Grebeg Tengger, Upacara Adat Suku Tengger di Malang

Seperti yang pernah Saya tulis sebelumnya di salah satu paragraf tentang Malang Raya, bahwa banyaknya pilihan soal wisata. Pun juga soal budaya! Mungkin selain tentang pentas teater, Anda akan menemukan upacara adat. Misalnya saja,  kemarin Saya sempat tahu info dari salah satu grup tentang akan diadakannya acara grebeg tengger tirto aji di wana wisata wendit.

Grebeg tengger tirto aji ini sebenarnya merupakan acara untuk mengucapkan syukur kepada pencipta atas limpahan nikmat yang diberikan dalam satu tahun. Secara umum pesertanya merupakan warga suku asli tengger, yang mana suku ini tersebar di beberapa wilayah kabupaten yaitu Kab. Malang, Kab. Lumajang, dan Kab. Probolinggo. Dalam acara ini terdapat beberapa prosesi, untuk di Wendit sendiri meliputi arakan tari, lalu pembacaan do’a, pengambilan air suci dan dilanjutkan dengan grebeg tumpeng. Sedang menurut salah satu bapak yang Saya tanyai, untuk disekitar ngadas dan wilayah bromo sebelum berangkat ada upacara ceremonial tersendiri.
Sesuai dengan informasi, acara grebeg tengger akan dilaksanankan di wana wisata wendit pukul 08.00. Saya sudah ada dilokasi sejak pukul 07.45 dan ternyata acara molor hingga pukul 09.00. Tidak ada masalah sebenarnya dengan kemoloran ini, maklum ternyata hal ini dikarenakan jarak dari peserta yang cukup jauh dan macet nya perjalanan dari lokasi peserta menuju ke lokasi pelaksaanaan acara. Di sela waktu yang lumayan jauh tersebut saya habiskan dengan berkeliling sekitar wendit, maklumlah hampir 3 tahunan tidak melakukan akses pada lokasi ini. Dan kesimpulannya mungkin akan saya tulis pada bagian lain. :DNah, sampai akhirnya secara tidak sengaja menemukan tempat persiapan dari para penari yang nantinya akan tampil dari acara. Dan tentu saja foto-foto sebentar.

Grebeg-tengger - pre-pentas-tari
pre pentas tari

grebeg-tengger-berbagai-macam-tumpeng
Berbagai macam tumpeng

Karena lokasi persiapan penari agak nylempit, membuat saya hampir ketinggalan rombongan yang membawa arak-arakan tumpeng.

Saya bergegas menuju rombongan grebeg tengger yang baru saja datang dari lokasi masing masing, yang saya lakukan adalah mengambil gambar untuk koleksi pribadi saja. Sebentar waktu saja berjalan, Hingga akhirnya saya bertemu dan ngobrol panjang lebar soal upacara ini dengan salah satu peserta. Namanya pak suwoto. Dalam pembicaraan itu beliau menjawab banyak pertanyaan saya, termasuk juga menceritakan bahwa sebenarnya ada hubungan yang tak bisa dijelaskan antara wendit dan wilayah suku tengger. Misalkan saja ketika di wilayah tengger kekeringan, air di wendit akan tercium bau bunga. Barangkali penjelasan ini yang kemudian sulit dijelaskan. Sebagai bagian masyarakat modern, saya antara perasaan percaya dan tidak percaya 😀

Upacara grebeg tengger ini dilaksanakan sesuai dengan perhitungan dari suku tengger, soal tanggal ini agak membingungkan. Saya sendiri lupa ketika acara ini dilangsungkan dalam bulan apa dalam perhitungan masyarakat tengger. Nama bulan berbeda, barangkali salah satu penyebabnya. Sebenarnya ada banyak macam upacara kebudayaan yang biasa di lakukan oleh suku tengger. Tapi yang jelas spoilernya kalo tidak salah akan ada upacara di bulan syawal nanti lokasinya di bromo. Saya datang? entah melihat situasi dulu.

Arakan berbagai macam tumpeng mengawali rangkaian acara grebeg tengger ini, ada yang berbentuk nasi kabuli, buah-buahan dan sayuran. Arakan ini menuju pendopo di wendit. Seperti biasa ada pembukaan dari panitia yang berhubungan, lalu doa. Selesai itu barulah muncul para penari “bedoyo lok suruh”. Saya kurang tahu soal tari ini, karena memang tidak dimungkinkan bertanya pada penarinya di awal tadi. Yang jelas penari terdiri dari 9 orang, 1 pangeran, 1 kera putih, dan 7 mbak mbak cantik dengan kostum mejikuhibiniu(tahu kan ya? merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu). Saya favorit sama mbak yang warna hijau dan biru. 😛

grebeg-tengger-7-penari-favoritmu
Jadi, Favorit yang mana?

Setelah menari dengan indah di pendopo, rombongan penari ini menuju sendang widodaren bersama suku tengger yang membawa arakan tumpeng tadi. Dalam ritual ini, terdapat dukun tengger membacakan semacam doa dalam bahasa jawa yang belum saya pahami. Dilanjutkan dengan pengambilan air dari sumber dengan kendi oleh 7 mbak mbak tadi, untuk kemudian digunakan sebagai salah satu syarat dalam upacara ini. Setelah air selesai diambil, barulah tumpeng kemudian diperebutkan oleh seluruh peserta dalam grebeg tengger. Walaupun saya sangat dekat dengan tumpeng, saya nggak dapet apapun. Kelihatanya saya nggak diberkahi di acara itu deh. Baiklah..

grebeg-tengger-dan-tumpeng-nasi-kebuli
tumpeng nasi kebuli, setelah digrebeg

grebeg-tengger-suasana-berebut-tumpeng
suasana berebut tumpeng

Acara penutup sebenarnya adalah larung, namun karena sangat tidak mungkin larung dilakukan di wisata wendit. Bebek dijadikan ganti larung ini. Ketika dilepas, dan menjadi tontonan baru bagi peserta. Kenapa? lha bagaimana ada beberapa anak kecil berkejaran dengan bebek tadi di wendit, renang mengitari wendit. Tentu saja barang siapa bisa mendapatkannya akan dapat bebek goreng gratis. 😀

grebeg-tengger-larung-bebek-warna-putih
Berburu bebek! wk wk wk

grebeg-tengger-hiburan-tayub
Tayub, sudah tahu apa itu?

Saya anggap sampai larung tadi, acara sudah selesai. Saya meninggalkan wendit dengan perasaan bahagia. Meskipun kemudian ada hiburan berupa tayub tradisional, yang saya acuhkan. Meskipun para peserta dari tengger masih makan, dan saya nggak dapet. Meskipun mbak hijau sudah dijemput mas nya. Duh! Saya tetep pulang…

 

2 Replies to “Grebeg Tengger, Upacara Adat Suku Tengger di Malang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *