Kembali ke Mahameru, Ranukumbolo – Puncak – Ranupani

Pukul 05.00, Ranukumbolo sudah cerah. Karena kebetulan saya bangun agak awal dari lainnya, jadi saya yang membangunkan tim untuk bersiap. Masak sebentar, foto foto lama, membereskan tenda sebentar, membuat perjalanan kami harus dilakukan agak sedikit siang. Perjalanan Ranukumbolo – Kalimati dimulai pukul 08.00 setelah kami berdoa.

kembali-ke-mahameru-sunrise
Sunrise nya asik, tapi kameranya gak asik

Tantangan awal adalah tanjakan cinta, yang dulu jalannya cuma 2 terakhir kesana, sekarang sudah lebih dari 5. Saat ini tim saver sudah memberikan alternative sebenarnya, namun karena terpengaruh pembuktian mitos. “Jalan tanpa menoleh ke belakang, bisa menjadikan cinta kenyataan”–lah yang membuat jalan ini tetap rame. Salah seorang perempuan dalam tim, mengalami kelelahan seusai tanjakan ini. Sehingga kami istirahat lebih lama diatas bukit setelah tanjakan cinta

kembali-ke-mahameru-otw-tanjakan-cinta
otw tanjakan cinta, kapan otw hatimu?

Selanjutnya adalah latar ombo, semacam padang savana sepanjang kurang lebih 1km setelah turun dari bukit diatas tanjakan cinta. Terdapat 2 jalur, yaitu lewat tengah savana dan lewat tebing bukit. Untuk lewat tengah savana, jalan awal saja yang curam. Jika ingin lewat tepi bukit, jalur lebih nyaman dilewati.

Selanjutnya, cemoro kandang. Jalurnya nyaman biasa saja, hanya di tiga tanjakan terakhir agak melelahkan. Sama halnya ketika di pos sebelum Ranukumbolo, di pos ini juga bisa ditemukan penjual makanan. Harga masih sama, namun ukurannya diperkecil.

kembali-ke-mahameru-jambangan
pemandangan dari Jambangan

Jambangan, kalimati hampir sama sih jalurnya. Landai. Oh ya, jarak perjalanan ke sumbermani sekitar 1 jam pulang pergi. Tempat mengambil air di daerah kalimati. Kami sampai disini pukul 14.00, bukan karena apa karena memang tim tidak bisa dipaksakan lebih cepat selain karena adanya sesi foto juga beberapa ada tim yang cedera. Keputusan kami, akan naik ke puncak pukul 10 malam. Jadi, sesegera mungkin kami istirahat untuk mengisi kembali tenaga yang sedikit digunakan perjalanan tadi. Kebetulan dalam pendakian ini, hujan turun ketika kami selesai mendirikan tenda. Dingin? Jangan tanya.

kembali-ke-mahameru-kalimati-
Pemandangan plang kalimati

Malam, hujan masih turun. Saya sedikit lega karena hujan yang sebentar berhenti dan sebentar mulai lagi ini, benar benar berhenti ketika jam menunjukan pukul 09.00 malam. Dan saat itu juga sebenarnya, dahi ini meyentuh permukaan tenda yang basah hingga akibatnya mata tak lagi bisa terpejam. Untuk membangunkan tim disaat seperti ini cukup mudah, buka pintu tenda dan hampir semuanya bangun. Suasana gelap dan berkabut, tapi kami tetap akan naik ke puncak semeru. Kami mengucap berdoa, berharap perjalanan bersama 16 orang ini nyaman dan sukses. Ya, ada 6 orang tambahan di kalimati. Pukul 10.00 malam, kami berangkat ke puncak.

