Pantai Sendiki, Pantai Baru dekat Sendang Biru

Lokasinya tidak jauh dari pantai sendang biru, pantai baru ini masih belum genap berumur satu tahun sejak di bukanya untuk umum. Namanya pantai sendiki, pantai dengan pasir putih dan beberapa batu berkolaborasi epik sehingga menimbulkan pengalaman tersendiri ketika ke tempat ini.

Belum lagi tawaran soal pemandangan ayunan di dalam lokasi, lumayan worth it-lah istilahnya untuk foto instagram.Dan ini ada perjalanan saya menujunya.Awal perjalanan dimulai dari bululawang, saya berangkat bersama 13 orang lainnya menuju pantai ini. Yah, itung-itung reuni bareng temen SMA, setelah sekian lama tidak bertemu. Sudah direncanakan dari awal bahwa kami akan menginap satu malam di lokasi yang di maksud, entah ketika disana hujan apa tidak. Jadi, kami sudah mempersiapkan meliputi tenda, makanan, dan kebutuhan lain untuk menunjang menginap satu malam di pantai sendiki.

2 jam perjalanan kurang lebih kami lampaui untuk sampai di pantai sendiki, dengan menggunakan jalur arah pantai sendang biru. Untuk sampai di pantai ini, ikuti arah menuju pantai tamban. Jadi, Pantai sendiki ini sebenarnya ada di sebelah timur pantai sendang biru. Sebelum sampai di pantai, kami singgah di salah satu rumah saudara teman dalam rombongan. Tentu saja, lewat hal ini ada kabar baik. Kami bisa masuk lokasi tanpa dipungut biaya, Alhamdulilah rejeki anak baik.

Pantai Sendiki - Kita Nikmati sendiri
Kami nikmati sendiri

Sesungguhnya untuk masuk pantai sendiki dipungut biaya Rp 15.000,- dengan rincian, Rp 5000,- untuk parkir dan sisanya untuk registrasi. Kami parkir agak di depan, karena saat itu workday jadi pantai bisa dikatakan sangat sepi. Perjalanan dimulai ketika sore hari, jadi tepat pukul 18.00 kami sampai di lokasi. Ransel segera kami unpack, dan tenda didirikan. Sisanya bersiap dengan perbekalan makanan yang sedari tadi kami bawa, ikan ayam yang harus di panggang, sambel, dan tentu saja bumbu untuk jagung bakar.

Malam kami berjalan seperti biasanya, hingga kemudian ada beberapa penduduk sekitar yang ternyata berjaga di bibir pantai. Pemandangan ini yang kemudian jarang saya temui ketika saya camping di pantai lain. Dengan adanya penjaga ini, sebagai tamu kami merasa aman. Toh kami kan punya iktikad baik, bukan mau mesum. šŸ˜› Jadi buat kami sangat senang dijaga oleh penduduk sekitar. Selain itu keramahan penduduk juga sangat kami rasakan, kami ngobrol sana sini soal kondisi masyarakat, perkembangan pantai dan lain sebagainya. Dan kurang lebih berikut adalah resumeĀ dari ngobrol saya semalaman:

  • Jadi sebenarnya untuk camping di pantai sendiki Anda tidak perlu membawa tenda. Kenapa? karena di pihak pengelola pantai sendiri, sudah menyediakan penyewaan untuk tenda. Untuk sewa tenda saja berkisar 25 – 30 ribu, tergantung ukuran tendanya. Juga untuk Anda yang memang tidak bisa mendirikan tenda, Maka pihak pengelola juga bisa mendirikannya, untuk paket lengkap kalau tidak salah dengar sekitar 60 ribu. Dan saya merasa menyesal bawa tenda, karena selain berat juga menghabiskan space untuk tas. šŸ˜€
    pantai-sendiki-tenda-camping
    Tenda camping

  • Lalu untuk fasilitas pantai sendiki sendiri, kurang lebih sudah lumayan ada. Ketika saya kesitu sudah ada 3 ruang kamar mandi, dan 1 mushola. Juga Pos pantau di pantai, eh ini kan fasilitas ya pos pantau? Tapi meskipun begitu penerangan di pantai sendiki, masih kurang memadai. Entah karena kabel listrik yang belum sampai atau bagaimana, yang jelas pihak pengelola masih memanfaatkan tenaga matahari untuk menyalakan lampu. sarannya jika mau menginap, bawalah senter jika ke kamar mandi takut lampunya mati sendiri.
    Pantai-Sendiki-kamar-mandi
    kamar mandi, udah ada lampu dengan penerangan seadanya

  • Pihak pengelola sebenarnya adalah penduduk sekitar berkolaborasi dengan pihak perhutani, dengan model bagi hasil untuk tiket. Dari percakapan yang saya dengar, modal bagi hasil ini memiliki nilai yang kecil dibanding milik perhutani. Pada paragraf ini saya merasa bersalah karena masuk ke tempat ini tidak membayar tiket, sebenarnya diterangkan secara detail oleh bapaknya tapi diposting ini tidak mungkin saya tuliskan. Intinya adalah monggo manfaatkan fasilitas dan area wisata nya sebaik mungkin, tapi jangan lupa konservasi itu tidak gratis. Butuh tenaga, waktu, dan biaya.
    pantai-sendiki-dan-lampiran-peringatan
    Lampiran peringatan pengelola

  • Jika suasana pantai sedang sepi seperti ketika saya disana, amankan barang bawaan dari jangkauan binatang. Terkadang jika beruntung ada binatang liar yang berkunjung, saya saja bertemu dengan biawak(semoga tidak jadi Godzilla)
    pantai-sendiki-hewan-liar
    Nyambek! Biawak!

Tulisan ini sangat global sekali memang, bukan karena apa. Perbincangan nya panjaaaang, itulah yang menjadi alasannya.

Barangkali perbincangan ini juga memang beralasan, bagaimana tidak karena kami beruntung ketika camping di pantai sendiki, kami terkena badai. Angin berhembus kencang hingga mampu menerbangkan pasak-pasak tenda. Suasana mencekam, saya cuma berdoa biar ngga tsunami aja. Badai berlangsung kurang lebih satu jam, dan satu jam itu saya cuma dipojokan tenda. šŸ™


Pantai sendiki - Sunrise
Sunrise cuma bonus, Camkan!


Pukul 04.30 saya sudah bangun. Langsung nenteng kamera, mau liat sunrise di pantai. Dan ternyata, sunrise cuma bonus itu bukan hoax. Mendung menghalangi indahnya sunrise, dan saya gak kebagian bonus. Tapi nggak papa deh, kali aja pas kesana lagi bisa lihat. jadi, kapan kesana lagi?

38 Replies to “Pantai Sendiki, Pantai Baru dekat Sendang Biru”

    1. Tiap malem ada yang jaga kok, di wilayah pantainya.

      kalo urusan jalan menuju pantai saya kurang tau nih, mungkin bisa googling jalan ke sendang biru. Soalnya jalan nya sama dengan jalan ke sendang biru.

      penjagaan parkiran sama halnya dengan penjagaan pantai.

    1. ketika saya kesana tidak ada mas, kemungkinan yah mungkin parkir agak jauh dari pantai.. Tapi kurang tau lagi kalau sekarang. šŸ˜€

    1. Tunggu dulu, ini soal parkir atau soal daftar yah?
      kalo daftar sih, kudu pake identitas macem sim atau ktp.
      tapi kalo parkir, boleh deh pake stnk

    1. Ketika disana tidak ada batasan umur sih, tapi jika memang mas butuh pemandu disana juga ada penjaga di sepanjang bibir pantai koq.

    1. Jadi disana petugas menyediakan tenda yang bisa disewa oleh pengunjung, termasuk untuk pendirian tendanya, penyediaan 1 lampu penerangan untuk dalam tenda.
      untuk alas matras, belum termasuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *