Mbulan Ndadari Ri Badut, A Heritage Perform Art in Malang

Kamis, 24 Maret 2016 bertepatan dengan purnama ke-1 (Purnama kasidi), ketika sang candradewi (rembulan) tampil dengan sosok sebagai bola cahaya yang bulat penuh (mbulan ndadari).

Bertepatan dengan “Momentum Malam Terindah” ini, di pelataran Candi Badut dihelat seni pertunjukan oleh lintas komunitas dan pelaku seni-budaya Malang Raya dan beberapa kontributor “Tamu” dari Tulungagung. Pilihan waktu bertepatan dengan bulan purnama dan Candi Badut sebagai ajang ekspresi seni-budaya itulah yang melatari penggunaan istilah “Mbulan Ndadari Ri Badut” sebagai tajuk agenda bulanan yang malam ini adalah perdana. Status, budaya situs badut sebagai cagar budaya (heritage) itu pulalah yang menjadi inspirasi untuk memposisikan perhelatan budaya ini sebagai suatu bentuk “Heritage Perform Art

Sengaja situs Candi Badut digunakan sebagai ajang kegiatan seni-budaya, guna menguatkan makna dan fungsi kultural, edukatif dan rekreatif terhadap mahakarya monumental kerajaan Kanjuruhan (medio abad VIII masehi). Kendati situs ini berada di wilayah kabupaten Malang (desa yang berlokasi di desa Karang Widoro, Kec Dau), Namun posisinya tepat berada di perbatasan dengan kota Malang(sekitar 3 kmΒ dari pusat Kota Malang), sehingga dapat dijadikan “situs bersama” Malang Raya, Yang relatif mudah dan dekat untuk diakses baik oleh warga Malang maupun wisatawan luar daerah dan mancanegara. Sejauh ini candi tertua di Jawa Timur belum didayagunakan secara optimal dan bijak untuk keperluan ilmu pengetahuan, edukatif, rekreatif maupun ritual. Perhelatan ini bukan saja diharapkan dapat menggaungkan publisitas situs yang posisinya kian terjepit oleh areal permukiman, namun sekaligus memberikan kontribusi bagi penguatan dan kebermanfaatan kesenian lokal maupun anasir budaya nusantara, Utamanya berbasis tradisi.

Selaras dengan itu, maka sajian seni-budaya pada “Mbulan Ndadari Ri Badut” ini dikonsepkan sebagai tontonan sekaligus tuntunan. Nuansa natural menjadi dasar tembingan untuk mengemas sajian seni-budaya ini “jauh dari hingar-bingar”, lantaran aspek kesyahduan, keindahan yang alami dan kebermaknaan menjadi keutamaan. Satu ajang ekspresi seni-budaya pada heritage dijadikan acuan untuk memfungsikan situs bagi kepentingan masa kini tanpa harus mengorbankan kelestarian dan hakekat kultural yang dikandungnya.

*dikopi tanpa ijin dari pers-release dan diterbitkan oleh saya. Kalau ada yang merasa dirugikan mohon komentar ya nanti akan dihapus.

Buat Saya, ini adalah terapi pengobatan kangen. Setelah sekian lama lupa rasanya pentas. πŸ™‚

Berikut adalah foto acaranya, diambil dari photo nya mas Abevot

Heritage Perform Art In Malang
Teatrikal puisi dari mas bejo slankers dan kolaborasi dari teman tulungagung

 

Heritage Perform Art In Malang
Seorang Aktor Utama

Bagi yang pengen tahu suasana musik nya boleh lah liat video dari pak yongki ini :

6 Replies to “Mbulan Ndadari Ri Badut, A Heritage Perform Art in Malang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *