GoodLife Ramen, Tidak Sepenuhnya Good

Kondisi Batu dan Malang tidak jauh berbeda dalam benak saya, pun juga termasuk cuacanya. Terlepas dari suasana hujan yang labil, hujan cuma dilingkup lokal desa dan desa sebelahnya tidak hujan.

Hujan ini sering terjadi di Malang atau Batu akhir-akhir ini. Misalnya saat berkunjung ke Alun Alun batu sekedar lewat untuk rehat dan sholat. Tetiba hujan datang dan mengeroyok Saya, kenapa nggak satu-satu aja coba. Kali aja bisa jadi semacam film Matrix, menjadi slow motion perlawanan dengan rintik hujan. *halah :DHujan Alun Alun Batu di  sabtu malam, memaksa untuk berteduh sesegera mungkin . Dari pemilahan sekian warung yang ada sekitar alun-alun, dipilih 3 kandidat Milkiyaki, GoodLife Ramen, Kopi Letek. 2 tempat (Milkiyaki dan Good Ramen) merupakan tempat baru ini barangkali alasan dia berada di posisi 3 teratas, sedang kopi letek adalah warung yang sedang saya impikan untuk ambil gambar. Makin dibiarkan, hujan ini makin deras.Mungkin lewat doa orang tersiksa di sabtu malam, eh tapi juga ga bisa apa-apa sih.GoodLife Ramen jadi pilihan, kebetulan dia memiliki nilai tambah jarak dengan posisi saya saat itu. Selain itu tambahannya adalah Ramen, hujan, macetnya Batu, Ketinggian adalah Kombinasi tepat. :DGoodLife Ramen terletak di sebelah selatan alun alun, ketika saya mengunjungi tempat ini tersedia 2 jenis ramen yang ditawarkan. Ikaramen(Kuah Cumi) dan Dashiramen(Kuah Tuna), Barangkali karena ramenya sabtu malam yang tersedia cuma Dashiramen saja.Jadi, Saya pesan Dashiramen dan lemon tea sama mas-mas kasir.
Rooftop buka mas?” tanya saya.
“Oh iya mas, bisa di pake kok. Ini mau disana” jawabnya menimpali.
“Iya”
“Mau yang ada tambahan ini apa engga mas?” sambil menyodori isian yang biasanya ada di ramen, entah namanya apa.
“biasa aja deh mas.” lalu saya melanjutkan ke rooftop

Yak rooftop nya masih belum sepenuhnya selesai, saya kira. Karena ketika sampai, ada beberapa peralatan yang masih belum tertata rapi. Tapi, saya tetep mau duduk di rooftop menikmati lampu di alun-alun batu. Ada 3 pilihan lantai di warung ini, lantai bawah kursi, lantai 2 lesehan, lantai 3 rooftop pakai kursi.

10 menit berlalu..
Teh nya datang, lumayan ukurannya agak jumbo.

3/4 teh berlalu..
Dan ramennya baru datang.

Hitungannya menggunakan teh, bukan waktu. Karena saya kira lamanya waktu menunggu sajian ramen tadi. Entah karena sebab apa menyajikan jadi selama itu.

Mie ramen
Penampakan ramen

Begitu datang, ramen yang dihidangkan lumayan banyak. Dan alhamdulilah, suasana perut sedang lapar. Maklumlah, lari dari hujan kenangan butuh banyak tenaga. Tapi dari perjalanan saya makan ramen di Malang, ramen ini terlihat beda. Lebih plain istilahnya, tidak terlalu berisi. Barangkali apa gegara tadi ditawari nolak yak?

Jadi, kesimpulannya kalau maem disini:

  • Harus lebih sabar dari biasanya, untuk menyajikan porsi lumayan banyak juga butuh waktu.(Mungkin)
  • Juga pesennya jangan yang biasa, biar isinya banyak.

Lampu Alun – Alun Batu masih belum padam, berbanding terbalik dengan hujan. Saya putuskan pulang, dengan 2 Catatan itu ada dibenak.

12 Replies to “GoodLife Ramen, Tidak Sepenuhnya Good”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *