Makan Lima Ribu di Warung Bu Eni

Sejujurnya, saya seorang mahasiswa yang selalu berusaha hemat dalam setiap aktifitas yang Saya lakukan. Misalkan saja untuk berangkat kuliah, mencari rute paling pendek, tidak macet, merupakan hal yang selalu saya lakukan. Apalagi soal ngerjain tugas dan lain sebagainya. Tidak terlepas juga soal makan, ya bagaimana lagi ini adalah salah satu kebutuhan primer. Baiklah makan yang saya maksud disini adalah makan pokok, makan nasi dengan lauk. Bukan nyemil, macem bakso. Eh, bakso cemilan emang? 😀

Sejak kecil di Malang, hingga saat ini hampir menyelesaikan studi. beberapa kriteria makanan diam-diam tercipta dengan sendirinya, klasifikasi kriteria tadi dipandang dari wilayah, kuantitas serta kualitas. Dan sepanjang perjalanan itu, tahun ini saya menganggap makanan pokok yang beli di warung memiliki harga termurah 5 ribu rupiah. Makanan ini sudah lengkap dengan lauk dan minum, tentunya dengan segala keminimalisan tapi cukuplah untuk mencukupi gizi (analisis ngawur). Dimana salah satu tempat untuk menemukannya adalah di warung nya bu eni.
Warung ini terletak dalam gang, sehingga agak sulit ditemukan. Secara detail dari UIN MMI lewat gerbang belakang, lalu ada gang masuk perumahan belok kiri lurus saja. Hingga ketemu jalan… bla.. bla.. ah ribet! Jika minat sini, lah kirim pesen sama saya atau jika tidak kamu coba install Ingress dan temukan portal masjid Al Ikhlas Joyosuko. Masjid ini inrange dari dalam warung.

nasi campur
Nasi Campur
Kembali ke harga lima ribu rupiah, di warung ini terdapat 2 pilihan varian nasi dengan harga lima ribu yaitu dengan lauk campur (isinya dua macam sambel goreng, tumis-tumisan, tempe) atau nasi pecel. Nah, di warung ini tidak hanya menyediakan 2 varian tadi, banyak varian yang disuguhkan. Tapi tentunya berbanding lurus dengan harganya, selisihnya sih tidak jauh berbeda mulai dari 2 hingga 5 ribuan. untuk menu komplit lain dari 2 varian tadi. Selain itu, beli lauknya saja juga diperbolehkan ditempat ini. ini bisa jadi solusi untuk anak kos yang mau hemat tapi belum bisa masak, kalau resepnya? barangkali bisa ditanyakan sendiri sama ibuk-nya, ingat sebelum tanya pdkt dulu daripada ditolak. 🙂

varian lauk lainnya
Varian lauk lainnya

Pada jam-jam tertentu dan hari tertentu, warung ini akan sangat ramai. Bahkan bisa antri hingga sekitar 20 menit, sebagai langganan saya bisa membantu memetakan waktu antri.  Jika kesini pada:

  • Senin atau kamis, menjelang maghrib.
  • Jam istirahat makan siang
  • Jam 9-an
Motor antrian, kebetulan rame 🙁

Anda akan antri dulu, untuk beberapa saat. Setelah itu suasana akan lengang kembali. Tapi jangan salah, terkadang memang kelihatan sepi pembeli. dibalik itu beberapa pembeli itu nyatanya seorang yang diamanahi kepercayaan oleh teman mereka untuk membelikan makan. Hal ini saya dapati lewat pengalaman dan kebiasaan untuk lebih baik menitipkan beli makan daripada berangkat sendiri. 😀

Sampai saat ini saya masih sering makan ditempat ini, kadang juga kalau pas sepi juga sempat-sempatnya ibuknya menannyakan

“maem kene ta bungkus mas?” (makan disini apa bungkus?)

bungkus buk

“mas, wes ujian tah?”(sudah ujian?)

kirang kedik buk, dungaaken mawon“(tinggal dikit buk, doakan yak)

Sambil saya senyum-i ibuk-nya, nggak ada salahnya kan minta doa sama ibuk nya dan memberi senyum. Oh ya, doakan juga yak supaya revisi skripsi saya segera kelar dan tentunya segera ujian. 🙂

18 Replies to “Makan Lima Ribu di Warung Bu Eni”

  1. hahaha bakso cemilan emang? ? aku jawab ya.
    iya! itu cemilan. Hanya cemilan. termasuk mie pangsit mek 2000

    yang aku kangen dari malang ya ini nih. makanannya murah murah. dulu pas ngekos di sawojajar, aku selalu makan tempe bacem kalau ngga ada duit . 4000 aja! udah kenyang. hahaha.
    btw kalau ada yang posting malang. selalu jadi rindu pulang.

  2. Malang itu murah juga ya mas makanan-makanannya 😀 Pantes deh itu rame banget 😀 lhawong murah wkwk

    Semoga revisi skripsimu segera kelar dan lekas ujian habis itu lulus terus dapet kerja dan menikah ya mas 😀

  3. Dari jaman kuliah sampek sekarang saya lebih suka makan di warung (semacam warung bu Eni ini) yang murah dan enak daripada fast food yg mahal padahal rasanya monoton kayag kardus. 🙂 Tapi untungnya kamu kalau makan ga picky eater ya Al 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *