Mengunjungi Pabrik Lama di Malang

Buat saya pertentangan itu wajar, ya maklumlah banyak hal yang tidak membuat orang bisa bersatu fikirannya. Misalnya saja tentang hari ini, Saya memiliki perbedaan pemikiran dengan bapak penunggu pabrik. Saya masih terheran heran dengan kelakuan bapak penunggu pabrik untuk melarang Saya mengambil foto di salah satu pabrik dengan alasan tidak jelas. Padahal sesuai dengan pengetahuan, pabrik sudah tidak dipakai lagi atau katakanlah pabrik tidak beroperasi. Yang kemudian akhirnya Saya masuk tanpa ijin. Dan barangkali bapaknya mungkin merasa tak dihargai karena Saya masuk tanpa ijin beliau, melainkan ijin wong ngaret (baca “e” nya pengucapan “pe” dalam kata tempe).
Continue reading “Mengunjungi Pabrik Lama di Malang”

Nongkrong di Slasar, Kenapa Enggak?

Waktu terus berlalu, perubahan banyak terjadi. Termasuk adanya tempat nongkrong privat di fakultas Saya. Tempat nongkrong ini belakangan ada kurang lebih setelah 2 tahun masa perkuliahan. Saya menyebutnya “Slasar“, terserah yang lain mau menamainya TTS (taman tengah saintek), taman saintek, taman lantai satu atau apalah. Buat saya namanya Slasar, sudah. Kengototan ini barangkali merupakan penganugrahan sekaligus untuk mengenang desainer tempat ini, yaitu teman-teman Teknik Arsitektur.  Tidak mudah barangkali, melakukan permodelan taman sedemikian rupa sehingga menciptakan nuansa yang enak. Hal ini karena, lha wong tidak ada tempat nongkrong lagi di kampus tercinta ini kecuali masjid. 🙂
Continue reading “Nongkrong di Slasar, Kenapa Enggak?”