Food Warrior, Kuliner Indie Malang Berfusi

Hujan deras sempat menjadikan saya telat datang 1 jam ke acara launching food warrior malang. Padahal menurut Google Maps, jika perjalanan normal waktu tempuh yang dihabiskan hanya 15 menit. Ya tapi bisa apa, selain menunggu hujannya sedikit mendingan. Untunglah, ketika tiba acara baru saja dimulai. Terima kasih panitia, telah mentolerir alasan klise saya.

Jika diurutkan kurang lebih aktifitas saya ketika datang adalah parkir, menuju tempat acara, begitu sampai mengisi daftar hadir, meletakkan tas, makan, minum, makan, makan, duduk mendengarkan. Meskipun sedikit banyak makan, saya tetep mendengarkan dengan seksama kok. Bukan karena apa, tapi mubazir kan kalau ada makanan kemudian tidak dimakan. Selang beberapa waktu, camilan saya habis beriringan pula acara dimulai.

P_20161113_152454-01
Pas acara dibuka

diawali dengan ucapan terima kasih dari panitia penyelenggara, dan beberapa pihak sponsor. Setelah itu, kemudian diadakanlah diskusi panel antara panitia dan peserta. Ya, tentu saja lewat momen ini saya jadi paham apa itu Food Warrior Malang.

Jadi begini..

Once upon a time, there was a gold fish, and he was all alone. The end

Oh, bukan. Maaf, terketik narasi iklan tivi.

Food Warrior Malang merupakan tempat berkumpulnya para penggiat industri kreatif kuliner di Malang. Komunitas ini memiliki visi yaitu menjadikan kuliner indie kota Malang lebih berkembang.

Full peserta - Pinjem gambar dari nengbiker.com
Full peserta – Pinjem gambar dari nengbiker.com

Ya, mungkin saat ini sebagai warga Malang, beberapa berpikir bahwa sudah banyak sekali jenis makanan yang ada di Malang raya. Lalu apa yang bakal dikembangkan? Mungkin bagi warga Malang sudah terlalu banyak pilihan, tapi kemudian ketika berada diluar wilayah Malang ataupun pengunjung luar malang yang berkunjung. Pilihan makanan ini akan hanya menuju pada beberapa 2-5 jenis makanan saja. Sedangkan, sesuai dengan statement awal. Warga malang sudah memiliki banyak pilihan makanan, tapi pengunjung belum tahu.

Mbulet yah?

Intinya adalah, Malang punya banyak pilihan kuliner, tapi pengunjung luar malang belum banyak yang tahu. Jadi, lewat komunitas ini. Selain bisa menjalin persaudaraan dan berbagi info sesama anggota, ke depannya pun akan dilakukan berbagai macam aktifitas untuk meningkatkan ketrampilan anggota baik secara teknis maupun non teknis.

Lalu dapat manfaat apa ketika gabung?

  • Mendapatkan informasi lebih cepat, ya berbagai macam informasi sih. Misal kebijakan baru, atau peraturan baru.
  • Banyak tempat untuk berbagi, baik bagi pemula untuk belajar, maupun bagi yang sudah lama untuk tidak lupa berinovasi.
  • Bisa juga sebagai movement untuk satu gerakan untuk Malang raya dari sisi kuliner
  • Juga banyak lainnya sih, yang belum bisa diketik di blog ini. Termasuk kali aja nanti terketik di blog ini (padahal blognya juga jarang viewsnya).

Bukan pemilik warung, dapet keuntungan Juga loh

Food Warrior pun membuka kesempatan pula bagi teman dari komunitas lain yang semisal membutuhkan tempat untuk acara kopdar, acara acara ramah tamah, bahkan hingga kerjasama yang berprofit semisal jualan buku dan kaset rekaman lagu milik pengunjung. Asalkan di obrolkan dulu agar tercapai kesepakatan ya.

Sae toh?

Jadi, yang berminat gabung buruan gih kontak ke Instagram Food Warrior, Kontak disana aja biar tahu apa syarat dan ketentuannya. Tapi yang paling mendasar sih tadi disampaikan untuk selalu hadir ketika ada kegiatan, lebihnya bisa dihubungi via personal. Atau dengan datang saja ke salah satu warung, dan tanya pemilik nya, berikut adalah list warungnya:

Barangkali itu, apa yang saya rekam dari perbincangan lama tapi terasa singkat di lokasi. Sampai disini jika ada yang dibingungkan, bebaskan diri untuk berkomentar. Semangat pagi!

2016_1113_05001900-01-01-01
Full squad bloggerngalam
IMG-20161113-WA0047-01
Vandalism

4 Replies to “Food Warrior, Kuliner Indie Malang Berfusi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *