Yuk Tersesat di Labirin Coban Rondo

Setelah sekian lama tidak jalan kemana-mana karena berbagai kesibukan aktifitas, Saya menjadi manusia kurang piknik. Kata kurang piknik ini biasanya dikaitkan dengan sikap sok serius, kurang guyon, kurang senyum, barangkali kusut, kumel, dan sejenisnya. Secara tidak sadar, akhirnya Saya main sebentar ke salah satu wisata di kota Batu. Coban Rondo namanya. Dua tahun lalu, kali Saya terakhir main di wisata ini. Tidak sadarnya, karena memang belum ada rencana. 😀

Coban Rondo merupakan wisata alam yang menyajikan coban(air terjun) sebagai tujuan utama. Meskipun sebenarnya terdapat hiburan lain di lokasi ini semisal areal perkemahan, flying fox, dan beberapa stand penjual jagung bakar. Yah itung-itung mau nyoba Labirin, fasilitas baru di areal Coban Rondo.Lokasi Coban Rondo, di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Untuk Ancer-Ancernya Jika berangkat dari Malang, kamu akan menemui patung sapi setelah payung (area warung pinggir jalan di sepanjang jalan perhubungan yang menghubungkan batu-kediri). Belok kiri, dan ikuti jalan sampai ketemu gerbang masuk areal wisata. Saya kira belum ada angkutan kota untuk sampai tempat ini, kecuali bus untuk menuju ke kediri. Dan itupun juga berhenti sampai patung sapi tadi, Lalu berjalan sejauh kurang lebih 500m menuju gerbang pintu wisata.

Tiket masuk kawasan coban rondo dan labirin
Tiket masuk kawasan coban rondo dan labirin


Begitu sampai di gerbang pintu wisata, yang Saya lakukan adalah membeli tiket masuk ke area. Harganya 34 rb rupiah, dengan rincian Per-orang 15 ribu dan 4 ribu untuk sepeda motor. Mobil memiliki tarif berbeda. Pembayaran ini dilakukan di loket pada gerbang pintu masuk. Beberapa langkah dari gerbang itu terdapat peta area wisata Coban Rondo, yaitu mulai dari sini (gerbang pintu pariwisata) hingga lokasi air terjun nya. Saya sempat singgah sebentar melihat papan informasi, untuk sekedar tahu dimana lokasi labirin. Maklumlah, 2 tahun berlalu beberapa hal berubah.
Labirin ini ternyata tidak jauh dari gerbang, sekitar 500 meter. Untuk melakukan akses ke labirin ini, pengunjung diharuskan membeli tiket lagi. 20 rb Saya bayarkan, dengan tiap orang dihargai 10 rb. Tidak hanya labirin terdapat beberapa tempat lain yang bisa dikunjungi dalam satu areal 10 rb ini, semisal rumah tanaman, melihat kandang rusa dan rusanya, dan beberapa permainan. Saya sempat cuma mengunjungi rumah tanaman dan labirin, karena kemudian hujan mendera hingga Saya memutuskan untuk pulang.

Foto kiriman Alvian Burhanuddin (@elfarqy) pada

Rumah tanaman yang Saya maksud, kebanyakan menyimpan koleksi bunga Anggrek yang bermacam – macam, mulai dari warna putih hingga warna ungu. Saya ngga tahu jenis Anggrek, akhirnya cuma bisa melihat-lihat saja. Beberapa kali saya memutari rumah tanaman ini, memegang-megang bunga, menghirup baunya (yang ternyata ga ada baunya) dan tentu foto.

Bosan disini, saya pindah ke labirin. Labirin terletak di depan dari rumah tanaman tadi. Ada pengecekan tiket seharusnya dibagian ini, namun saat itu mungkin tiket checker nya sedang tidak ada pada lokasi. Saya masuk saja ke labirin, toh kalaupun ada oom tiket checker juga Saya tidak perlu khawatir. Kan bawa tiket 🙂

Masuk lewat kiri setelah belok kanan, belok kiri, lurus, belok lagi, lagi dan lagi, Akhirnya saya sampai di pusat dari labirin. Pusatnya berupa air mancur kecil, mati pula. Tidak ada yang istimewa, kecuali kamu membawa pacar atau orang tersayang. Jadi, bagi saya ya sangat biasa saja. Sekedar berbagi trik, ambil jalan posisi paling pinggir ya, kalau mau keluar dari labirin secepat mungkin. Oh ya, di gerbang labirin ini juga ada semacam menara pengawas. Dimanfaatkan juga sebagai tempat ambil gambar, tempat memandu temanmu yang sedang tersesat di dalam. Cara memandunya sambil bengok-bengok. 😀

Labirin Coban rondo
Penampakan Labirin dari sisi agak atas

Saya sudah selesai mengitari areal 10 rb, Hujan masih belum reda. Sebenarnya ingin pulang tapi nanggung, Saya melanjutkan lagi perjalanan sampai ke air terjun. Lumayan jauh, kurang lebih 1 km dari labirin tadi. Tapi, antara labirin dan air terjun masih dalam 1 area kok. Untuk menuju nya dalam perjalanan  akan melewati bumi perkemahan dan per-4-an jalan menuju coban tengah. Saya sebenarnya ingin kesana, tapi lain waktu deh. Motor matic ini sepertinya bukan level jalan di coban tengah dalam musim hujan. Anyway kalau pengen tahu coban tengah, post detailnya ada di tulisannya nengbiker.

ujhug-ujhug Saya sampai di lokasi parkir air terjun, secara umum tidak ada yang berubah memang. Hanya penambahan lebar dan digratiskannya parkir juga toilet, Padahal dulu mbayar. Dulu maksud saya adalah 2 tahunan lalu. Saya tidak berani terlalu dekat dengan lokasi air terjun, karena suasana sedang hujan. Memang sudah terdapat papan peringatan tentang larangan mendekat ke areal coban ketika musim hujan, dan saya orang taat peraturan saat itu. :D. Beruntunglah beberapa waktu setelah itu, ada berita banjir bandang di coban rondo.

Sebenarnya tidak puas, karena belum maksimal muter-muter kawasan ini. tapi  memang main tanpa rencana, apa boleh buat. Sarannya sih, kalau sedang musim hujan main ke wisata alam di Malang atau Batu agar meningkatkan kewaspadaan. Banyak bahaya mengancam tanpa disadari, entah mulai dari jalan licin, banjir di lokasi, atau lainnya. Jadi ya mulailah untuk memperhatikan keselamatan diri sendiri, dengan menaati peraturan yang dipasang di sekitar area. Karena di Coban Rondo Kejadian ada banjir bandang setelah itu 🙁

 

 

17 Replies to “Yuk Tersesat di Labirin Coban Rondo”

  1. baru aja mau tanya, kamu lihat kondisi abis banjir ga. ternyata sebelumnya ya.
    so sad 🙁 tapi namanya berurusan dengan alam ya…
    Coban Tengah juga pernah ngalami banjir bandang jaman SMA dulu. balok2 kayu tumbang segede itu bergelimpangan di tengah hutan. serem…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *