Makan Indomie The Next Level di Rumah Temen

Indomie the next level, kurang lebih begitu saya menyebutnya. Diawal adanya mie instan, saya berekspektasi bahwa apa yang ada didalam bungkus itu akan sesuai dengan penampakan bungkusnya. Cantik, indah, dan menggemaskan. Nyatanya, bungkus dan isi sama di mie instan terkadang cuma khayalan anak kos di tanggal tua. Tambahan berupa nasi pun harus dilakukan, harapannya sih sesuai dengan kebutuhan kalori. Beuh, melas banget kayaknya jadi anak kosan? Tapi nggak juga tuh, dan nyatanya sekarang indomie sudah menuju ke level lebih tinggi.

Continue reading “Makan Indomie The Next Level di Rumah Temen”

Membahas Kopi di After Taste

Ada waktu kosong lagi di rabu sore, yang kemudian terisi oleh nongkrong di warung kopi. Nantinya, mungkin tempat ini bakal jadi tempat jujugan Saya ngopi di sekitaran sengkaling lagi. Namanya After Taste, terletak di pertigaan setelah pemandian sengkaling dari arah kota Malang menuju kota Batu. Bersama 4 orang lain, saya janjian di tempat ini jam 5 sore. Ngobrol santai acak, dan kebanyakan adalah rasan rasan positif dengan harapan muncul ide liar.

after-taste-jawa-ijen
Jawa ijen

Continue reading “Membahas Kopi di After Taste”

Makan Lima Ribu di Warung Bu Eni

Sejujurnya, saya seorang mahasiswa yang selalu berusaha hemat dalam setiap aktifitas yang Saya lakukan. Misalkan saja untuk berangkat kuliah, mencari rute paling pendek, tidak macet, merupakan hal yang selalu saya lakukan. Apalagi soal ngerjain tugas dan lain sebagainya. Tidak terlepas juga soal makan, ya bagaimana lagi ini adalah salah satu kebutuhan primer. Baiklah makan yang saya maksud disini adalah makan pokok, makan nasi dengan lauk. Bukan nyemil, macem bakso. Eh, bakso cemilan emang? 😀
Continue reading “Makan Lima Ribu di Warung Bu Eni”