Makan Indomie The Next Level di Rumah Temen

Indomie the next level, kurang lebih begitu saya menyebutnya. Diawal adanya mie instan, saya berekspektasi bahwa apa yang ada didalam bungkus itu akan sesuai dengan penampakan bungkusnya. Cantik, indah, dan menggemaskan. Nyatanya, bungkus dan isi sama di mie instan terkadang cuma khayalan anak kos di tanggal tua. Tambahan berupa nasi pun harus dilakukan, harapannya sih sesuai dengan kebutuhan kalori. Beuh, melas banget kayaknya jadi anak kosan? Tapi nggak juga tuh, dan nyatanya sekarang indomie sudah menuju ke level lebih tinggi.

Continue reading “Makan Indomie The Next Level di Rumah Temen”

Membahas Kopi di After Taste

Ada waktu kosong lagi di rabu sore, yang kemudian terisi oleh nongkrong di warung kopi. Nantinya, mungkin tempat ini bakal jadi tempat jujugan Saya ngopi di sekitaran sengkaling lagi. Namanya After Taste, terletak di pertigaan setelah pemandian sengkaling dari arah kota Malang menuju kota Batu. Bersama 4 orang lain, saya janjian di tempat ini jam 5 sore. Ngobrol santai acak, dan kebanyakan adalah rasan rasan positif dengan harapan muncul ide liar.

after-taste-jawa-ijen
Jawa ijen

Continue reading “Membahas Kopi di After Taste”

Alternatif Wisata Petik Apel di Kota Wisata Batu

Salah satu wisata yang belum saya begitu kenal di batu adalah wisata bertema petik hasil bumi, Misalnya saja apel, strawberry maupun bunga atau madu. Hal ini menjadikan salah satu ide baru ketika beberapa teman mengajak jalan – jalan. Agro wisata hanya ada dipikiran saya sebelum melakukan kontak pada salah satu teman domisili batu. Pemikiran ini pun berubah setelah teman domisili batu mengkonfirmasi untuk lebih memilih wisata petik apel milik swadaya warga dibanding dengan Agro wisata.

Continue reading “Alternatif Wisata Petik Apel di Kota Wisata Batu”

Tantangan Skripsi itu Ada Berapa?

Skripsi barangkali adalah matakuliah paling sulit, sebenarnya nggak sulit sih kalau buat Saya tapi gimana ya? Semacam bikin males, jenuh, lelah, dan masa-masa meningkatnya cobaan dari segala arah. Baik cobaan dengan hal-hal baik maupun dengan cobaan dengan gayanya saja yang baik. Kalau buat Saya sendiri sih cobaan baik itu misalnya diajak untuk mengerjakan proyek receh, kan ada nilai ekonomis dan pengalaman sekaligus nambah teman.

Continue reading “Tantangan Skripsi itu Ada Berapa?”

Nongkrong di Slasar, Kenapa Enggak?

Waktu terus berlalu, perubahan banyak terjadi. Termasuk adanya tempat nongkrong privat di fakultas Saya. Tempat nongkrong ini belakangan ada kurang lebih setelah 2 tahun masa perkuliahan. Saya menyebutnya “Slasar“, terserah yang lain mau menamainya TTS (taman tengah saintek), taman saintek, taman lantai satu atau apalah. Buat saya namanya Slasar, sudah. Kengototan ini barangkali merupakan penganugrahan sekaligus untuk mengenang desainer tempat ini, yaitu teman-teman Teknik Arsitektur.  Tidak mudah barangkali, melakukan permodelan taman sedemikian rupa sehingga menciptakan nuansa yang enak. Hal ini karena, lha wong tidak ada tempat nongkrong lagi di kampus tercinta ini kecuali masjid. 🙂
Continue reading “Nongkrong di Slasar, Kenapa Enggak?”

Makan Lima Ribu di Warung Bu Eni

Sejujurnya, saya seorang mahasiswa yang selalu berusaha hemat dalam setiap aktifitas yang Saya lakukan. Misalkan saja untuk berangkat kuliah, mencari rute paling pendek, tidak macet, merupakan hal yang selalu saya lakukan. Apalagi soal ngerjain tugas dan lain sebagainya. Tidak terlepas juga soal makan, ya bagaimana lagi ini adalah salah satu kebutuhan primer. Baiklah makan yang saya maksud disini adalah makan pokok, makan nasi dengan lauk. Bukan nyemil, macem bakso. Eh, bakso cemilan emang? 😀
Continue reading “Makan Lima Ribu di Warung Bu Eni”