Membahas Kopi di After Taste

Ada waktu kosong lagi di rabu sore, yang kemudian terisi oleh nongkrong di warung kopi. Nantinya, mungkin tempat ini bakal jadi tempat jujugan Saya ngopi di sekitaran sengkaling lagi. Namanya After Taste, terletak di pertigaan setelah pemandian sengkaling dari arah kota Malang menuju kota Batu. Bersama 4 orang lain, saya janjian di tempat ini jam 5 sore. Ngobrol santai acak, dan kebanyakan adalah rasan rasan positif dengan harapan muncul ide liar.

after-taste-jawa-ijen
Jawa ijen

Saya datang pukul 16.30 tepat, disambut 2 orang yang sudah duluan santai disana. Sebut saja mas geser dan mas blue-monday, yang sedari tadi menikmati racikan kopi. After taste menyediakan beberapa varian kopi, dari jawa ijen, aceh gayo, dan beberapa lainnya. Saya tidak tahu menahu banyak sih perihal kopi ini, dan semoga lewat pertemuan ini bisa dapat pelajaran agar tidak (merasa) tertipu lagi di kemudian hari. Sebelum mulai memulai perbincangan dengan teman-teman, kopi yang biasa saya minum dalam warung kopi biasa sedang habis stock nya, Jadilah saya pesan cappuccino seharga 10 ribu.

after-taste-menu
Menu milik After taste
after-taste-available-coffe
Kamu suka yang mana?

Begitu duduk dan perbincangan pun mengalir, diawali lewat bali kintamani dan jawa ijen yang sudah dari tadi hadir dihadapan saya.

Tuang dikit mas, terus kalau minum sambil dikasih oksigen” kata mas blue-monday memberikan arahan cara menikmati kopi jenis ini. Saya bingung gimana cara minum kopi tapi di beri sedikit rongga agar oksigennya masuk, maklum gelasnya kecil juga ditambah belum terbiasa, mengharuskan saya menjajal gaya lainnya. Biasanya sih minum kopi ijo ala-kadarnya begitupun dengan kopi kasar gresik.

Ada sedikit rasa jeruknya sih, kalo emang minumnya tepat.” tambahnya. Setelah 3 kali menuangkan dalam gelas, barulah saya paham soal cara minum bali kintamani ini.

after-taste-kiri-bali-kintamani
Bali kintamani, sebelah kiri. Depan, capuccino.

Selang waktu, pembahasan soal bali kintamani berhenti dan melanjutkan pada jawa ijen.

Kalo yang ini body-nya lebih kerasa” kali ini mas geser yang bilang, dan respon Saya adalah?

Mengangguk nggak faham, tapi akhirnya saya tanya apa yang dimaksud dengan body. Konon dari penjelasannya body adalah tingkat keasaman kopi. Secara kopi itu dibagi menjadi 4 bagian utama rasa, asam, pahit dan 2 lainnya saya lupa. Saya ngga begitu memperhatikan cara minumnya untuk bagian ini, yang jelas jika dirasa-rasa memang berbeda dari kopi kintamani tadi.

hmmm.. tapi sama pahitnya sih.

after-taste-capuccino-pesanan
Let’s shake thing’s up

Beriringan dengan capuccino saya datang, tiba juga mas dmzf (entah bacanya gimana) tak lama kemudian mbak rizum. Begitu mas dmzf duduk, langsung disambut dengan pertanyaan dari mas geser
“mas coba ini yang jawa ijen mana?”. Diambilnya dua botol kopi, dihirup baunya. Hanya dengan cara itu saja, langsung bisa ditemukan mana jenisnya. Saya menjadi makin receh dibanding manusia-manusia ini.

Keramaian After taste, makin bisa dirasakan ketika matahari telah tenggelam. Hari itu pukul tujuh, kami menyelesaikan beberapa pertanyaan selain kopi dalam pembahasan yang belum selesai.

2 Replies to “Membahas Kopi di After Taste”

    1. wah asik nih kayaknya, tapi masih jauh banget di jogja dan aku di malang. Lain kali deh kalo ke jogja mampir.

      Anw, thx infonya yak. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *