Temukan Beberapa Hal Ini di Coban Talun!

Sebagian penting dari perjalanan saya barangkali adalah soal waktu luang dan teman seperjalanan. Meskipun agak jauh, mungkin saya akan berangkat ketika dua hal tersebut terpenuhi. Belakangan ini hampir tiap akhir pekan terdapat waktu luang dan teman perjalanan, sehingga ada saja ide untuk menciptakan momen baru, salah satu tempat persinggahan beberapa waktu lalu adalah coban talun.

Sesuai data dari Google Maps, coban talun terletak di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kec. Batu, Tulungrejo, Bumiaji. Secara ancer-ancer, lokasi coban talun searah dengan cangar, jika dari alun-alun batu maka arahnya adalah ke utara. Nantinya jika sudah ada di depan gang, terdapat petunjuk yang mengarahkan menuju tempat ini.

candi-njawar-dan-exploreer

Ketika sampai di lokasi, pengunjung diharuskan membayar Rp. 7500, sedang untuk parkir Rp.5000. Dari loket tentu saja akan diarahkan sesuai jenis kendaraan oleh pengelola setempat. Mobil pada parkiran mobil, motor pada parkiran motor. Jam di telepon seluler milik saya masih pukul 10.30, namun situasi sudah ramai. parkiran sudah terisi 3 shaf, dan sempat sedikit bingung tempat memarkir motor karena kelihatan penuh. Tapi akhirnya saya dapat parkiran. Setelah itu barulah menanyakan dimana lokasi coban berada pada bapak penunggu parkir.

“Pak, coban e pundi nggih?”

“Mudun ae mas, mlaku sitik sampe kok”

“matur nuwun”

Sesuai dari bapak penjaga parkir saya mengikuti arah menuju coban. Ini adalah pertama kali saya ke coban talun, sebelumnya tidak tahu sama sekali dimana lokasinya pun fitur fitur di lokasi ini. Tapi, karena tujuan utama adalah coban maka menjadi keharusan buat saya pribadi untuk sampai ke tujuan dulu baru lainnya. Begitu setengah perjalanan, sampai di hutan pinus. Lumayan bagus sih, tapi saya memilih untuk mengambil foto nanti. saya yakin bahwa jalan hanya ada satu. Hal ini saya simpulkan lewat pengamatan dari pengunjung yang lalu lalang.

20170109-_DSC0026

Setelah berjalan tidak sampai 30 menit saya sampai di coban talun, disini ternyata sudah sangat ramai. Kombinasi perempuan seumuran ibu saya dan beberapa mahasiswa sedang plesiran kala itu, membuat hati ini merasa kurang nyaman. Tapi ya bagaimana lagi, namanya juga tempat umum. Walhasil, saya cuma melihat sebentar memuaskan penasaran saja. Dari kunjungan sebentar itu saja saya belajar bahwa:

  • Bagian bawah bagus untuk foto, cukup instagrammable jika ukuran foto baik adalah instagram.
  • Sungai dibawah coban tidak bisa digunakan untuk renang ukuran adult, kalau basah – basahan bisa
  • Sudah terdapat penjual mi instan

Begitu puas, saya berencana naik ke pos awal start tadi. Sesuai dengan prediksi, hutan pinus tadi merupakan akses satu satunya yang dibuka untuk publik. Beberapa foto saya ambil, sekedar untuk mengabadikan momen. Pada jembatan seusai hutan pinus, saya terpaksa merubah niat dan lebih memilih untuk berbelok menuju ke tempat lainnya.

20170109-_DSC0106

Bendungan

Bendungan ini terletak dilokasi coban talun, jika dilihat dari jalan parkiran. Coban ini ada disebelah kiri jalan. Tapi, karena malas memutar dari jembatan setelah hutan pinus saya mblasak pinggiran got (sebenarnya sungai sih, tapi kecil) untuk sampai di tempat tersebut. Setelah jalan yang agak sedikit melengkung, akan terlihat bendungan. Tempat ini cukup instagrammable juga sih, dan lagi lagi karena ramai saya tidak ingin melanjutkan lebih jauh menuju ke tempat tersebut. Karena memang semaunya sendiri, tiba tiba saya sampai di belakang warung penduduk dan ini adalah contoh buruk. Sebaiknya ikuti jalan sesuai peraturan, karena jika tidak akan di-celatu pemilik warung.

20170109-_DSC0141

Pagupon

Sebelumnya tahu kan pagupon itu apa? pagupon dalam bahasa malangan yang saya gunakan merupakan rumah burung merpati. Di Coban Talun terdapat semacam kafe yang me-makro-kan pagupon, yang aslinya hanya seukuran merpati diperbesar hingga cukup untuk digunakan foto oleh manusia. Untuk mengambil foto di pagupon ini dikenai tarif Rp. 5000,-, yang mana ini akan dikoversikan menjadi segelas susu ketika masuk lokasi pagupon. Saya sendiri memilih didepan gerbang, mengamati suasana dan tidak masuk kedalam.

20170109-_DSC0151

Apache Camp

Seperti halnya pagupon, Apache camp adalah cafe tempat beristirahat ketika tidak sedang membawa alas. Masuk ditarif Rp. 5000,- tidak dikonversi menjadi bentuk apapun. Ditempat ini tentu saja pengunjung bisa berfoto dengan pernak pernik khas suku apache, pun dengan replika dari rumah adatnya. Karena tidak terlalu tertarik dengan bagian ini, akhirnya saya cukup memandang dari pinggiran saja, dan mengamati ragam orang yang mengambil gambar lewat kamera masing masing.

20170109-_DSC0169

Taman Bunga

Taman bunga ini terletak disebelah dari apache camp, seperti halnya yang lain. Untuk foto dilokasi ini dikenai biaya Rp. 5000,- per orang. Lagi lagi saya tidak masuk, dan memilih diluar. Taman bunga ini terdapat dua lokasi yakni di kiri jalan dan kanan jalan. Kebanyakan bunga yang terlihat merupakan bunga dari genus hydrangea bunganya berkelompok, tapi lewat fitur eksplor yang disediakan oleh instagram saya yakin tidak hanya itu saja bunganya.

20170109-_DSC0165

Dan setelah lama berjalan, saya capek juga. Menemukan penjual sempol, belilah saya sempol dan duduk di sisi lain jalan. Selain menghabiskan sempol, saya jadi berpikir. Setelah ini ada apa lagi ya di coban ini?

12 Replies to “Temukan Beberapa Hal Ini di Coban Talun!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *