Remain Calm

Remain Calm…. dan itu tak semudah pengucapannya,,,,

Emiel Amaliya

Tetap tenang, demikian definisi dari dua kata tersebut. Barangkali bisa dipisah, tapi maknanya akan berbeda. Beberapa waktu lalu teman saya bertanya perihal kesulitan menuliskan kode program.

"Pi, codingnya error dibagian ini.. bla.. blaa.."
"Remain calm, coba baca lagi dokumentasinya"

Remain calm buat saya adalah sikap yang diambil ketika ada dalam masalah. Bagaimana tidak? Ketika semakin grusa grusu dalam pengambilan langkah tentunya hal ini akan berpengaruh dalam langkah tersebut. Misalkan saja, kamu merasa kepedesan(eh bener gini gak ya tulisannya). Ketika kamu ndak tenang, maka kalaupun melihat air pasti langsung disamber. Padahal ga tau kalau itu nyatanya air bekas cuci apalah, yang sengaja ditaruh dalam gelas. Loh iya kalau cuma air bekas cuci, lah kalo air bukan sebenarnya. minyak tanah misalkan, kan jadi nggak enak.

saya kira remain calm pun juga bakal mempengaruhi temen loh. lah gimana enggak? abis ngambil air dan diminum, temen kamu bilang sama kamu kalau itu air bekas. Nah kan, kalau ngga disemprot air nya, pasti bilang

"Ta** lu! air bekas taruh digelas."
"lah tadi mau dicuci sekalian, kan gelasnya kotor"
"ya, Kampr**!"

Emang sih, pada beberapa waktu hal ini sulit dilakukan. Tapi yang sulit bukannya ndak mungkin dijalani kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *