Pantai 3 Warna Versi @elfarqy

Ceritanya sedang jalan-jalan ke pesisir selatan Kab. Malang. Tujuan saya adalah pantai 3 warna, salah satu pantai dalam lingkup area Sendang biru.

Persiapan

Perjalanan ini dimulai dari kota Malang, jika kamu dari kota lain mungkin akan beda cerita. Saran saya, sebelum kamu melakukan perjalanan menuju pantai 3 warna ada baiknya kamu menyiapkan:

  1. Waktu, setidaknya dibutuhkan sehari full, terhitung perjalanan berangkat dan pulang, saat disana, dan istirahat untuk tepar. 😀
  2. Fisik, hal ini jelas dibutuhkan, karena untuk mencapai pantai ini setidaknya membutuhkan rata-rata 2 jam perjalanan (Kota Malang – Sendang Biru) jika ditempuh dengan menggunakan sepeda motor, dan bisa lebih kalau menggunakan mobil.
  3. Kendaraan handal, selain fisik yang juga harus terjaga. Kendaaraanmu pun juga harus dalam kondisi prima, iya itu tadi perjalanannya lumayan jauh. Selain itu,  jalan dengan track berliku-liku juga akan menemanimu selama perjalanan. Mungkin jika syarat ini tidak terpenuhi, pada beberapa titik terdapat tempat bengkel motor. Namun, jujur saya sendiri hanya sempat 2 kali menggunakan jasa servis tersebut (hanya untuk tambal ban). Jadi, saya belum bisa mengatakan servisnya baik atau tidak. Perhatikan pula bagian pengisian bahan bakar, Ada baiknya untuk melakukan isi ulang di pom bensin sekitaran Turen. Harga relatif lebih mahal jika kamu mengisi di sumbermanjing, sekitar Rp, 9000 per liternya. ingat juga untuk bawa STNK, soalnya pas keluar dari lingkungan parkir dilakukan pengecekan STNK.
  4. Uang cash, ketika kamu sampai disana tidak tersedia ATM untuk melakukan penarikan, ATM terakhir menurut saya sih ada di sekitar turen. Lebih dari itu, sulit dijumpai ATM. untuk jumlahnya kira-kira 200ribu cukuplah (diri sendiri). Lain halnya jika kamu bawa pacar atau sedang dalam masa pdkt, ini serius.. secara umum dapat dirincikan sebagai berikut:
    • Rp. 10000, – Registrasi
    • Rp. 100.000 untuk guide (semakin banyak team maka guide akan makin murah, karena biayanya terbagi pada team)
    • Rp. 5000,- Parkir
  5. Pakaian ganti, hal ini wajib kamu bawa (untuk penikmat snorkling).

Sisanya opsional. Misalkan saja teman/team dan bekal pribadi (obat atau makanan). Sekedar saran, untuk bagian tim sebaiknya kamu siapkan juga, hal ini selain akan mendukung kenikmatan mu dalam jalan2, juga akan mengurangi beban harga yang akan kamu tanggung. Ingat lo ya teman atau tim, bukan pacar atau teman sedang pdkt 😛 . Ketika persiapan telah selesai, sepertinya kita sudah siap berangkat.

On Site

Yang pernah kesini sebelumnya, ada perubahan arah loh. Dulu yang jadi tempat jalan masuk area sekarang jadi jalan keluar area. Jalan masuknya masih agak ke timur, ada tulisannya kok. atau buat pemain ingress, arahkan navigasi ke portal gereja kristen jawi wetan. Portal itu didepan gang jalan masuk. (*Abaikan ingress) setelah masuk, kamu ditampung untuk proses registrasi terlebih dahulu. beberapa barang yang kamu bawa masuk akan dicatat misalkan tisu, botol air minum, kantong plastik, rokok dan beberapa lainnya. Pada registrasi ini, kamu diharuskan untuk membayar kurang lebih sekitar Rp. 15.000,- (Detailnya sudah disebutkan diatas).

Secara regular, kamu akan di kelompokkan sesuai tim, biasanya terdiri dari 7 – 10 orang. Jadi kamu kudu sabar kalau cuma berdua, soalnya masih nunggu tim untuk masuk ke area pantai 3 warna. Untuk lokasi penungguan, baiknya menunggu di pantai gatra.

Perlu diperhatikan adalah tidak dibenarkan masuk ke area 3 warna tanpa adanya guide dan tanpa registrasi.

Untuk akhir pekan disarankan reservasi dulu, saya sih kemaren reservasinya ke pak budi (+62 823 3371 6735). Bagi yang membawa mobil parkirnya agak jauh didepan yak, jarak dari parkiran mobil ke dalam area registrasi kurang lebih 20 menit. Jika males jalan atau capek, kamu bisa naik ojek. Untuk harga saya belum tahu, karena kemaren seluruh tim menggunakan sepeda motor. Jika registrasi sudah terselesaikan, kamu bisa masuk dan memulai untuk melangkah menggunakan kaki.

Pantai Clungup

Jujur saya belum tahu disebelah mana pantainya, karena sepanjang mata memandang cuma bakau. kesimpulan saya, pantainya kering dan sudah ditanami bakau, jadi cuma tulisannya saja dan tidak sempat mengabadikannya dalam kamera.

Pantai Gatra

Di Pantai Gatra baiknya jangan mandi dulu bagi yang berencana melanjutkan untuk ke 3 warna, Terus ngapain? foto, sunbath, basuh kaki, atau minum bisa kamu lakukan ketika sampai disini. Bagi kamu yang juga mau camping, tenda hanya bisa didirikan disini. Untuk di pantai 3 warna kamu ndak bisa camping disana. Prasyarat campingnya pun belum tahu, karena kemaren belum sempat tanya. yang jelas ada harga tiap malam.

Pantai 3 warna

untuk mencapai pantai ini, dibutuhkan setidaknya 30 menit waktu tracking dari pantai Gatra. Santai ya, jalannya cukup terjal tapi tidak terlalu kok. Kebetulan saya melakukan tracking ketika jam 10.30 jadi ketika sampai di pantai 3 warna jam 11.05. begitu sampai disini, hal pertama yang kamu lihat adalah toko kecil yang menyediakan popmie. Dan beberapa makanan lain sih, ini yang membuat saya sedikit heran. Padahal di awal registrasi tadi di data segala barang bawaanya, eh disini malah ada toko makanan. Entahlah, hanya tuhan yang tahu. By the way, ketika saya kemari hanya ada satu toko saja. kalau Anda sudah berapa toko pas kesana?

Lanjut, di pantai ini Anda bisa snorkling, serta mengambil gambar tentunya. Untuk biaya membawa peralatan elektronik, alhamdulilah masih gratis. Sedangkan untuk peralatan snorkling jika Anda memilikinya bisa membawanya sendiri, namun jika tidak Anda bisa menyewanya dengan harga Rp. 15.000,- (Kacamata renang dan jaket pelampung). Anda bisa mengatur peminjaman lewat guide atau meminjamnya secara manual pada pos yang tersedia. Untuk waktu kunjungan pada pantai 3 warna diberikan jam kunjungan, kurang lebih per tim 3 jam. Jadi, harap dimanfaatkan dengan baik ya. tapi juga jangan terlalu baik, sampai baterai peralatan elektronik mu habis. Untuk signal, ada beberapa layanan jaringan yang masih keliatan batangnya misalkan kartu merah dan kartu putih, kartu kuning jarang ada sih. Setelah sampai pada waktu tersebut, untuk jalan pulang guide saya menawarkan 2 cara yaitu dengan cara menuju langsung pada pos registrasi, atau dengan cara melakukan sisir pantai. Dan kami lebih memilih untuk menyisir pantai yang ada disekitar. Sekalian tahu, sekalian capek, dan sekalian poto-potonya.

Bukit wareng

Jadi ada dua tempat dalam susur pantai, tempat pertama adalah bukit wareng. Bukit yang terletak di sebelah kanan dari pantai 3 warna, yah meskipun harus terhalang pantai tanpa nama. Bukit ini tidak terlalu tinggi kok, jadi santai saja kalau naik. Diatas bukit ini, pendaki bisa melihat panorama pantai sebelah 3 warna dan pantai watu pecah yang menjadi destinasi selanjutnya. Jika naik tidak terlalu sulit, maka jalan turun agak ekstrim.

Pantai Watu Pecah

Pantai ini merupakan tempat terakhir yang dikunjungi dalam susur pantai. Ombak di pantai ini lebih besar dibandingkan di pantai 3 warna, jadi tidak dianjurkan untuk berenang disini lagipula kan sudah capek renang di pantai 3 warna. Selain itu jika kamu beruntung, kamu bisa melihat elang yang sedang terbang kesana kemari di langit pantai watu pecah. Jika tidak, terus mencoba yah… jangan patah arang..

Sebelum post ini diakhiri, ada baiknya kita mengheningkan cipta. Untuk para pengunjung lokal, interlokal, nasional, maupun mancanegara semoga tetap menjaga kelestarian pantai 3 warna. Jika anda sedikit mau menengok di belakang pantai yang indah itu, ada lahan sampah yang tersedia. terbentang sekitar 15 – 20an meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 0.5 meter. Saya berpikir sampah-sampah ini tidak mungkin diangkut oleh truk, ataupun perahu untuk sampai di pembuangan akhir. tapi butuh tangan kreatif yang membawanya sampai pada pembuangan akhir. Dan saat saya kesana hari itu, bukan saya yang berbuat. 🙁

Dan saya pikir bukan cuma mengeheningkan cipta, tapi juga butuh aksi nyata untuk mengendalikannya. Mengingat sampah itu akan sulit untuk berkurang, dan akan sangat mudah untuk bertambah(jika melihat dari pengunjung pantai tersebut). terhadap guide di wilayah pantai 3 warna, saya salut. beliau sampai menyempatkan membawa tempat kecil untuk membuang puntung rokok, setidaknya ada bukti sedikit untuk tidak terlalu mengotori wilayah ini. Tanpa air, pantai ini cuma padang pasir. tanpa pasir, ini pasti bukan pantai mungkin telaga. kiranya cukup sampai sini saja catatan perjalanan saya di pantai ini, versi milikmu mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *