Lebaran Tanpa Opor Ayam, Saya Memilih Makanan Alternatif Lain

Ketupat dan opor ayam, sudah di- include kan dalam damainya suasana lebaran. Ya bisa dibayangkan berkumpul bersama keluarga besar dari berbagai penjuru, kemudian kita makan opor ayam dan ketupat sambil bercengkrama. Setidaknya hal itu merupakan tampilan umum dalam suasana lebaran.

Nyatanya, hal itu tidak berlaku di sekitar Saya tinggal. Sebagai seorang muslim yang juga turut merayakan idulfitri, sedari kecil ketupat itu terpisah dari hari pertama lebaran. Lingkungan tempat tinggal Saya punya bagian lain yang dinamakan riyoyo kupat,jatuhnya mulai dari 5 – 10 syawal. Sedangkan ketika di hari 1 – 4 syawal, kami menikmati sajian handmade keluarga masing-masing. Bukan kue loh, tapi sajian yang bisa dikatakan cukup “mengenyangkan”.
Tahun ini yang Saya nikmati adalah:

Rujak

Kolaborasi dari peanut sauce dan berbagai macam kulupan serta dikombinasikan gorengan. Campur aduk iya, tapi bukan campur campur loh. Makanan ini sejak kecil menjadi tren di lingkungan keluarga, baik itu rujak manis, rujak cingur, ataupun rujak gobet. Alhamdulilah ketika posting ini tertulis, dirumah Saya ada rujak cingur tapi tanpa cingur, dimana seluruh kulup-nya Saya tanam dan rawat sendiri di sawah ketika ramadhan.

Bakso

Saat Lebaran tiba, masakan ini dirumah Saya juga tersedia, tetapi ketika sampai dihari kedua sudah sold out. Dibuat dan diracik sendiri oleh ibu, hampir semuanya kecuali saos dan kecapnya. Rasanya ya seperti bakso bakso pada umumnya sih, cuma beda tangan dan porsinya. Maklumlah ambil sendiri dan gratis.

Kare

Yap, kare bukan opor. Selain itu ini bukan kare ayam, ini kare entok pedas. Tahu entok? Jadi, entok ini semacam bebek dikombinasikan dengan angsa. Alhamdulilah belakang rumah saya yang ndeso ini agak luas, jadi kami memelihara beberapa ekor itik untuk konsumsi sendiri. Sehingga, kare entok yang disediakan dirumah saya itu selalu terjaga kehalalan dan kesehatan. Setidaknya saya tahu gimana dulu dia masih jadi telur hingga dia terhidang di meja makan. Sebenernya ga tega sih, tapi anu..

Jadi, idulfitri kali ini ada 3 masakan terhidang di rumah Saya. Kalau Anda berencana hadir dan silaturohmi kerumah, silahkan kontak dulu ya. Tapi Ngomong-ngomong sudah telat juga sih, karena ketika tulisan ini terbit harusnya sudah masuk periode riyoyo kupat. Maka biasanya masakan yang ada akan berganti menjadi lodeh, lodeh dan blendrang.

Wasalamualaikum, minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat idulfitri 1437 H

*Gambar menyusul…

4 Replies to “Lebaran Tanpa Opor Ayam, Saya Memilih Makanan Alternatif Lain”

  1. aku juga pilih bakso daripada opor x))
    di rumah mamer makannya malah sayur2an

    so far cukup membantu untuk ga terus2an makan santan dan terselamatkan dari make asuransi jg bpjs tahun ini. hahahah

    maaf lahir batin ya al

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *