Nongkrong Bareng Polisi, Kenapa Enggak?

Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti salah satu nongkrong bareng dengan kepolisian daerah Jawa Timur. Nongkrong? Iya nongkrong, karena sama sekali tidak ada kecanggungan dalam suasana perbincangan kami. Duduk dalam ruangan yang sama, makanannya sama, dan ngobrol ngalor-ngidul mulai soal perijinan, soal bagaimana mengingatkan hak dan kewajiban polisi, hingga kemudian diselingi dengan candaan ringan. Misalnya saja candaan soal masa kecil, “Kalo nakal tak bilangin polisi lho?”

Ada yang masa kecilnya pernah begitu? Jika masa kecil Anda tidak begitu, maka bersyukurlah. Karena ibu Anda tidak menanamkan polisi sebagai orang yang buruk, yang selalu menghukum orang, yang selalu berprawakan tinggi, besar dan kejam. Jika iya, kini saatnya Anda harus mengubahnya karena apa? Anda sudah besar, dengan bukti Anda sudah bisa membaca tulisan ini dengan baik dan benar. 😀

Nongkrong bareng polda
Ngobrol – ngobrol bentar sebelum acara

Kembali pada nongkrong …

Karena ini nongkrong, maka juga tidak cuma berdua atau bertiga. Tapi berbanyak orang, bahkan dari beberapa kota berbeda. Malang, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Hampir mencakup seluruh kabupaten yang ada di Jawa Timur. Acara ini diadakan selama 2 hari 1 malam, 1 hari dan 1 malam pertama di adakan di Tulungagung, sisanya acara diadakan di Trenggalek sekaligus dengan acara untuk penanaman 150.000 bibit pohon. Dimana saya anggap puncak dari kedekatan antara kami dan bapak polisi ada di malam hari.

bapak-bapak polisi mulai mengawali dengan menyampaikan bagaimana kasus-kasus yang saat ini tengah beredar, misalnya saja kalau di Malang soal bonek kemarin. kesimpulan penjelasan panjang lebar beliau soal masalah tersebut yaitu banyak sekali berita hoax bertebaran lantaran kurang konfirmasi dari pihak masyarakat kepada pihak yang berwajib. Berwajib dalam artian ini adalah sesuai dengan bidangnya, misal dalam masalah ini konfirmasinya tidak lain adalah pihak polisi karena masalah ini merupakan cakupan tugas beliau. Bukan konfirmasinya malah ke kemkominfo atau disbudpar. 😀

Nongkrong bareng polda
Meja utama bareng pak kapolda dan kapolres

Nah! Acara nongkrong ini juga tidak hanya teman-teman saja yang banyak, Tapi juga dari pihak polisi. Jadi juga bisa lebih gampang untuk menanyakan soal uneg-uneg, Saya bersama beberapa teman lain pun juga ngomong dengan beberapa polisi bukan hanya pak kapolda. Ngobrol tentang gimana pengurusan SIM dan STNK, Agak sedikit nyeleneh dan sebenarnya juga sama ngalor-ngidul. Yah mulai dari pengurusan jika sudah terlanjur telat atau hilang. Dimana titik utama dari perbincangan sepanjang malam adalah konfirmasi, karena tanpa konfirmasi ya kita cuma bisa menduga-duga. Tapi jangan menduga-duga kalau ga bakal kena denda juga jika Anda telat bayar pajak STNK, kan itu sudah kewajiban kita sebagai warga negara yang baik.

Ngobrol bareng mas – mas polisi.

Saya aja sudah nongkrong bareng polisi, kamu nongkrong sama siapa? Kalo jadwal masih kosong, yuk nongkrong lagi. Kabari jadwal kosong yak, di kolom komentar! 🙂

13 Replies to “Nongkrong Bareng Polisi, Kenapa Enggak?”

  1. Alvian! I have been telling my friends about your blog.

    You have a way with words, and your posts’ titles never fail to catch my attention.

    Ini salah satu blog berbahasa Indonesia yg aku sering kunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *