lewat mana? dan dari mana?
  • Mau menggunakan angkutan apa dulu, angkutan umum atau pribadi.
    Ada baiknya juga menyebutkan waktu, menurut saya ya kalau tengah malam kebanyakan sih lebih lancar dibanding waktu kerja.
  • Sehingga kurang lebih akan menjadi tweet “Min, lalu lintas di pasar lawang macet ndak saat ini?

Sampai tulisan ini diterbitkan pun, saya sering menemui hal hal serupa pada fitur “In case you missed it“. Harapan saya tidak lain, semoga admin akun akun bermanfaat tersebut diberikan kesabaran yang besar dan akun yang melakukan tweet segera diberikan kemudahan untuk mengakses informasi juga kelapangan waktu, sehingga bisa lebih bijak jika bertanya.

 

Akhir kata, Tulisan ini tidak bermaksud menjelekkan atau mengejek, tapi alangkah baiknya jika sebelum bertanya kita mengoptimalkan kinerja smartphone. Karena ngetweet adalah sikap yang bisa kita kontrol.

Selamat ramadhan, semoga puasa hari ini menyenangkan.