kembali-ke-mahameru-jalur-lama-longsor
Jalur lama yang ditutup

Saya sendiri posisinya di depan, tukang penunjuk arah. Pengetahuan saya dulu, ada 2 jalan menuju puncak. Kini jalan yang digunakan dulu itu longsor, mau tidak mau pilihannya menggunakan jalur baru bersama 15 orang lainnya. Yap, ini jalan baru, saya pun belum terlalu tahu untungnya jalan ini sudah dilengkapi berbagai rambu berbentuk pita untuk memudahkan. Saya tidak tahu jam berapa saat sampai di arcopodo, yang jelas bersama tim perjalanan santai. Sebelum Arcopodo, terdapat tambahan 7 orang. lengkaplah hitungan 22 orang, termasuk saya. Beberapa langkah saja, tim sampai di batas vegetasi. Boleh dibilang saat itu lumayan antri.

Walhasil, pilihan untuk melepaskan diri dari rombongan untuk melanjutkan langkah saya ambil. Bukan tidak ada dasar, tapi hal ini lebih baik dilakukan daripada lebih membuat suasana saat itu menjadi lebih antri. Dalam perjalan menuju puncak malam itu, saya masih dibarengi 2 orang tim tadi. 1 Laki dan 1 perempuan. Saling menyokong satu sama lain, akhirnya kami mendapat sunrise di 50 meter dibawah puncak. Bukan karena apa, fisik kami hampir sudah terkuras. Meskipun kami agak sedikit telat mendapat sunrise, kami tetap sampai dipuncak. Yah, bagaimanapun puncak cuma bonus.

kembali-ke-mahameru-tentang-waktu
6 pagi.

Sekedar saran lagi menurut saya, dari kalimati ke puncak itu:
– Butuh air yang lumayan cukup, dari kalimati sekitar 2900 mdpl ke puncak semeru 3676 mdpl bisa kebayangkan?
– Jangan lupa bawa cemilan, diatas kebanyakan laper sih. Tapi sampahnya bawa pulang yah
– Jacket yang lumayan tebal tapi nggak memberatkan, diatas dingin.
– Sepatu, kaos kaki, sarung tangan, topi yang menutupi telinga. dianjurkan sih.
– Nggak usah bawa barang berat-berat selain yang dibutuhkan, misal kamera, topi unyu-unyu, toga wisuda. Kecuali kalo emang niat sih.
– Jangan menyusahkan orang lain dengan kebutuhan pribadimu sendiri.

kembali-ke-mahameru-3-terdepan
Jadi, siapa yang paling manis?

Diantara 10 orang, kedatangan saya dipuncak selisih 1 jam dari yang lainnya. Walhasil saya masih menunggu sekitar 1 – 1,5 jam diatas puncak. Dengan sedikit kedinginan, tapi alhamdulilah kenyang.
Turun dari puncak dan sampai di kalimati pukul 12.00 siang, sampai kembali di ranu kumbolo pukul 05.00 sore. hingga pukul 06.30 malam, saya sampai pos 3 membackup salah satu tim yang cedera. Hingga akhirnya dari pos 3 ke ranupani,bersama satu tim lainnya saya berjalan agak cepat meninggalkan 8 lainnya di belakang. Tujuannya 1 mendapatkan kembali ktp agar bisa pulang malam itu, karena besok senin Saya harus kerja. Loket pengambilan ktp tutup jam 9 malam. Sebuah kebahagiaan ternyata ketika sampai, masih pukul 08.30. Artinya KTP bisa terambil tepat waktu. Sedangkan ke-8 teman tertinggal, baru sampai ketika pukul 11.30 waktu setempat.

Malang, kami pulang.

4 Replies to “Kembali ke Mahameru, Ranukumbolo – Puncak – Ranupani”

    1. Tergantung situasi mas, dulu pernah ada barengan ku pas naik mulai dari tumpang. Jadi, kami satu kendaraan. Pun ketika ke atas juga barengan, tapi kadang ada juga yang sendirian. Menurutku, baiknya ketika mendaki bareng bareng aja.

      Takut terjadi satu hal yang diluar kendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *