Pantai Watu, Pantai Bantol sekaligus Gunung Kembar

_DSC0006-3
Catatan saya tentang pantai disekitar jalur lintas selatan (JLS) Malang sudah akan Habis. Menyisakan beberapa pantai yang baru buka dan belum sempat main kesana. Dari kesombongan itulah, akhirnya perjalanan lain ke arah barat JLS (wilayah sekitaran donomulyo) dimulai. Dengan googling sebentar, saya menetapkan pilihan pada pantai Bantol. Menurut Gmaps, untuk mencapai pantai ini saya diharuskan menempuh perjalanan 1,5 jam dari kabupaten menuju dusun Sumberceleng, desa Banjarejo, kecamatan Donomulyo.

Kalau Anda berasal dari luar Malang, Anda bisa juga sampai di tempat ini. Baik dengan kendaraan pribadi maupun, memanfaatkan fasilitas kereta api atau bis. Tentu saja dengan kekurangan dan kelebihan masing masing. Kalau menggunakan bis, waktu tempuh bisa jadi minimal 2.5 jam dari terminal Arjosari sedang bila menggunakan kereta Waktu tempuh menjadi 2 jam lebih dari stasiun Kota Malang.

Kalau saya sih, lebih memilih kereta api dibanding bis. Selain terhitung lebih dekat, tiketnya juga lebih gampang didapat. Misalnya saja cukup buka aplikasi Traveloka, atur kereta tujuan dan tanggal keberangkatan, atur penumpang dan bayar, maka tiket sudah bisa didapatkan. Bahkan sebelum 3 jam keberangkatan pun, tiket masih bisa dipesan lewat aplikasi tanpa repot ke loket di stasiun. Nah, setelah sampai Kota Malang barulah menyewa kendaraan sesuai kenyamanan dan budget untuk digunakan ke lokasi pantai. Saya sih nyaman menggunakan motor.

kondisi jalan pantai bantol
kondisi jalan bagian 1
kondisi jalan pantai bantol
kadang ada yang sedikit baik

Ternyata saya meneemukan, ada sedikit kesalahan pada perkiraan 1,5 jam tersebut yakni dibagian perkiraan jalan. Mungkin sampai pasar kecamatan Donomulyo, situasi jalan akan tetap tenang dan ramah untuk motor. Barulah di 8 – 10 km dekat loket registrasi di pantai, Perjalanan menjadi makin menantang. Track batu mengcover hampir seluruh perjalanan, dan tentu saja ditambah dengan irama jalan naik – turun serta berkelok – kelok tak luput menyertai sebagai identitas khas dari perjalanan menuju pantai di Malang selatan. Bagi Anda yang berminat melakukan perjalanan kesini, baiknya cek motornya dulu ya. Mengingat sepanjang perjalanan saya belum menemui bengkel ataupun tempat tambal ban, kiri dan kanan jalan adalah hutan/ladang penduduk. Tapi sabar saja, setelah perjalanan beberapa menit tersebut, Anda akan sampai di pantai Bantol

Begitu sampai di lokasi, Anda diharuskan membayar Retribusi parkir. Saat itu, saya membawa 1 motor dengan 2 orang pengendara termasuk saya. Jumlah yang harus saya bayarkan adalah Rp 25.000,-. Dengan rincian:

  • Tiket masuk per orang : Rp. 5000,-
  • Tiket titip kendaraan : Rp. 7500,-
  • Tiket titip helm : Rp. 2500,-
  • Tiket asuransi : Rp. 1000,-

Barangkali jika Anda membawa mobil, kisaran tiket titip kendaraan Rp. 20,000 – Rp. 30,000. Sedangkan untuk menginap, akan dikenakan biaya tambahan pula untuk keamanan dan penjagaan wisata pantai.
harga tiket pantai bantol

Untuk menginap di lokasi, Anda diharuskan membawa peralatan sendiri, karena di lokasi ini tidak disediakan penyewaan perlengkapan untuk menginap baik itu tenda maupun peralatan masak dan lain sebagainya. Namun, pantai ini tidak terlalu sepi kok. Telah ada beberapa warung yang menyediakan makanan ringan, mie, snack, dan beberapa makanan lain bisa dibeli di warung tersebut.

Nah, sampai sini. Perjalanan sudah, warung sudah, retribusi sudah, tinggal lokasinya.

Dalam lokasi ini ada 4 pantai dan 1 bukit yang bisa dikunjungi, yakni pantai Watu, pantai Bantol, pantai Dung Celeng serta pantai Pulo Doro. Sedang bukitnya, dinamai gunung kembar.

Pantai Watu

Merupakan jujugan pantai pertama ketika saya berkunjung di lokasi pantai Bantol. Menurut saya, pantai ini tidak cukup baik digunakan untuk renang. Selain karena bibir pantai yang sebagian besar berupa batu padas, ombak yang menggulung pun terlihat cukup ganas untuk diselami oleh pengunjung. (Ya ngapain, ombak kok diselami :D). Bicara soal batu di pantai, ndak hanya batu padas lho, tapi juga batu karang, dan beberapa batu yang mirip ada di gunung. Sayangnya. tidak ditemukan batu akik di pantai ini.
pemandangan pantai watu

Oh ya! Untuk sampai ditempat ini, dari lokasi parkir ikuti saja papan dengan anak panah yang mengarahkan ke tempat ini. Jika diukur jarak dari lokasi parkir sampai tempat ini, tidak lebih dari 100 meter saja. Jika beruntung, beberapa monyet akan menemani perjalanan Anda ketika sampai di tempat ini, sehingga tidak mengeluarkan makanan apapun, bisa menjadi pilihan yang baik.
petunjuk pantai watu

Gunung Kembar

Setelah kembali dari pantai Watu, saya melanjutkan perjalanan ke Gunung kembar. Seperti halnya pantai Watu, untuk menuju tempat ini tinggal mengikuti papan petunjuk. Tertulis disitu “gunung kembar, pesanggrahan”, yang kemudian membuat saya penasaran apa makna pesanggrahan. Google menjawabnya lewat Wikipedia, artinya merupakan rumah peristirahatan. Sedangkan, Apa yang saya dapati di gunung kembar adalah pura kecil dan tempat melihat ombak. Terjadi kesenggangan penduduk dengan Wikipedia nih
Petunjuk gunung kembar

Tempat pertama di Gunung kembar yang saya kunjungi adalah tempat melihat ombak, posisinya berada diatas tebing tapi tenang sudah dipagari kok sehingga hal ini akan meminimalisir bahaya berupa terprosok di jurang atau tercebur ke laut. Dan tentu saja, tidak perlu lagi membayar untuk masuk ke dalam lokasi ini, karena tiket diawal tadi merupakan tiket terusan (anggap saja begitu meski tak ada keterangannya).

tempat melihat ombak

Sebelah kanan dari tempat melihat ombak, terdapat tangga ke atas menuju pura. Diawal masuk lokasi gunung, saya kira pura tersebut tidak aktif. Tapi beberapa saat kemudian, terlihat beberapa warga desa melakukan doa dan membakar dupa di lokasi tersebut. Jadi, bagi nantinya yang akan mengambil foto atau sedang bersama orang terkasih, harap mengatur tingkah laku. Karena di sekitar lokasi, ada orang yang sedang khusuk beribadah.
pura pantai bantol

Pantai Bantol

Lokasi pantai ini ada dibawah Gunung kembar, jika gunung kembar mengambil jalur kiri dan sedikit menanjak, maka pantai ini ada di jalur kanan yang menurun. Bibir pantai ini cukup luas, dengan dipisahkan sungai kecil dari danau yang payau. Untuk memudahkan cerita, Saya membaginya dengan nama pantai Bantol dengan karang, dan tanpa karang.

Jujugan awal adalah pantai Bantol dengan karang. bentukan pantai yang berupa teluk, menyebabkan ombak lautnya tenang dan nyaman digunakan untuk bermain air. Selain itu, adanya beberapa pohon besar yang menjorok ke laut dari gunung kembar tadi membuat lokasi ini lumayan teduh. Tak perlu takut lagi kulit terbakar sinar matahari, toh adanya pohon cukup meminimalisirnya.
pemandangan pantai bantol

main air di pantai bantol

Sedangkan untuk pantai bantol tanpa karang, ukuran pantai lebih lebar dengan pasir sebagai penghias bibir pantainya. Saat berkunjung, beberapa tenda terlihat didirikan ditempat ini. Mungkin jika dibandingkan dengan pantai sebelahnya, maka pantai ini tidak cukup teduh, selain itu kaki akan kepanasan ketika berjalan di pantai tanpa alas siang siang. Sehingga untuk pilihan yang baik dirikanlah tenda di pantai bantol tanpa karang, dan mainnya di pantai bantol dengan karang. šŸ˜€

pantai bantol panas

Lalu untuk yang alergi air asin?

Tenang, karena tersedia kolam air payau di dekat pantai. Selain tawar juga kolam ini juga cukup berjarak dari laut sehingga tidak ada ombaknya. Mungkin hanya arus sungai menuju ke laut yang patut diwaspadai meskit tidak terlalu deras. Utamanya bagi yang membawa anak kecil, tetap perhatikan adik atau anaknya. Nanti kalau terseret arus kan bahaya.
pantai bantol kolam air payau

2 Pantai lainnya, akan dilanjutkan ditulisan berikutnya. Mohon bersabar, gambar nya sedang diedit dan diksinya sedang dipilih. Sembari menunggu, tahukah Anda bahwa harga total tiket yang detail jika dijumlah memiliki selisih dari harga tiket yang saya bayarkan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *