Saya ditolak Lagi

Iya, saya ditolak lagi. Penolakan ini terjadi lantaran saya menggunakan kaos oblong dan penutup luar berupa jemper ketika masuk gedung perpustakaan lingkungan kampus. Peraturan ini sudah lama sebenarnya di adakan bagi mahasiswa, saya bukan tidak tahu. Tapi sekedar test saja, apakah peraturan ini masih berlaku apa tidak.

Tapi bagaimanapun istilah “ditolak” memunculkan perasaan tersendiri. Bagaimana tidak, saya sudah oyong-oyong laptop dari fakultas ke perpustakaan untuk menyelesaikan sesuatu. eh begitu masuk ruangan, ada suara “Mas, jacketnya yah!” tanpa basa basi.

Jamper kaya gini

Okey, dari sini saya keluar dan membawa sebuah pertanyaan. “Apa rapi itu harus menggunakan kemeja berkerah?” Sebagai mahasiswa IT yang belum segera lulus, Googling setidaknya adalah pilihan awal dari pertanyaan saya tentang hal ini. Menurut KBBI pengertianya adalah:

rapi/ra·pi/ a 1 baik, teratur, dan bersih; apik: rambutnya selalu disisir –; 2 teratur baik; tertib: deretan rumah itu amat –; 3 serba beres dan menyenangkan (pekerjaan dsb): pekerjaannya ditanggung — dan memuaskan; 4 siap sedia; siaga: rumah penginapan tamu negara dikawal dng –; 5 sebagaimana mestinya; tidak asal saja: pintu sudah terkunci –;

Jadi, saya ini rapi menurut pribadi saya sendiri tapi mungkin salah tempat. Pada bagian ini saya sadar. Oke, namun dalam salah satu blog seorang dosen psikologi. beliau mengatakan:

Peraturan tersebut sangat tidak memiliki dasar filosofi yang kuat, alias mengada-ada saja. Formalisasi pendidikan justru tidak berakar dari hakikat dasar proses pendidikan itu sendiri.

Kesimpulan saya dari statement beliau, adalah kuliah memang ndak wajib untuk berkemeja dan bersepatu. Kan yang penting adalah ilmunya, bukan pakaiannya. bagaimanapun tidak ada dalil atau peraturan perintah yang mengatur tentang seragam bagi mahasiswa, jadi ngapain harus repot menggunakan kemeja?

Tapi dibagian fikiran lain, saya terpikir tentang bagaimana menjaga sopan santun. Jadi menurut saya adalah, berkemeja ketika kuliah itu tidak harus memang, tapi apakah kamu akan menjatuhkan harga dirimu sendiri dengan pakaian yang kurang baik. Menurut saya sih begitu, menurutmu?

 

*Gambarnya diambil dari: http://dibaju.com/

2 Replies to “Saya ditolak Lagi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *