Dari Kopdar ke Kopdar

Hampir seminggu sudah dan Saya berdiam diri dirumah saja, tidak seperti biasanya yang lebih banyak menghabiskan waktu di kota atau di jalanan. Nganggur? Enggak juga sih, tapi emang kebutuhan di kota terpotong lantaran liburan. Sehingga mau tidak mau, rumah menjadi tempat persinggahan paling nyaman.

Secara tidak sengaja dan juga memang bosan, Saya mengumpulkan beberapa jadwal acara untuk hari minggu. Yang rencananya akan saya ikuti sebagai salah satu cara refreshing sekaligus belajar dan tentu saja menjaring pertemanan.list acara tersebut berisi antara lain: Kopdar dengan komunitas tumblr(@KITAJatim), kelas netiquette (@AkberMlg), dan pagelaran seni topeng di pakisaji.

Dalam list yang Saya buat, ketemu jadwal acara yaitu dimulai pada jam 15.30. yaitu bertemu dengan teman-teman komunitas tumblr. Tidak ada acara resmi atau apa sih, cuma sekedar kopdar. misi saya di kopdar ini adalah belajar dasar seni menulis huruf, biasanya dikenal dengan nama lettering. Lewat guru besar lettering Malang mas @dimazfakhr, saya menimba ilmu dasar soal lettering yang secara umum bisa dijabarkan hingga 2 jam kurang lebih. Saya tidak berdua saja dalam kopdar ini, ada @geserdikit, @lutfiavilian, @tyasiyess, @ayisafarilah, @fwri, @koko, dan @temannya-geserdikit.

kopdar tumblr
Tim lengkap kopdar awal


Lewat kopdar ini Saya mengenal beberapa kosa kata baru, semisal serif type, sans type, script type, ascender, descender, swash dan lain sebagainya. Penjelasan demi penjelasan, Saya berusaha pahami dengan keras dan garuk-garuk kepala. Karena bagaimanapun dalam dunia persilatan ini Saya belum banyak membaca, lebih sering menggambar sekarepah dibik. Gambaran Saya memang nggak terlalu bagus sih, bahkan bisa dibilang jelek tapi setidaknya bisa menjadi wahana untuk tidak selalu berada di depan komputer. 😀

Inti dari pelajaran lettering adalah latihan, latihan, latihan! Selain itu juga seenggaknya tahu aturan dasar dari tipe huruf yang akan digambar, secara simpel bisa Saya katakan seperti itu. Sebenarnya dalam kopdar itu juga terdapat pembahasan lain semisal kaligrafi, lettering tools dan beberapa lainnya. Yang jelas buat awal penting harus ada niat, kalo tanpa niat bakal males kan buat latihannya. Saya mengakhiri pertemuan lebih cepat, semoga saja bisa disambung lain waktu. Dan berlanjut meneruskan agenda pada kelas Nettiquette-nya Akber Malang.

Saya cuma murid Akber saja, tapi karena kebetulan menjadi figuran untuk menyalakan proyektor walhasil saya hadir tepat waktu. Jam 18.25, Saya memparkir motor di lokasi kelas akber malang. Juara! Juara hadir nomer 5 lah setidaknya, sudah ada beberapa panitia di lokasi. Waktu berselang, satu persatu kemudian peserta datang dan tentu saja kelas dimulai. Dalam kelas ini terdapat beberapa praktisi sosial media di wilayah malang raya, tentu saja tidak dalam rangka komparasi follower. Tapi bagaimana membahas etika bersosial media, baik cara mengkritik, cara baper positif, lakukan dan jangan lakukan di sosial media.

Kelas Akber Malang
Udah jelas kan slide nya bahas apa?


2 jam, 4 pemateri. waktu yang terlihat panjang dalam tulisan, tapi dalam ruangan itu akan sangat berbeda. Beberapa peserta yang hadir pun juga merupakan admin dari akun-akun penting di Malang Raya. Wah, bagi saya yang bukan apa-apa, minder iya, sungkan iya, merasa bingung iya, tapi toh dalam rangka belajar kan semuanya sama? Iya nggak sih? 😀

Materinya emang apa Al? Bisa sih ditulis, tapi saat dikelas saya nggak mencatat pun juga nggak ngetwit. Tapi hal yang saya ingat dari pertemuan itu adalah:

“Media sosial itu berlaku seperti halnya dunia nyata, dianggap serius atau enggak itu keputusan masing-masing..”

Untuk yang pengen tahu maksudnya apa dan anu-nya gimana, kontak aja sama pembicara waktu itu. Bisa jadi lewat direct message(DM) atau lewat email. Salahnya sih gak hadir kemarin, kemana aja coba minggu malam? Kan udah tau besok Senin. Lho curhat.. Baiklah. Acara selesai hampir jam 10.00, tapi saya sampai di rumah hampir jam 11. Maklum, pemilihan jalan menjadi pertimbangan utama.

Kopdar ke kopdar
Dapet oleh oleh kaos, gantungan kunci, cd, dan ilmu baru.

Dua acara bisa saya hadiri, dua lainnya tidak. pertunjukan tari topeng malangan dan sarasehan pameran foto ngadas. ke 4 acara ini adalah acara asik buat diikuti tapi apalah daya hayati, andai bisa jadi Naruto atau Meepo. Ah, salam super! Kalo misal yang baca nanti punya acara, kabarin aku ya. Kali aja bisa ketemuan gitu. 😀

Silahkan bongkar bongkar blog nya akber ya buat tau apa aja materinya, kan saya nggak nulis materi disini

 

4 Replies to “Dari Kopdar ke Kopdar”

  1. Waaah kok enak ya entuk kaos, CD, dll hahaha. Aku yo gelem meluuuu.

    Penasaran karo hasil belajar letteringmu nih. Soale aku seneng ndelok tulisan apik. Aku yo wis follow akun2 lettering ndik instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *