Saya dan Mas Kasir Minimarket

Uang koin sebotol akua

Foto kiriman Alvian Burhanuddin (@elfarqy) pada


Malam saya berlanjut seperti biasanya, terjaga hingga larut dan perangkat komputer saya masih menyala dalam keadaan debugging.

saya dituntut lapar yang sedang tidak mau diajak berkompromi, sehingga  diputuskan pergi ke minimarket terdekat untuk sekedar beli camilan. Hal ini saya lakukan lantaran langganan nasi goreng saya sudah bongkar tenda dan persiapan pulang. Hawa dingin minimarket nyatanya baru saya rasakan lebih dingin di malam ini, maklumlah saya baru sadar seharian tadi baru kali ini keluar dari kamar. kurang lebih 12 jam lebih saya habiskan di depan leptop mulai dari random Youtube sampe stalking blog. Kali ini pilihan saya jatuh pada roti di etalase minimarket dan minuman isotonik dingin, lumayan lah untuk mengobati lapar malam ini. Masih dengan kantuk dan lapar, langkah saya terhenti pada kasir.

ini mbak kembaliannya, xx.200 rupiah ya” kata mas kasir minimarket
Mbaknya kemudian keliatan ngitung uang dan melakukan komparasi dengan struk dan ingatannya.
Lha mas, bukannya kembaliannya xx.700 rupiah ya? ini struknya gitu
Loh? iya tah mbak?
Kayaknya sih, coba dicek dulu mas
Oh iya mbak, kayaknya sih segitu
Cek dulu mas, barangkali salah loh
Bener kok mbak
Secara buru-buru mas kasir minimarket ambil kekurangan kembalian dari laci tempat biasa menyimpan uang.
Oh, makasih ya mas
Kemudian mbaknya berlalu sambil melihat kembali struk nya.

Dan saya? masih disitu saja, tidak habis pikir dan berpikir tentang beberapa hal.

  • Tentang makasih dari mbaknya, oke disitu itu kode untuk “makasih, awas gak bakal balik sini lagi” atau “makasih” sebenarnya
  • Tentang mas kasir minimarket, ya bagaimanapun ini kan soal nominal. Anggep aja jika kemudian dalam sehari ada 100 orang, per orang dapet 500 perak. Udah 50rb dong. nah kalo sehari, kalo seminggu, sebulan? wah ada ceperannya yah.
  • Tentang praktek tadi, barangkali bukan untuk yang pertama kali. Soalnya mas kasir minimarket tadi kalem banget keliatannya ndak ada yang berpengaruh. Dalam artian, tetap menjalankan aturan dasar dengan tenang. Misalnya senyam-senyum ga jelas, nanya-nanya ga penting dan lain sebagainya

Lewat Malam tadi, setidaknya hal ini akan jadi reminder saya untuk melakukan pengecekan dan komparasi terhadap struk dan uang kembalian. Sejujurnya saya sendiri sih lebih ndak setuju soal kembalian yang didonasikan, karena bagaimanapun saya ndak pernah nerima info hasil donasi saya kemana lewat minimarket tersebut

(Sebentar saya mbayar dulu di kasir)
Kartu membernya ada mas?
“…”
kembaliannya xx.400 ya mas
“…”

Jadi, ya begitu selalu cek lagi sebelum keluar. Barangkali ada yang tertinggal, entah itu apa? btw, sudah pagi nih. Selamat malam yak! *tarik selimut*

5 Replies to “Saya dan Mas Kasir Minimarket”

      1. Haha. ndak tau juga ya. Makanya, sebagai customer kita harus jeli lihat harga tertulis di etalase, dan harga terucap di kasir. Soalnya saya pernah komplain, akhirnya si kasir pakai harga sesuai di etalase 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *