Tantangan Skripsi itu Ada Berapa?

Skripsi barangkali adalah matakuliah paling sulit, sebenarnya nggak sulit sih kalau buat Saya tapi gimana ya? Semacam bikin males, jenuh, lelah, dan masa-masa meningkatnya cobaan dari segala arah. Baik cobaan dengan hal-hal baik maupun dengan cobaan dengan gayanya saja yang baik. Kalau buat Saya sendiri sih cobaan baik itu misalnya diajak untuk mengerjakan proyek receh, kan ada nilai ekonomis dan pengalaman sekaligus nambah teman.

Sedang ajakan gayanya aja yang baik, misalnya ngajak naik gunung. Nah ini gaya aja yang baik, padahal kan kalau diturutin juga menghambat. Dan Saya tidak kuasa menolak beberapa kali ajakan “gayanya aja yang baik” ini.
Ah tapi sepertinya, menyelesaikan matakuliah 6 sks ini memang salah satu cara mahasiswa menemukan jalan ninja-nya sendiri. Terserahlah mau bilang apa! Sementara itu, alhamdulilah sidang skripsi telah terlewati. Ndredeg iya, gupuh iya, dan campur aduk rasa saat sidang berlangsung. Tapi lulus adalah mimpi yang bukan hanya boleh diimpikan, juga harus dikejar dan diwujudkan. Sehingga seterjal apapun jalannya, ya mau ga mau sih. (eits!)Emangnya seterjal apa toh? Hmm… jadi gitulah.Baiklah kalau boleh memetakan secara umum gangguan perjalanan skripsi Saya itu terbagi menjadi 3 bagian utama. Tidak ada alasan kenapa mengkotak-kotakan seperti ini sih, tapi Saya mengambil keputusan sepihak dan tanpa ada dasar. Kesimpulan lain mungkin berbeda dan hal itu sangat wajar terjadi. 3 itu antara lain adalah:

  • Saya Sendiri

    Yap, saya. bagaimanapun Saya adalah pemegang utama peran ini, berlaku manajer, berlaku karyawan, berlaku hrd, berlaku peneliti, dan berlaku menjadi segala peran dengan apa yang  sedang dikerjakan. Walhasil suasana kala itu membuat perasaan ini lebih cepat bosan dari rutinitas sebelumnya. Nganggur memiliki peran tambahan pula kenapa situasi ini terwujud, bagaimana tidak? Lha tidak ada lagi jatah mata kuliah yang sedang saya ampu.
    Kalau ada yang bilang mau fokus buat skripsi dengan ngambil satu mata kuliah ini di akhir, buat Saya itu bullshit. Mengerjakan sendirian mata kuliah ini lebih menjengkelkan, bukan karena sedang sendiri atau bagaimana. Tapi adanya teman berbagi itu lebih memudahkan proses pengerjaan, dan tentu saja tempat menemukan teman lebih mudah dalam satu tema adalah gazebo fakultas ataupun lab-lab jurusan yang cuma ada dikampus.

  • Constraints Skripsi-mu

    Ada keterkaitan antara satu hal dengan bagian lainnya, itu barangkali sudah mendasar. Begitupun skripsi, misalnya saja dalam constraint skripsi saya adalah pembimbing, penguji, objek yang diteliti, pegawai perpus, tukang printer, laptop, buku catatan dan pensil. Jika salah satu itu bermasalah, kadang berpengaruh dengan hal lain di skripsimu. Alkisah contoh, pembimbing dan objek yang diteliti sedang berpergian luar kota, tapi lupa ngabari kamu karena kesibukan masing-masing. Walhasil setelah lelah, Kamu memutuskan pergi ke perpus tapi ditolak karena menggunakan kaos polo berkerah saja. Akhirnya Kamu berusaha untuk mencetak jurnal, tapi printer-nya sedang rusak. Kamu memutuskan ke kantin, tapi belum sampai kantin ditengah jalan kehujanan. Sambil menunggu hujan, kamu berpikiran akan menulis ide di buku catatan. Tapi begitu dapat 1 paragraf pensilmu patah dan angin dari hujan membasahi kertas bukumu. Keputusan bulat untuk pulang, begitu membuka jok ternyata mantel ketinggalan. Laptop dan hape sudah habis baterainya, dan lupa membawa charger. Lalu bagaimana kamu menyelesaikan skripsi?

  • Environment-mu

    Ini sebenarnya masuk di-constraints tapi Saya anggap beda. Kenapa ya? Barangkali agak luas sih cakupannya. Ya meliputi tempat tinggal, tempat nongkrong, dan teman. Kalau suasana kurang mendukung terkadang mood juga menurun, itu saya sih.
    emang mau environment gimana Al? rahasia, yep.

Sesuai dengan urutan, cobaan terberat ada di daftar paling atas. bukan berarti Saya moody atau bagaimana ya. Lebih sering kehilangan fokus, paling sering Saya rasakan jika menyangkut ada hal baru. baik itu berhubungan ataupun tidak berhubungan dengan skripsi. Misalnya saja framework pengerjaan di tengah perjalanan tetiba upgrade, objek yang diteliti berubah karena peraturan berubah juga tidak bisa dihindari, pun seirama dengan itu adalah “Ayo ngopi” atau “Ayo ndota“. Hih!

Ada keyakinan sendiri buat Saya bahwa segala bagian ini tidak bisa dihindari, tapi harus dihadapi dan diselesaikan dengan cara masing-masing. Kan katanya menemukan jalan, jadi ya memang harus mbabat alas, urusan muterin nyasar, kena getah itu udah wajar. Mau apa gak itu masalahnya sih, tapi sebenernya juga nggak sesulit yang dibayangkan kok. Udah yuk.. udahin baca nya, buka lagi text editor-mu. *lalu buka Sublime dan Word bajakan

3 Replies to “Tantangan Skripsi itu Ada Berapa?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *