Menyelesaikan Revisi Skripsi di Taman Baca Batu

Laporan ilmiah langsung fix gitu ga bisa yah? Saya kan pengen nya cepet selesai, dan segera rabi menyelesaikan tanggungan lainnya. Revisi laporan sepertinya sudah menjadi aktifitas rutin harian, belum lagi soal presentasi dan tentang aplikasi yang melengkapinya. Maklumlah, sebagai mahasiswa yang tersesat di jurusan Teknik, laporan ilmiah nya juga harus dilengkapi dengan implementasi berupa software dan semacamnya. Yang mana menyelesaikan Aplikasi juga salah satu petualangan yang nggak kalah seru. (cukup sampe sini aja curhat nya)

Alhamdulilah, satu hari lalu dosen saya pulang sekaligus juga memberikan revisi yang tidak terlalu banyak tapi cukup menyita waktu. Usaha Saya masih belum membuahkan hasil maksimal, jadi harus kembali untuk berusaha lebih keras lagi. Dimana salah satu pendukung kemaksimalan hasil adalah tempat. Tersedianya Wi-Fi, Tersedia colokan listrik, Tersedia tempat duduk, Tersedia teman setidaknya adalah 4 kualifikasi minimal tempat kondusif. Dari sekian tempat yang ada di Malang, Taman Baca di Batu adalah pilihan saya. Kuliah di Malang, Nggarap tugas di Batu. Heheh 😀 

Lokasi dari Taman Baca ini terletak di Pasar Parkiran, salah satu objek wisata yang ada di Batu yang menyajikan lokasi parkir sebagai area berjualan. Iya, barang kali beberapa stand yang terbuat dari mobil bekas berjajar adalah salah satu sebab tempat ini dikatakan demikian. (Ini adalah definisi ngawur saya tentang pasar parkiran 😀 ). Jika dari Malang, lokasinya searah dengan Museum Angkut. Ada angkutan kota lewat sini, warnanya ungu. Ini berdasarkan penglihatan saya di jalan depan Taman Baca.Ketika sampai disini, yang dilakukan pertama kali adalah parkir. Area parkiran dibuka mulai jam 4 sore, dengan karcis dan STNK sebagai bukti jika Anda akan keluar dari lokasi ini. Untuk harga karcis parkir sepeda motor 2rb dan mobil 5rb. Taman Baca ini buka mulai pukul 2 siang, dan tutup pukul 10 malam. Jika kamu datang lebih awal, ya mau ndak mau sepeda mu ndak ada yang njaga. Jadi, parkir di taman seberang jalan.

Yang ditawarkan disini, apalagi kalau bukan buku dan suasana tenang. tenang sekali bahkan! Saya menulis demikian karena beberapa kali ke Taman Baca, satu ruangan saya nikmati sendiri tanpa ada yang rame. Kecuali ada keluarga mengajari anak kecilnya untuk suka membaca, ini baru rame. 😀

Secara umum lokasi Taman baca terbagi menjadi 4 bagian yaitu, Bagian ruang kuning, ruang biru, ruang merah dan ruang bawah. Pembagian ini saya kira menyesuaikan pada bacaan yang ada di ruangan tersebut. Jadi, jika Anda membawa anak kecil, lebih baik untuk mengambil ruang bawah sebagai tempat membaca. Karena ruang bawah memiliki buku-buku untuk anak kecil, baik itu dari cerita simpel bergambar hingga komik. Pun juga tidak terlalu mengkhawatirkan jika Anak kecil yang Anda bawa ngletes, karena ruangan lebih luas dari pada 3 ruang lainnya.

Taman Baca Batu - Ruang Baca dekat jendela
Taman Baca Batu – Ruang Baca dekat jendela

Taman Baca Batu - Ruang Bawah
Taman Baca Batu – Ruang Bawah

Ruang biru, merupakan ruang baca juga. Dalam ruang ini ada 2 Lemari buku. Tiap 1 terdiri dari 2 rak, jadi ada 4 rak. Buku yang ada disini lebih umum misalkan dengan genre remaja, tokoh, budaya dan sebagainya (secara detail saya lupa :D). Tapi tidak ada komik dalam ruangan ini. Jika ditinjau dari nyamannya, saya nyaman disini. Sayang belum ada koneksi internet dan belum ada teman hidup menemani disini, namun sudah cukup terbantu dengan adanya colokan listrik.

Taman baca batu
Taman baca – Ruang Biru
Taman baca Batu
Taman baca – Ruang Biru – Tampilan dari pintu

Ruang kuning, ruang lebih sempit dari 3 ruang lainnya. Ruang ini merupakan jembatan untuk menuju ruang Biru. Dalam ruangan terdiri dari 2 rak buku, yang berisi majalah dengan berbagai judul. Tidak seperti ruangan lain, disediakan kursi panjang yang asik digunakan membaca sambil selonjoran.

Taman Baca - Ruang Kuning
Taman Baca – Ruang Kuning – Tampak depan
Taman Baca Batu
Taman Baca – Ruang Kuning – Tampak dari pintu

Ruang merah, merupakan ruang paling selatan di Taman Baca. Pun sama, dengan ruang biru. Disediakan buku berbagai genre diruangan ini. Ruang merah lebih asik jika digunakan sebagai area koordinasi kecil-kecilan karena terdapat meja panjang dan beberapa kursi disebelah meja.

Taman Baca Batu
Taman Baca – Ruang merah – Tampak depan
Taman baca Batu
Taman Baca Batu – Ruang merah – Bagian dalam

Saya sendiri lebih sering di ruang biru, Di pojokan sebelah jendela. Menikmati pemandangan pasar parkiran dari atas. Sambil terkadang membuka jendelanya ketika AC di ruangan itu sedang tidak nyala. Oh ya, walaupun tempat ini sepi dan lumayan tenang tapi ada kamera CCTV. Kali aja mau pacaran atau mesum, lebih baik cari tempat lain. Lagian ngapain mesra-mesraan di perpus juga, cukupWifi Corner aja sebagai korban. tempat ini jangan!

Taman baca Batu
Taman Baca Batu – Tahukan maksudnya?


Jika kamu niat mau kesini, jangan lupa pantengin peraturannya di gambar bawah ini. Kali aja nanti khilaf.

taman Baca batu
Taman Baca Batu – Peraturannya
taman Baca batu
Taman Baca Batu – Suasana malam hari



Saya ngga pernah lama ditempat semacam ini, barangkali cuma setengah hari. sebenarnya nggak sadar sih, lebih tepatnya. Misalnya aja, pas ambil gambar-gambar di tulisan ini. Setelah ambil gambar bentar, eh tau tau udah malem aja 🙁  . Padahal banyak buku yang belum saya baca. Anyway, kamu ngga punya buku buat dipinjemin ke aku?

28 Replies to “Menyelesaikan Revisi Skripsi di Taman Baca Batu”

  1. Saya udah beberapa kali berkunjung ke Taman Baca ini, gan. Kalo dilihat dari jauh, saya malah ngiranya ini semacam kafe, ternyata perpustakaan dan poligigi gratis. BTW, semoga sukses, gan, skripsinya.

  2. Salam kenal sesama anak teknik *meskipun udah lama tamat, angkatan tua pulak, tetep ngaku anak teknik* Aku pernah ke museum angkut, dan baru tahu kalau Batu juga punya perpustakaan keren macam ini 😀

  3. Wah baru tau ada tempat semacam itu di batu, thx infonya. bolehlah kapan2 jadi referensi tempat piknik. saya ada koleksi buku (novel sih tepatnya), mau?

  4. BAGUS BANGETTTT. Bersih, nyaman, ber-ac. Tungguin ya, pasti Bandung juga bakal punya lebih bagus dari itu (gak mau kalah)

    *brb telfon Ridwan Kamil*

    Eh selamat mengerjakan revisian skripsweet. Enak gak rasanya? 😀 hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *