Tamasya Setelah Kondangan ke Coban Ciblungan

Ada banyak coban di sekitar jalan meliuk kecamatan Ampelgading, coban ciblungan masih salah satu yang saya punyai ceritanya.

view coban ciblungan

Sudah berapa bulan tidak main ke Ampelgading? Tahukan Ampelgading itu dimana? Jika belum tahu, Ampelgading itu merupakan batas antara kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Di kecamatan bagian paling timur kabupaten Malang ini sudah banyak berubah, termasuk beberapa wisata alam yang ditawarkan. Terakhir kali saya kesana, ketika mengunjungi candi Njawar. Lokasi candi itu pun masih terhitung dekat dengan pusat kota, namun semakin ke timur mendekati lumajang barulah akan banyak sekali berjajar papan wisata alam baru. Khususnya Coban.

Atas undangan salah satu teman yang menikah, saya bersama beberapa teman pun berangkat ke Lumajang. Sepulangnya dari acara tersebut, karena terbilang masih sore. Kami memutuskan untuk mampir sejenak ke salah satu coban. Di rencana awal, Kami akan mengunjungi coban sewu. Namun, karena musim belum baik. Coban tersebut sedang ditutup. Walhasil kami mengalihkan arah ke coban ciblungan, terletak setelah coban sewu dari arah lumajang.

coban ciblungan tim
segenap tim kondangan

Untuk Kami yang tidak tahu arah ini, bertanya sebentar pada penduduk sekitar jalan utama merupakan salah satu alternatif sampai dengan selamat. Kami mendapat jawaban bahwa coban ini cukup dekat dengan jalan utama Lumajang – Malang. Selain itu, lebih mudah diakses dibanding dengan Coban Sewu yang mengharuskan tracking terlebih dahulu sebelum sampai ke area coban. Kemudahan ini sebenarnya menjadi nilai tambah, karena bagaimanapun kami masih berseragam resmi kondangan.

coban ciblungan tiket
tiket masuk lokasi

Begitu sampai, pernyataan dari penduduk pinggir jalan tadi memang sesuai dengan harapan kami. Hanya selang kurang lebih 3 km dari jalan utama, kami sampai di lokasi coban. Selain itu pun, suara air coba sudah bisa didengar dari jalan desa. Saking dekatnya dan lumayan besarnya air coban. Barangkali karena lokasinya masih baru, kami dianjurkan parkir di halaman rumah milik orang. Tidak cukup luas, mungkin hanya cukup untuk 2 mobil saja. Yang dilanjutkan dengan membayar tiket seharga 5 ribu per orang. Dan barulah kami masuk ke area.

coban ciblungan parkir
Segini nih halaman parkirnya

Menurut saya, musim yang kurang kondusif di Malang, tentu saja akan mempengaruhi bagus atau tidaknya coban. Bagus ini dalam segi tampilan airnya itu. Biasanya, untuk musim penghujan kebanyakan akan berwarna coklat, karena memang aliran air dari daerah sekitar sungai yang kemudian bercampur dengan sungai lebih banyak dibandingkan dengan musim kemarau. Walhasil, meskipun tidak terlalu baik tampilannya, coban ini airnya masih lumayan jernih.

coban ciblungan another view
salah satu view coban
coban ciblungan mata air
mata air di sekitar lokasi, jernih ndak?
coban ciblungan view
coban ciblungan agak jauh

Dalam area coban, sebenarnya terdapat 2 coban. Yakni, Coban Ciblungan dan coban yang satu tidak saya ketahui namanya. Untuk Coban Ciblungan ini, perkiraaan saya bisa digunakan untuk mandi. Lha gimana, wong ini sungai yang juga masih digunakan oleh warga. Bahkan, dalam kunjungan saya itu masih ada loh orang yang mandi disungai. Tapi dibagian hilir, dari coban kelihatan samar samar. Sedangkan untuk coban lainnya, menurut saya belum bisa diakses secara umum, kalau nekat harus sedikit mblasak. Tapi saya ya mau. 😀

Ada beberapa spot yang menurut saya bagus sih, baik untuk sekedar diambil gambar untuk disimpan atau untuk update feed media sosial. Dan kalau memang sengaja datang untuk mandi ya monggo. Jangan lupa bawa sampahnya ya, karena di lokasi ini hanya ada satu warung ketika tulisan ini terbit!

coban lain di coban ciblungan
coban yang saya ndak tau namanya
jembatan bambu coban ciblungan
jembatan bambu coban ciblungan

One Reply to “Tamasya Setelah Kondangan ke Coban Ciblungan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *