Jangan dibaca, Blogku Belum Kredibel

Ini bukan live blog, ya cuma catatan hal yang Saya pelajari saja dari BloggerCamp kemaren di taman dayu.

 

“Materi selanjutnya akan disampaikan oleh frenavit” kata mbak @febrisantika selaku pembawa acara dalam sesi acara inti kemarin di BloggerCamp. tidak lebih dari 20 menit saja yang disampaikan oleh mas @frenavit, seorang tukang kabel yang dinobatkan sebagai selebblog dan selebtwit  dalam acara tersebut. Materi yang disampaikan dalam sesi kali ini mulai dari hal teknis misalkan saja penggunaan tools (Google Analytics, Facebook Insight) sampai pada filosofi pengguna blog. Tapi dari beberapa slide materi yang ditampilkan hanya satu hal saja yang membuat Saya merasa “deg!“. Kredibilitas blog! Membahas hal ini dan Saya sensitif. Kenapa? Mengapa? Dan bagaimana? Muncul secara liar serta tiba – tiba.

Dalam sorak sorai teman teman yang sedang serius nge-twit, serius live blog, dan serius mendengarkan. Saya malah serius nunggu loading blog ini! yah, Saya mau mengaca saja, mengukur kredibilitas blog sendiri berdasarkan parameter yang disampaikan oleh pemantik api dalam acara tersebut. Setidaknya terdapat 4 parameter sebuah blog dikatakan kredibel atau tidak.

Konten yang baik


Saya mengutip kata tersebut dari pemateri sebelumnya yaitu Swastika Nohara, seorang blogger. Konten kemudian tidak hanya dalam tidak bisa dipersempit dalam artikel yang diterbitkan saja. Namun juga kemudian diperluas pada bagaimana cara penyampaian, kualitas isi, kejujuran, kemanfaatan terhadap pembaca. Ketentuan itu merupakan variable yang menciptakan hasil berupa konten yang baik, dituruti atau tidak ya terserah. Namun ketika yang kita tuju ada pada kredibilitas blog, melakukan hal tersebut adalah harga mutlak untuk dilakukan. Tentu saja, bagi sebagian orang yang belum terbiasa menulis, hal ini akan sangat menyulitkan. tidak hanya sulit, maka konstrain lain akan bermunculan untuk mendapatkan hasil tersebut, misalkan waktu, aktifitas, lingkungan.

Nyatanya: Konten Saya tidak bisa dikatakan baik! Lah bisa Anda lihat pada artikel Saya di blog pribadi ini? Apakah sudah baik? Komparasikan saja pada variable tadi:

  • Cara penyampaian : banyak typo apa ndak? kalimatnya rancu apa ndak? banyak kan..
  • Kualitas isi? kemanfaataaan? lha wong isinya curhat. Tapi setidaknya Saya sudah mau berlatih jujur. Boleh dikata “one step closer, but more steps to go”, Alhamdulilah

Penerbitan Konten Secara Konsisten

Dalam sesi sharing kemaren, sempat juga diabsen pemilik blog dengan waktu lebih dari 3 tahun, 2 tahun dan dibawah setahun. yang mana hal ini akan membantu melakukan identifikasi bagaimana filosofi pengguna blog. Yaitu yang awalnya merupakan keinginan individu, berlanjut pada pertemuan individu disebut juga sebagai social communnity kemudian pada tahap buzzer hingga tahap “Amplopan“.
Saya berpendapat, sebuah keaktifan blog pun juga dapat digunakan sebagai penilaian yang bersifat aliran dua arah. bagian satu merupakan sebuah pembuktian kepada orang lain perihal konsistensi penulis kepada hal yang sedang ditekuninya. Sementara sisi lain sebagai sarana penulis melakukan latihan bagaimana menyampaikan aspirasi lewat tulisan sehingga nantinya akan lahir “nyinyir dengan elegan”

Nyatanya: Berapa jumlah konten Saya? Dan bisa jelas dikatakakan, blog ini belum kredibel. Apalagi orangnya?

Selalu Mengukur Aktifitas Blog

Tagline tersebut saya terjemahkan dari kalimat “measuring activity” pada slide kemarin. maksudnya adalah blogger harus bisa melakukan pemantauan pada blognya. Baik menggunakan plug-in dari penyedia layanan atau tools lain. Tolak ukur sebuah blog merupakan hal yang sama essensialnya dengan parameter lain dalam kredibilitas blog. Ya bagaimana tidak, ketika tidak terukur maka kita tidak akan tahu bagaimana “engagment” “accesiblity” pembaca terhadap blog milik kita. Secara goblog, mungkin dapat dikatakan, ketika blog kita bermanfaat maka seharusnya banyak reader yang akan melakukan akses terhadap blog kita, dan sebaliknya.

Nyatanya: Sudah kenal Google Analytics & Jetpack (bagi pengguna wordpress), penerapannya alhamdulilah belum. Jadi, Saya masih gagal!

Berpartisipasi Dalam Komunitas

@bloggerngalam feat @frenavit

Komunitas dapat diartikan sebagai sekelompok orang atau masyarakat yang berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu. biasanya juga memiliki kesamaan tujuan, kebiasaan, atau keinginan. Lewat komunitas blogger kemudian saling berbagi pengetahuan, saling mengenal dan beberapa aktifitas lainnya. Boleh saja mungkin kita individual, tapi terkadang banyak hal baik itu ide atau pengetahuan yang baru kita dapatkan lewat komunitas.

Nyatanya: Bagian ini saya anggap adalah faktor eksternal dari kredibilitas blog, karena mungkin sempitnya pemahaman yang kemudian terkotak bahwa blog itu merupakan medianya. dan komunitas kemudian adalah hal berbeda. Ketika blog adalah pendapat personal, maka komunitas kemudian adalah kumpulan dari beberapa blog. Pada bagian ini Saya tidak bisa mengatakan aktif atau tidak, karena belum menemukan parameter baku. Jadi, masih abu – abu

sementara ini bolehlah disimpulkan, blog-nya ndak kredibel. Lihat saja Saya sudah berapa kali gagal dalam parameter tersebut. Dan hal itu yang bikin merasa “deg!” diawal. Dengan mengikuti acara Bloggercamp 2015, selain kredibilitas blog yang masih belum ada, nyatanya beban lain bertambah berat. Banyak varian milestone lain ditemukan pada teman-teman komunitas dan Saya usahakan untuk melampauinya. Jadi, nantinya kepada anda yang secara tidak sengaja membaca blog ini saya mohon doa agar diberikan kekuatan serta ketabahan untuk terus berlatih menjadi seorang yang lebih baik lagi di hari selanjutnya. Dan terima kasih sudah membaca. Btw, ngapain juga sik dibaca! coba baca judulnya lagi nyuruh apa? lhaah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *