Open Data Dapat Dari Mana?

Nggak telaten, barangkali kata itu mewakili perasaan saya ketika masuk ruang kelas sebagai tim. Bukan Saya tidak suka mata kuliahnya, atau mahasiswanya. Tapi ada keinginan untuk men-tlateni satu persatu dari tiap teman sharing dalam mata kuliah tersebut.

Seperti yang Saya jelaskan sebelumnya, bahwa nantinya hasil dari mata kuliah ini adalah menyelesaikan satu masalah dengan menciptakan informasi baru dengan data yang diperoleh. Namun, selalu ada alasan tersendiri dalam perjalanan menyelesaikan aplikasi. Salah satu diantara dari sekian masalah dalam mata kuliah tersebut adalah mendapat open data, hal ini sering ditampilkan dalam suasana dalam kelas. Sebagai tim yang berusaha untuk baik, beberapa pencarian kecil untuk open data kami usahakan. Dan berikut temuan kami.

Saya memulainya dengan mengetikkan keyword “list open API” di search bar Google, list hasil pencarian ditampilkan. Pada tulisan ini Saya tidak menampilkan hasil Google, mengingat hasil pencarian sangat dinamis dan real time.

Guide dari stackExchange dimunculkan dalam hasil list tersebut. Saya katakan dalam link tersebut diterangkan secara menyeluruh dan mendetail tentang bagaimana cara mendapatkan open data, tentang Authentifikasi dari penyedianya, Format Data yang disajikan, serta cara umum mendapatkan data dari open API tersebut baik dari sisi programming maupun menggunakan aplikasi.

Mas yang bahasa indonesia ga ada?

Hvft. Baiklah, Saya rangkumkan sekalian.

Sejak adanya website, proses mendapatkan data tidak lagi harus dilakukan dengan cara manual. Untuk mendapatkan data yang diinginkan, setiap orang bisa melakukan scrapping pada satu atau lebih website. Scrapping adalah teknik melakukan pengambilan data berdasarkan parameter tersendiri pada website. Seiring dengan perkembangan teknologi, scrapping dirasa sulit dalam melakukan pengklasifikasian data. Menghadapi masalah seperti ini beberapa website menawarkan API yang lebih mudah untuk diolah sesuai dengan kebutuhan dari pengembang.
Meskipun beberapa API tersebut gratis dan bersumber terbuka, bagi pengguna harus memperhatikan beberapa hal tentang pemanfaatanya. Antara lain:

  • Banyak request yang akan digunakan untuk melakukan akses pada API tersebut. Beberapa API terkadang akan melakukan block jika pengguna melakukan request yang lumayan banyak.
  • Beberapa API menggunakan authentifikasi untuk penggunaanya, misalkan saja pada Beberapa media sosial yang mensyaratkan Anda harus memiliki token.
  • Fahami kembali Term Of Service(TOS) dari website tersebut, dan nyatanya bagian ini biasanya sering terlewat.

Data yang disajikan dalam API, biasanya berupa JSON, XML atau berupa CSV. Terkadang terdapat tipe lain dari 3 macam data tersebut, namun biasanya hal itu sangat jarang ditemukan. Biasanya data ini dihasilkan lewat web service dari website tersebut, tentu saja cara untuk mendapatkan tipe data tersebut akan berbeda-beda. Untuk mendapatkan data dari API terdapat 2 cara umum, yaitu bisa menggunakan software ataupun dengan menggunakan scratch sripting juga framework scripting. Software yang digunakan untuk melakukan parsing data ini banyak macam jenisnya, begitupun dengan scratch sripting juga framework scripting. Pada bagian lain akan coba saya tulis salah satu cara mendapatkan data, tapi tidak untuk tulisan kali ini.

Jika Anda berminat untuk mencoba API, anda bisa mengunjungi salah satu website di bawah ini:

Stats grok

Wikipedia page views merupakan data yang dihasilkan pada website tersebut. Wikipedia page views, memiliki banyak sekali kegunaan misalkan untuk melakukan prediksi perubahan harga dan lain sebagainya. Ketika melakukan akses pada web ini tidak diperlukan autentifikasi khusus, Anda bisa melakukan direct download atau melakukan stream via url sesuai dengan parameter yang diberikan.

Data Cuaca Lampau

Pada website ini bisa melayani 500 request per hari dengan menyuguhkan cuaca harian sejak tahun 1997. Selain itu, tidak hanya terbatas pada US, data yang disediakan hampir dari seluruh dunia. Format data digunakan adalah JSON, untuk melakukan parsing JSON anda bisa mencari pada referensi lain.

Programmable Web

Website penyedia daftar open API. tidak hanya API-nya saja, bahkan link untuk dokumentasinya dijelaskan pada website ini. Namun, lebih baik anda mengetahui dasar penggunaan API sebelum melakukan akses pada web ini.

Selain dari web itu sebenarnya masih banyak sekali penyedia open API, ataupun laman yang menyediakan list pemilik API terbuka. Sekarang hanya tinggal bagaimana cara Anda menemukan dan menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Nah, jadi kiranya salah satu sumber masalah dalam mata kuliah tersebut dapat diatasi. Kira kira apa masih ada bagian lagi yang sulit? Coba tulis di kolom komentar..

2 Replies to “Open Data Dapat Dari Mana?”

    1. Nanti mau tak ubah setelah menemukan diksi yang cocok dalam bahasa indonesia. Btw, ada saran apa ya buat mengganti istilahnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *