Jelajah Patirtan, Untuk Merayakan Hari Air

Dalam 12 jam, saya mengunjungi 1 Prasasti, 1 Patirtan dan 3 Candi.

Salah satu view Candi Jawi

Setelah mendapat informasi dari Mas Iwan Tantomi, perihal adanya acara ini. Saya merasa perlu untuk ikut. Apa yang ada dibenak saya setelah melakukan pendaftaran nantinya dalam acara tersebut selain rekreasi, akan banyak hal yang bakal saya pelajari mengenai sejarah. Barangkali cerita-cerita relief atau bahkan tentang transkrip sejarah khusus.

Selain itu, karena dalam poster pun, di tampilkan pula bahwa lokasinya dekat dengan gunung penanggungan dan gunung welirang. Jadi apa yang ada dalam pemikiran saya, dalam perjalanan ini rombongan akan melakukan penyusuran sepanjang lembah atau bahkan kalau perlu mendaki ke gunung penanggungan. Semangat saya pun makin membara untuk mengikuti moment ini. Ya, maklumlah. Saya sering dengar cerita dari teman bahwa, terdapat salah satu rute penanggungan yang menyajikan banyak pemandangan candi di sekitarnya. Mendaki tercapai, dapat cerita pula. Ah, Bayangan saya kala itu.

Segera saja, saya menyiapkan perbekalan ala ala pendakian. Ya meskipun cuma sehari, kalau pendakian kan memang harus di siapkan dengan baik. Setidaknya dari sisi konsumsi. Belilah beberapa macam roti, madu dan coklat.

Sesuai dengan jadwal, Saya sampai di lokasi penjemputan yakni taman bentoel pukul 8 pagi. Begitu masuk bis sudah dikagetkan dengan hadirnya Zuhriwafa dan mbak djombie. Bertemu lagi dengan netizen budiman dalam suasana lain. Alhamdulilah. Setelah beberapa waktu lama menunggu, perjalanan kami pun dimulai. Kami menuju Candi Jawi.

Candi Jawi

Sampai sini, saya shock. Bayangan perihal pendakian di bukit, tiba tiba hilang begitu saja. Hngg..

Lokasi candi jawi ada di Jl. Raya Prigen, Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur 67157(maps). Lokasi ini buat saya terhitung kota, lha bagaimana di sisi jalan pun sudah ada toko serba ada. Merasa percuma karena sudah membawa jaket tebal dan perbekalan. Selain itu, hawa kota Pasuruan sedang panas panasnya, sepertinya berkontribusi pada penambahan berat jaket di backpack.

Ya sudahlah, memang tiada rekreasi yang baik baik saja. Pokoknya harus menikmati. Begitu pak Dwi cahyono datang. Saya kemudian menyimak penjelasan beliau perihal candi jawi.

Candi jawi ini didirikan pada sekitar tahun 1304, sebagai tempat pendharmaan raja kertanegara. Yang mana, sesuai dengan sejarah, Kartanegara ini masih mbah nya dari raja hayam wuruk. Di majapahit. Tahukan raja kartanegara ini dari mana? Dia merupakan raja kerajaan singosari, yang lokasinya ada di malang. Untuk selengkapnya soal candi jawi ini, bisa di akses di wikipedia.

jelajah-patirtan-candi-jawi
Parit di depan candi jawi

Dalam momen jelajah patirtan kala itu, tentu saja dijelaskan pula bagaimana pemanfaatan air dengan baik oleh penduduk sekitar pada zaman dahulu. Kalau nantinya kesana, Anda akan menemukan bahwa di sekitar lokasi candi jawi bisa ditemukan parit berisi air. Fungsi dari parit ini selain sebagai penampung air, ternyata juga difungsikan sebagai kontrol debit mata air. Dimana ketika air tersebut surut, maka bisa dikatakan bahwa aliran mata air kecil. Yang kemudian, akan menjadi dasar tumbuhan apa yang harusnya di tanam oleh penduduk sekitar. Penentuan ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi hasil mata pencaharian penduduk pada zaman itu yang kebanyakan adalah bertani.

Jaman dahulu sudah secanggih itu dan saya sangat kurang baca karena baru tahu waktu penjelasan itu disampaikan.

Selesai dari menjelaskan hal tersebut, pak dwi menjelaskan tafsiran beliau perihal relief yang mengitari candi. Mengingat, hingga hari ini belum ditemukan dengan jelas bagaimana cerita relief candi. Karena banyaknya gambar yang sudah kabur dan minimnya referensi. Lewat hal itu pula, saya jadi terinspirasi. Bahwa jaman ngeblog itu sudah ada sejak dari dahulu kala, tapi lewat media yang berbeda. Lewat batu! Coba kalau sekarang medianya tetap batu, untuk menerbitkan satu tulisan barangkali butuh setahun. πŸ˜€

jelajah-patirtan-candi-jawi-relief
Relief di candi jawi, yang kelihatan lusuh

Sebelum berpindah ke tujuan lain, rombongan saya disuguhi tontonan teatrikal. Yang bercerita bagaimana perkembangan masa kini terhadap air.

Prasasti cunggrang menjadi tujuan selanjutnya, lokasi prasasti tersebut ada di desa Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

4 Replies to “Jelajah Patirtan, Untuk Merayakan Hari Air”

  1. Hahahaha, iya nih mas. Candi Jawi kan di pinggir jalan raya, lebih dekat keramaian lalu lintas. Kalau mau lihat situs candi yang di Penanggungan, hayuk lah kita sambil mendaki πŸ˜€

    Anyway kalo ngeblog di batu, kita-kita ini bakal nulisin candi sama prasasti dong ya :))

    1. Wah, boleh nih mbak ndaki nya. Aku belum pernah lewat jalur jolotundo seh, kalo lewat yang satunya (lupa namanya) sudah pernah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *