Menyelesaikan Jelajah Patirtan di 4 Lokasi Lain

Tulisan Ini merupakan kelanjutan dari kelanjutan tulisan sebelumnya, ke 4 lokasi selain Candi Jawi, tertulis di bagian ini. Sebelumnya Anda bisa melihat pada Tulisan ini

jelajah-patirtan-patirtan-jolotundo-penari
Mbak mbak penarinya.

Prasasti Cunggrang

Saya tidak menduga di sini bakal ada prasasti, pasalnya begitu sampai rombongan di ajak menelusuri kampung. Lokasi prasasti ini secara tepat ada di belakang rumah warga.

jelajah-patirtan-prasasti-cunggrang
Suasana peserta saat di lokasi prasasto cunggrang
jelajah-patirtan-prasasti-cunggrang-tulisan
Tulisannya pun hampir terhapus

Konon Ada 2 prasasti cunggrang, 1 bagian dari batu yakni yang kami kunjungi ini. Sedangkan untuk prasasti lainya terbuat dari perak yang tersimpan di salah satu gereja yang ada di kayu tangan, Malang. Isi dari prasasti ini adalah perintah untuk memperbaiki aliran air yang berada di sumber tetek (tempat tujuan ketiga), prasasti ini di bikin oleh mpu sendok. Sekaligus dalam prasasti ini pula silsilah mpu sindok dituliskan.

Tak berlangsung lama, setelah penjelasan di sampaikan pun kami menuju candi belahan.

Candi Belahan

Meskipun terhitung dekat, tapi jalan menuju lokasi ketiga ini lumayan kecil. Sehingga ketika bis berhadapan dengan mobil yang berlawanan arah, mau tidak mau kami harus berhenti. Walhasil, begitu saya tiba disana penjelasan dari pak dwi telah selesai sekaligus dengan penampilan teatrikalnya. Tapi untunglah, di lokasi terdapat pula bahan yang bisa dibaca.

jelajah-patirtan-candi-tetek
Tetek nya keliatan ndak?

Candi belahan ini berada di dusun belahan, desa wonosoyo, Gempol, Pasuruan. Dibangun oleh raja airlangga dari kerajaan kahuripan pada sekitar abad ke-11 masehi. Dimana keunikan candi ini dibanding lainnya di jawa timur, ialah terdapat arca yang mengeluarkan air dari kedua puting payudaranya. Terdapat kepercayaan pula bahwa siapapun yang mandi atau mengusap wajah dengan air ini, akan terlihat awet muda.

Saya sendiri pun tidak sempat lama, karena memang jarak dari parkiran lumayan jauh serta datang telat. Selebihnya disini cuma melihat arca, membaca sebentar dan kembali bis untuk melanjutkan perjalanan Menuju candi Jedong.

Candi Jedong

Dari candi yang saya kunjungi hari itu, kompleks candi jedong merupakan lokasi candi terluas. Meskipun ada didalam perkampungan.

Candi jedong ini sudah diperkirakan ada di abad ke 11 masehi. Sebenarnya, jika dilihat candi ini merupakan gerbang kerajaan. Yang mana terdapat 2 bagian. Yang satu lebih besar di bandingkan lainnya. Untuk ulasan yang lebih panjang ada disini

jelajah-patirtan-candi-jedong-besar
Candi Jedong
jelajah-patirtan-candi-jedong-pemandangan
Candi jedong dari belakang

Nah, yang keren pula di candi ini terdapat semacam pengairan pula dari sumber. Yang mana pada jaman dahulu masih belum ada pipa, tapi di candi ini terdapat semacam gorong gorong untuk menyalurkan air dari dalam kerajaan ke luar gerbang. Selain itu pula, terdapat pula area untuk penyaringan lumpur sehingga kualitas air yang didapat bisa lebih jernih.

Karena lokasinya yang lumayan baik, sepertinya kalau mau foto foto boleh lah di tempat ini.

Selesai dari tempat ini, rombongan melanjutkan ke patirtan jolotundo

Patirtan Jolotundo

Saya parkir sangat jauh dari lokasi, yakni di depan pplh. Dan harus ke atas jalan kaki, begitu sampai di tempat. Dompet ketinggalan, walhasil saya tak bisa masuk. Beruntunglah ada beberapa teman rombongan yang kemudian membelikan saya tiket. Sehingga begitu masuk, ternyata saya sudah telat. Dan sudah sampai di penampilan tarian.

jelajah-patirtan-patirtan-jolotundo
Saya berhenti di depan pintu masuk patirtan jolotundo, karena belum punya tiket
jelajah-patirtan-patirtan-jolotundo-penari
Mbak mbak penarinya.

Ah, barangkali karena suatu hal lain. Tidak ada cerita yang bisa saya ingat. Dan sialnya saya pun tidak membaca papan di sekitar jalan masuk.

Dan terakhir, meskipun saya gagal menyusuri lembah dengan perbekalan yang sudah mumpuni. Saya tetap senang menikmati perjalanan kali ini, Banyak cerita baru. Makin bodohlah saya ini karena ternyata banyak sekali hal utamanya tentang budaya yang belum saya ketahui.

Baiklah, habis ini mau renang dimana ya? Ada usul?

2 Replies to “Menyelesaikan Jelajah Patirtan di 4 Lokasi Lain”

  1. Beruntung, kamu tak cerita yang “itu” kak, Al.
    Biarlah yang buruk-buruk berlalu.
    Tapi, jujur serunya nggak bisa dipungkiri, bikin wawasan tambah berisi, apalagi penjelasan Pak Dwi bernas sekali. Aku jadi makin kagum ke beliau, tapi enggak ke panpelnya, eh.

    Berenang, ya? Harris ok kok!

    1. Iya mas, biar itu menjadi kenangan yang hilang saja. kalau ditulis malah nanti parno ikut acara serupa seandainya ada lagi. Heheh

      oke makasih referensinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *