Jalan Kaki ke Pantai Dung Celeng dan Pantai Pulo Doro

_DSC0124-19
Tulisan lanjutan dari pantai Bantol, adalah pantai Dung Celeng dan pantai Pulo Doro.

Untuk mencapai pantai Dung Celeng dan pantai Pulo Doro, Anda cukup berjalan beberapa menit saja dari pantai Bantol. Selama perjalanan, saya merekomendasikan untuk membawa air secukupnya, mengingat perjalanan ini lumayan melelahkan disertai pantai yang cukup panas ketika siang hari.

Pantai Dung Celeng

Dalam perjalanan dari pantai Bantol, Anda akan melewati hutan semi rawa rawa. Jadi, jangan heran jika kemudian Anda akan digigit serangga selama perjalanan. Bisa jadi membawa lotion anti nyamuk akan membantu Anda untuk mencegah hal itu terjadi. Saya sendiri sih, mendapati bentol-bentol di beberapa lokasi. Maklum, selama di pantai saya menggunakan pake celana pendek. Bagi Anda yang tidak camping di pantai Bantol, lokasi ini bisa jadi alternative untuk Anda mendirikan tenda.
_DSC0144-23

Kalau dari googling katanya sih, bentuk pantai ini cekung sehingga ombak tidak terlalu tinggi dan juga pemandangan bawah laut cocok buat snorkling. Ingin sekali membuktikan bagian snorkling nya, tapi pas kesana saya belum punya kesempatan :(. Sedang sisi lain, saya sudah membuktikan cekungannya. Benar saja, ada 1 cekungan di bagian barat dari pantai yang cukup luas ini. Dalam cekungan tersebut air lebih tenang dibanding pantai sebelah timur. Cekungan tersebut dibentuk oleh semacam pulau kecil yang mengapit. Sama sama memiliki ombak tenang, tapi jika dibandingkan dengan pantai bantol pantai Dung Celeng sedikit lebih dalam. Jelasnya, tetap saja pantai ini bisa jadi pilihan yang asik untuk renang.

_DSC0163-29

Sekedar catatan, pasir di pantai ini kebanyakan merupakan cangkang hewan ataupun batuan karang yang mati sehingga, bagi yang ingin bermain pasir saya sarankan main di tempat selanjutnya yakni pantai Pulo Doro.
_DSC0154-28

Pantai Pulo Doro

Sebenarnya saya mengurungkan niat ke pantai ini, Selain karena menurut saya pantai ini paling luas diantara 3 pantai lainnya. Situasi yang cukup mencekam menyertai perjalanan saya menuju pantai ini. Jika sebelumnya saya menghadapi rawa, untuk menuju pantai ini saya melewati hutan pantai dengan sedikit kabut, yang entah darimana kabut itu muncul begitu saja di tengah siang bolong. Dan begitu keluar dari hutan menuju pantai, ternyata pengunjung pantai itu cuma 2 orang saja.

_DSC0229-38

Meski begitu, masih sempat sempatnya menjamah pasir yang lembut. Pasir pantai nya mirip pasir di pantai ngudel, yang begitu putih dan lembut. Tapi tetep aja kalau siang agak sedikit panas. Di awal sih, bibir pantai bakal kelihatan kotor banget. Selain sampah yang belum terurai baik berupa plastik dan sampah lain yang entah dari mana, pasir di pantai ini mengandung semacam lumut yang terbawa air laut. Jadi, ketika kering, akan terlihat kotor.

_DSC0202-35

_DSC0200-34
Karena memang diawal sudah niat singgah sebentar, maka saya kemudian segera beranjak menuju start perjalanan yakni pantai bantol. Untuk sekedar beristirahat menikmati laut, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan kembali ke realita di kota. Oh ya hampir lupa, selain itu di lokasi pantai bantol sudah ada 6 kamar mandi dengan air tawar didekat pantai dan musholla yang dekat dengan parkiran. Tapi selalu saja ada yang kurang, yakni tempat sampah yang cukup memadai. di salah 2 pantai tidak saya temui tempat sampah, tapi tetap saja jumlah pengunjung juga selalu ada dan membawa bekal. bagi Anda mohon kondisikan sampahnya ya kalau berkunjung.

Akhir kata, Buat saya ke 4 Pantai tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, pilihan mana yang akan dibuat santai sangat tergantung kenyamanan Anda. Terima kasih, dan juga menerima sayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *