Temukan Beberapa Hal Ini di Coban Talun!

Sebagian penting dari perjalanan saya barangkali adalah soal waktu luang dan teman seperjalanan. Meskipun agak jauh, mungkin saya akan berangkat ketika dua hal tersebut terpenuhi. Belakangan ini hampir tiap akhir pekan terdapat waktu luang dan teman perjalanan, sehingga ada saja ide untuk menciptakan momen baru, salah satu tempat persinggahan beberapa waktu lalu adalah coban talun.

Continue reading “Temukan Beberapa Hal Ini di Coban Talun!”

Coban Jahe di Tumpang, Coban Tangkil juga!

Bersama dengan beberapa teman, saya kembali mengunjungi coban jahe di tumpang. Berbekal motor seadanya dan bungkusan sarapan pagi, kami memulai perjalanan. Sebelumnya, saya sudah pernah ke coban ini beberapa tahun lalu. Tapi karena agak lupa serta takut nyasar, Sebelum memulai perjalanan salah satu diantara kami mencari lokasi coban ini di Google Maps lalu menyimpannya secara Offline. Setelah itu, barulah perjalanan dimulai dari Kota Malang.

Continue reading “Coban Jahe di Tumpang, Coban Tangkil juga!”

Pantai Watu Leter, Secara Umum Begini Gak Sih?

Sebelumnya, saya sempat mengira Pantai watu leter ini merupakan salah satu gugusan pantai batu bengkung. Secara bentuk batu pada pantai di batu bengkung, atau pantai di sebelah batu bengkung memiliki kesamaan dengan bentuk batu di pantai ini. Kenyataannya pantai watu leter berbeda dengan batu bengkung, meskipun sama sama memiliki batu di pantainya.

Continue reading “Pantai Watu Leter, Secara Umum Begini Gak Sih?”

Candi Njawar, Google, dan Masyarakat Sekitar

Jadi, karena kebetulan hari sedang cerah, saya menyempatkan diri ke candi njawar. terletak di kecamatan Ampelgading kabupaten Malang, daerah ini merupakan bagian paling timur dari kabupaten Malang. Sehingga berbatasan langsung dengan Lumajang. Secara detail, candi njawar terletak di desa Glidik (kurang lebih 5 – 10 km dari pasar Ampelgading ).

Continue reading “Candi Njawar, Google, dan Masyarakat Sekitar”

Food Warrior, Kuliner Indie Malang Berfusi

Hujan deras sempat menjadikan saya telat datang 1 jam ke acara launching food warrior malang. Padahal menurut Google Maps, jika perjalanan normal waktu tempuh yang dihabiskan hanya 15 menit. Ya tapi bisa apa, selain menunggu hujannya sedikit mendingan. Untunglah, ketika tiba acara baru saja dimulai. Terima kasih panitia, telah mentolerir alasan klise saya.

Continue reading “Food Warrior, Kuliner Indie Malang Berfusi”

Saya dan YoungLex Seangkatan kok

Di pagi hari, salah satu rutinitas yang biasa saya lakukan adalah melakukan akses pada media sosial. Tak banyak sih, kadang membuka pemberitahuan dan membalas komentar, atau sekedar melihat lihat kondisi teman dunia maya. Beberapa tulisan ada mulai dari kegalauan soal diri sendiri, pekerjaan, dan lain sebagainya. Termasuk di dalam beranda saya adalah wawancara Metro tv news soal mas younglex, yang dibagikan oleh salah seorang teman.

Continue reading “Saya dan YoungLex Seangkatan kok”

Makan Indomie The Next Level di Rumah Temen

Indomie the next level, kurang lebih begitu saya menyebutnya. Diawal adanya mie instan, saya berekspektasi bahwa apa yang ada didalam bungkus itu akan sesuai dengan penampakan bungkusnya. Cantik, indah, dan menggemaskan. Nyatanya, bungkus dan isi sama di mie instan terkadang cuma khayalan anak kos di tanggal tua. Tambahan berupa nasi pun harus dilakukan, harapannya sih sesuai dengan kebutuhan kalori. Beuh, melas banget kayaknya jadi anak kosan? Tapi nggak juga tuh, dan nyatanya sekarang indomie sudah menuju ke level lebih tinggi.

Continue reading “Makan Indomie The Next Level di Rumah Temen”