Pelajaran Penting dari Pantai Batu Bengkung

Akhir-akhir ini hidup saya penuh dengan drama, tapi tenang ini bukan drama rusia yang ada di pertelevisian. Apalagi drama telenovela.

Saya pingin main! Tidak ada hubungannya sih dengan kalimat awal tadi, tapi saya pingin main! Sempat mengirimkan pesan pada beberapa teman untuk melakukan ajakan namun ditolak, kesibukan masing-masing menjadi salah satu alasan utama. Sore itu saya merasa gagal karena tidak punya teman jalan-jalan, hingga akhirnya tetiba ada sms masuk.
“Ga pengen maen? kosku wes mau abis loh!”
Continue reading “Pelajaran Penting dari Pantai Batu Bengkung”

Nongkrong di Slasar, Kenapa Enggak?

Waktu terus berlalu, perubahan banyak terjadi. Termasuk adanya tempat nongkrong privat di fakultas Saya. Tempat nongkrong ini belakangan ada kurang lebih setelah 2 tahun masa perkuliahan. Saya menyebutnya “Slasar“, terserah yang lain mau menamainya TTS (taman tengah saintek), taman saintek, taman lantai satu atau apalah. Buat saya namanya Slasar, sudah. Kengototan ini barangkali merupakan penganugrahan sekaligus untuk mengenang desainer tempat ini, yaitu teman-teman Teknik Arsitektur.  Tidak mudah barangkali, melakukan permodelan taman sedemikian rupa sehingga menciptakan nuansa yang enak. Hal ini karena, lha wong tidak ada tempat nongkrong lagi di kampus tercinta ini kecuali masjid. 🙂
Continue reading “Nongkrong di Slasar, Kenapa Enggak?”

Menyelesaikan Revisi Skripsi di Taman Baca Batu

Laporan ilmiah langsung fix gitu ga bisa yah? Saya kan pengen nya cepet selesai, dan segera rabi menyelesaikan tanggungan lainnya. Revisi laporan sepertinya sudah menjadi aktifitas rutin harian, belum lagi soal presentasi dan tentang aplikasi yang melengkapinya. Maklumlah, sebagai mahasiswa yang tersesat di jurusan Teknik, laporan ilmiah nya juga harus dilengkapi dengan implementasi berupa software dan semacamnya. Yang mana menyelesaikan Aplikasi juga salah satu petualangan yang nggak kalah seru. (cukup sampe sini aja curhat nya)
Continue reading “Menyelesaikan Revisi Skripsi di Taman Baca Batu”

Yuk Tersesat di Labirin Coban Rondo

Setelah sekian lama tidak jalan kemana-mana karena berbagai kesibukan aktifitas, Saya menjadi manusia kurang piknik. Kata kurang piknik ini biasanya dikaitkan dengan sikap sok serius, kurang guyon, kurang senyum, barangkali kusut, kumel, dan sejenisnya. Secara tidak sadar, akhirnya Saya main sebentar ke salah satu wisata di kota Batu. Coban Rondo namanya. Dua tahun lalu, kali Saya terakhir main di wisata ini. Tidak sadarnya, karena memang belum ada rencana. 😀

Continue reading “Yuk Tersesat di Labirin Coban Rondo”