Saya Bingung Mau Nulis Apa!

Saya ndak tau mau post apa! Iya, beneran. Tapi saya nulis saja, entah nanti hasilnya apa yang jelas saya nulis saja. Bagian bingung mau nulis apa ini sangat sering saya ketemukan dalam proses penulisan konten dalam blog. Entah dalam dulu pas awal – awal ngeblog atau dalam tulisan kali ini.

Yah bagaimana ya? Saya kira aktifitas dalam kehidupan ini terlalu datar saja, tidak seperti orang lain yang tulisannya bisa dispesifikan. Pengennya nulis traveling, eh saya mah kena angin laut aja masuk angin. Pengen nulis soal ngafe, daripada ngafe lebih baik beli kopi sachet-an. Mau nulis curhatan juga, tapi saya lagi berusaha buat meningkatkan kredibilitas blog. Jadi curhatannya kudu lebih elegan dan nggak kelihatan curhat. tapi juga bukan pencitraan yang jelas. Jadi harus gimana dong? Ya biasa saja, entahlah. Jelasnya artikel ini berisi tentang kegalauan menemukan topik untuk artikel.

Twitter
Twitter – diambil dari jurgen Appelo.

Oke, jika saya pada masa “nggak tau mau nulis apa”, langkah saya kemudian adalah membuka aplikasi Twitter pada handphone. Pilihan saya jatuh pada Twitter dibanding media sosial lain adalah lebih enak saja, baik dari update informasi ataupun dari keaktifan following user di akun saya. Terkadang dari twit itu jika ada yang menarik kemudian saya coba kembangkan menjadi bagian yang lebih luas. Mungkin bagian ini disebut juga “mencuri ide”. Entah hal ini diperbolehkan atau tidak, tapi nyatanya seperti itu. Menurut saya, dalam twit orang lain terkadang saya menemukan masalah sosial yang tidak jauh berbeda dengan apa yang sedang saya ingin ketahui. Bukan kurang kerjaan, tapi gimana ya. Itu tadi kadang kita itu ingin, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. kurang lebih mirip dengan tulisan ini. Yaitu, bingung mulai dari mana tapi kemudian menulis saja. 🙂

Diakui atau tidak, sebagai pengguna Twitter terkadang untuk mengucapkan sebuah twit saya dalam berbagai kondisi yang berbeda. Misal karena lelah, karena sharing informasi, karena pencitraan maupun dalam rangka ajakan bahkan paksaan. Nah kadang dari hal hal yang tidak disadari tersebut, sebagian ide muncul, sebagian unek – unek muncul, bahkan sumpah serapah juga muncul.

Jika setelah streaming beberapa lama belum muncul ide untuk menulis, hal yang biasa saya lakukan adalah beres-beres data pada komputer. Saya bukan tipikal orang rapi kok, jadi untuk peletakkan suatu file (utamanya dokumen) terkadang ada saja dalam selipan tumpukan data. Baik itu curhatan, catatan, daftar checklist atau bahkan draft “mau-post”, hal-hal semacam ini kemudian menjadi inspirasi atas terbitnya sebuah tulisan. Tidak hanya tulisan saja, terkadang ada gambar yang cukup berkesan dan menurut saya #DuniaHarusTahu ya kemudian juga saya blog-kan. Bahkan terkadang adalah barisan gambar screenshot untuk laporan tugas kuliah. Saya sendiri juga heran kenapa dulu kok bisanya bingung dengan tugas kuliah yang padahal “hanya gitu doang!”. Tugas kuliah ini terkadang juga jadi tutorial kok, tapi di media yang berbeda dari blog ini.

Notes

Foto kiriman Alvian Burhanuddin (@elfarqy) pada

Biasanya setelah 2 hal tersebut saya lakukan akan muncul ide menulis. Namun jika belum nemu, berarti saya suntuk. Maka meninggalkan laptop dan merenung atau sekedar jalan diluar adalah pilihannya. Sebagai media pemikiran, kertas merupakan hal yang sulit untuk ditinggalkan. kurang lebih begitu cara saya menulis, kalo kamu gimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *