Merasakan Ubuntu 16.04.1, Si Bajing.

Akhirnya dalam waktu tidak cukup lama, Saya kembali menggunakan sistem operasi ubuntu. Tidak ada alasan lain selain aksebilitas dan ritme perkerjaan yang mengarahkan Saya mengambil keputusan ini. Sebenarnya sistem ini telah terinstall dalam perangkat komputer, namun karena sebelumnya aktifitas lebih dominan di Windows sehingga penggunaannya terhenti sesaat. Sistem terakhir yang saya gunakan adalah ubuntu 14.04.2 LTS.

2016-08-03_04-09-03
Ngga pake grub, make chameleon

Sudah rahasia umum bahwa Ubuntu akan melakukan rilis versi terbarunya tiap 6 bulan sekali dan 2 tahun sekali untuk versi LTS. Buat Saya, perbedaaan versi biasa dan LTS hanya di masalah support saja. LTS disupport hingga 5 tahun sedangkan untuk versi biasa hanya 2 tahun saja. Nah, karena saat ini sudah bulan Agustus 2016 sudah waktunya untuk update versi terbaru.

Sebelum upgrade Saya melakukan hal ini:

  • Backup data, menyimpan segala data penting di direktori bukan “/”. Hal ini sebenarnya bisa tidak dilakukan, tapi antisipasi kegagalan upgrade di beberapa kasus tidak bisa login dan tentu saja tidak bisa melakukan akses file dalam direktori “/” atau bahkan kehilangan. File yang Saya sarankan, tidak ada. Karena jelas Anda akan punya penempatan file yang berbeda.
  • Cek versi Ubuntu LTS, terbiasa menunggu stable version untuk perangkat komputer kerja sudah menjadi kebiasaan. Setidaknya nanti tidak usah takut sering-sering update patch dari bug versi belum stable. Toh juga saya tidak ikut mengembangkan sistem backend Ubuntu.
  • Keep update, hal ini harus Anda lakukan karena upgrade tidak bisa dilakukan jika tidak update terlebih dahulu. Update dalam artian adalah paket di komputer sudah sync dengan repo tempat Anda melakukan upgrade.

Oke ketika sudah melakukan 3 hal tadi, sesuai dengan anjuran dari salah satu website untuk melakukan upgrade Anda cukup menggunakan terminal dan mengetikkan

sudo update-manager -d

Secara otomatis ketika sudah update, Akan ada anjuran upgrade. Siapkan waktu cukup panjang, Saya melakukan upgrade dari 10.00 – 17.00 (Sebenarnya ini karena salah pilih wifi). Beberapa langkah akan dilakukan otomatis oleh sistem mulai dari download paket, install dan cleaning paket lama atau tidak terpakai.

Maka jadilah begini ubuntu 16.04

Screenshot from 2016-08-03 16-14-59
Tampilan default

Yang saya dapat setelah update adalah: Libre Baru, kernel baru, Nautilus baru. Everything baru. Ini saja sih secara umum yang Saya rasakan, karena belum melakukan pengecekan lebih lanjut sih memang. Hal penting:

 

  • Saya menggunakan php dan mysql default dari Ubuntu, bukan dari pihak ketiga (semisal LAMPP). Yang aslinya PHP masih versi 5 dan mysql versi 5.5 di upgrade menjadi php 7 dan mysql 5.7. Hal ini tidak nyaman buat Saya, karena beberapa penyedia layanan hosting masih menggunakan versi 5 pun dengan beberapa project ada sedikit crash. Sehingga Saya harus melakukan downgrade manual, dan bersyukurlah Anda jika menggunakan LAMPP.
  • Lewat Stackoverflow, sudah ada beberapa curhat soal ini. Misal tidak bisa sleep, atau gambarnya pecah. Tapi Alhamdulilah di perangkat komputer saya cuma bluetooth saja yang belum berfungsi setelah update.
  • Selain itu masalah bluetooth, bug kernel juga saya rasakan. Tapi untunglah sudah terselesaikan lewat tanya jawab di stackoverflow. Untuk mengetahui ada tidaknya bug, coba lihat di system monitor apakah proses kidle_inject menghabiskan resource cpu. Tapi masalahnya juga ada di system monitor sih, lebih baiknya ketik “top” di terminal.
  • Ada update baru di jockey-gtk, kini intel ada third-party nya. At least lebih nyaman sih buat Saya, kinerja prosesor lebih rendah.

    Screenshot from 2016-08-03 16-18-30
    masih unknown kok, tapi enak

Jika kamu pakai Ubuntu sudah upgrade apa belum? Apa kita dapet masalah yang sama?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *