Gunung Banyak, Paralayang, dan Taman Langit

_DSC0131-1
Sebelum menulis ini, saya sempat melakukan Googling dengan keyword “paralayang elfarqy”. Harapan saya dari pencarian tersebut saya akan menemukan catatan lama perihal kunjungan ke Paralayang atau Gunung banyak. Nyatanya, saya sendiri memang belum pernah menerbitkan tulisan tentang gunung banyak sehingga saya mendapati hasil yang tidak sesuai. Sebelum kunjungan terakhir kesana saya perbarui bulan september ini, terakhir kali kesana kurang lebih sekitar 2 – 3 tahun ke belakang. Banyak hal berubah di sekitar lingkungan ini, mulai dari parkiran hingga tampilan wisata yang ditawarkan dilokasi. Misalkan saja Taman Langit Gunung Banyak dan Taman Kelinci.

Gunung banyak merupakan salah satu bukit yang terdapat di kota batu, secara detail terletak di Desa gunungsari kecamatan bumiaji kota batu. Bisa diakses lewat arah coban rondo, searah dengan jalur menuju kediri atau lewat pertigaan menuju daerah songgoriti. Ah, sulit untuk menjelaskan lebih lengkap perihal ancer-ancer. Untuk itu, Jika kesulitan mengerti ucapan saya link (Google Maps) akan membantu. Sekedar saran, jika Anda mengendarai motor matic, saya merekomendasikan untuk lewat jalur searah dengan coban rondo. Tanjakan jalur ini lebih ringan dibanding dengan jalur searah dengan songgoriti dari segi kecuramannya. Utamanya ketika wilayah Malang Raya sudah memasuki musim penghujan.

Gunung Banyak

Sebagai informasi, september kemarin. Saya mengunjungi lokasi ini mengendarai motor. Sampai di loket, kami membayar Rp. 15.000,- untuk tiket masuk sekaligus parkir. Selanjutnya dari loket, kami menuju ke tempat parkir tidak jauh dari tempat pembelian tiket tersebut. Saat ini, terdapat 3 tempat parkir yang disediakan di sela-sela jalan. Saya sendiri memilih lokasi parkir paling atas, pertimbangan akan lebih dekat dengan lokasi serta nanti ketika hujan tidak terlalu jauh mengambil mantel. Namun hal yang perlu diwaspadai adalah ketika parkiran atas penuh, mau ndak mau ya harus parkir di bawah.

Setelah motor terparkir, karena lapar. Saya memutuskan untuk membeli makanan berat. Sebenarnya hati ini ingin membeli mie instan, tapi karena memang lapar cukup berat saya mengurungkan niat awal dan memilih membeli soto ayam. Kisaran harga makanan di sekitar lokasi antara 5 ribu – 25 ribu per porsi, soto ayam milik saya sendiri harganya 15 ribu. Sedang untuk kopi(sachet)nya 8 ribu. Untuk ukuran perut lapar, makanan ini cukup enak kok. Kalaupun memang membawa bekal, masih diperbolehkan di lokasi paralayang. Oh ya, dalam warung pun terdapat peraturan yakni dilarang membawa permainan ataupun nongkrong, Habis makan ya segeralah keluar dan nikmati pemandangan diluar. Saya taat peraturan tersebut, sehingga begitu selesai membayar makanan sesegera mungkin saya keluar.

Suasana diluar cukup sejuk, ditambah dengan mulainya musim penghujan di sekitar Malang raya, jadilah langit sedikit mendung. Tapi cukup menyenangkan kok untuk sekedar jalan-jalan di Gunung banyak baik ke lokasi lepas landas Paralayang, ataupun sekedar bermain ke taman langitnya.

Taman Langit Gunung Banyak

Area ini berada di sebelah kiri tempat parkir, yang mana setelah naik dari tempat parkir, pengunjung akan dihadapkan pilihan ke kiri menuju taman langit dan ke kanan akan menemui landasan pacu paralayang. Saya ke landasan paralayan dulu, kemudian barulah kembali ke lokasi ini.

Begitu memasuki area setelah membayar karcis, Pengunjung akan menemui gapura buatan yang tidak bisa saya ceritakan dengan detail bentuknya. Setelah itu berturut-turut pengunjung akan menemui Patung Angsa besar, Tempat istirahat beberapa diantaranya mirip iron throne(kursi ikonik di Game of Thrones.), hammock bertingkat, beberapa patung mirip peri, pos pantau, hingga semacam rumah pohon. Sampai pos pantau pilihlah jalan pulang yang berlainan, bisa jadi Anda akan menemukan tempat foto dengan tampilan papan seluncur dan sangkar burung. Di tempat tersebut pengunjung bisa melakukan pengambilan gambar dengan gratis. baik dengan kamera telepon seluler maupun bukan kamera telepon.

Bayar? Yap, untuk masuk ke lokasi ini pengunjung diharuskan untuk membayar retribusi sebesar Rp.10.000,- untuk pengelolaan lokasi. Ya, kalau bukan pengunjung, siapa lagi yang akan tetap membiayai perawatan lokasi wisata tersebut? Jadi, yang perlu diingat adalah bayar untuk merawat lokasinya agar tetap bagus dan bisa menjadi lokasi swafoto. Saya mengunjungi lokasi ini pada siang hari, jadi beberapa tempat ikonik bisa diambil gambar nya dan menjadi berita pembaharuan pada media sosial. Untuk malam, saya belum pernah ke gunung banyak. Saya mengharap jika nanti ada yang pernah, ceritakan sedikit dong. Barangkali apa ada penampakan bimasakti di lokasi ini, kalo ada boleh deh ajak main saya ketika malam.
_DSC0001-1

_DSC0102-1

_DSC0052-1

_DSC0038-1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *